Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Amarah Deril


__ADS_3

Deril datang dengan wajah sedikit panik saat mendengar Zee ditahan dipos satpam.Ia tertegun saat melihat rupa istri dan Ririn yang begitu berantakan,ditambah lagi Kania yang tak kalah kacaunya.


"Deril," Zee langsung mendekat kearah suaminya itu.


"Kamu ngapain sih Zee,hah?" bisik Deril yang terlihat kesal melihat ulah istrinya itu.


Zee menunduk,ia tahu Deril sedang marah.


"Maaf pak,para gadis ini sudah membuat keributan dikafe,dan mereka harus ganti rugi sebanyak 20 juta,selain itu anda juga harus menjamin agar mereka bisa dibebaskan malam ini," ucap satpam yang menjaga mereka.


Deril menatap mereka semua dengan tajam sambil menarik nafas panjang,menahan emosi yang sudah berada diubun-ubun.


"Saya akan ganti rugi pak,dan saya akan menjamin supaya mereka bisa pulang malam ini," jawab Deril.


Zee dan teman-temannya langsung cengengesan.


Kania terdiam,Ia tahu Deril tidak akan menjaminnya juga.


"Semuanya?" tanya Satpam memastikan.


Zee melirik kearah Kania, "Gak pak cuma kita bertiga aja," jawab Zee.


Kania mendengus kesal mendengar ucapan Zee.


"Semuanya," ucap Deril lagi.


Zee menatap kearah Deril, "Kania juga?"


Deril hanya melotot agar Zee diam.Kania tersenyum senang karena Deril masih mempedulikannya.


Zeepun terdiam dengan wajah kesal.


"Ya sudah,mari ikut saya," ucap Satpam itu.


Derilpun mengikuti satpam itu untuk mengurus semuanya.


"Enak banget,mantan pacar tapi dijamin juga buat bebas," sindir Ririn.


Kania mendelik kesal.


"Gimana sih Zee suami Lo,gak adil banget," keluh Ririn.


Zee hanya diam dengan wajah cemberut.


Urusan selesai,mereka sudah bebas dan berada ditempat parkir sekarang.


Deril terlihat sangat marah, "Kalian thu kaya anak kecil tau gak,berantem,ngrusakin kafe sampe harus bayar 20 juta,apa-apaan coba,"


Semuanya diam dan menunduk.


"Harusnya kalian dihukum dan dibiarin ditahan sampe besok," ucap Deril lagi.


"Masa Lo setega itu sih Ril?" sindir Ririn.


"Kenapa gak?" Deril menatap Zee, "Kalo gue gak ingat papa lagi sakit,gue gak akan Sudi bebasin kalian," ucap Deril lalu beranjak pergi.


Zee mengikutinya dengan wajah cemberut.


"Emang raja tega Thu si Deril,gue heran kok Zee betah banget jadi istrinya," keluh Ririn.


"Ya mungkin bentar lagi juga pisah,siapa juga yang tahan punya istri bar-bar kaya Zee," ucap Kania yang tiba-tiba menyahut tanpa kabel.


Ririn dan Eva menatap tajam kearah Kania.


"Oh..yang tadi belum cukup,mau ribut lagi?" tantang Kania.


"Ogah ah,capek," Kania melenggang pergi dengan santai,melihat Deril yang begitu murka pada Zee membuat hatinya senang,apalagi Deril masih mau menjaminnya tadi,semakin membuat Kania yakin bahwa Deril masih peduli padanya.


"Ih...dasar stres..." teriak Ririn.


"Udah-udah,perut gue sampe tegang tau gak ngelihat kalian tadi," ucap Eva sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Serius,kita perlu kedokter gak?" tanya Ririn khawatir.


"Gak usah,kita pulang aja yuk,udah malam," ucap Eva.


Ririn menganguk dan menuntun Eva menuju kemobil.


Deril dan Zee masih dalam perjalanan,suasana sangat hening,Deril masih terlihat marah.Zee juga tidak berani menegurnya karena kali ini dia memang sudah bersalah.


Deril menghentikan mobilnya didepan sebuah boutique.


Zee merasa heran dan menatap wajah Deril.


"Sana masuk,beli baju,ganti dan beresin wajah kamu,aku gak mau papa jantungan ngelihat kamu Kaya gini," Deril melemparkan kartu kearah Zee.


Zee mengambilnya dan segera turun dari mobil.


Deril mengusap wajahnya sambil menyandarkan kepalanya kebelakang,belum selesai masalah proyek,dia udah dibikin pusing Sama ulah istrinya yang kekanak-kanakan.


Deril memejamkan matanya,berusaha menenangkan pikirannya yang sedang kalut.


Beberapa saat,Zee kembali masuk kemobil dengan pakaian yang sudah rapi dan wajah juga rambut yang sudah bersih.


Deril membuka mata dan melihat kearah istrinya itu.


"Maafin aku," ucap Zee.


Deril menghela nafas dan tidak merespon ucapan Zee,Ia langsung melajukan mobilnya menuju keRumah.


Zeepun hanya diam,ia tahu Deril sangat marah kali ini.


sampai dirumah,Deril langsung masuk dan menuju kekamar tanpa mempedulikan Zee.


Zee merasa sangat bersalah dengan kebodohannya.Ia berjalan kekamar Farhan untuk memeriksa papanya.


"Papa belum tidur?" tanya Zee sambil mendekat kearah Farhan.


"Kamu baru pulang Zee,darimana? Tadi Deril kok panik," tanya Farhan.


"Iya,tadi dia udah kasih makan malam sama obat kepapa,lagian kamu malah keluyuran bukannya langsung pulang," ucap Farhan.


Zee menunduk, "Maaf pa,aku salah,"


"Kamu ini,sebagai seorang istri harusnya kamu melayani Deril dengan baik,bukan sebaliknya,justru dia yang ngurusin papa," Farhan terus menceramahi putrinya itu.


Zee hanya menunduk,kali ini dia benar-benar sudah membuat Deril kecewa.


Zee masuk kekamar,saat itu Deril sudah terbaring diranjang sambil membelakangi Zee.


Zee duduk ditepi ranjang dan melihat kearah punggung suaminya itu.


"Udah tidur?" tanya Zee.


Deril diam,matanya masih belum terpejam tapi dia enggan menjawab pertanyaan Zee.


"Aku tahu aku salah,aku minta maaf,aku memang bodoh,mudah terpancing dan juga suka bikin masalah,maafin aku ya," ucap Zee.


Deril masih tidak menjawab.


Zee berbaring dan memeluk punggung suaminya itu berusaha agar Deril luluh.


"Maaf..." ucap Zee lagi dengan manja.


Deril menghela nafas panjang,saat itu Zee tahu bahwa Deril memang belum tidur.


Zee mengecup leher suaminya itu berkali-kali.


Derilpun mulai tidak tahan,Ia berbalik menatap istrinya dengan kesal.


"Zee..risih tahu," ucap Deril.


"Kok risih?" keluh Zee dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Jangan pikir aku bisa maafin kamu semudah itu ya,kamu udah bener-bener keterlaluan,kamu tahukan papa lagi sakit,malah kamu kelayapan, berantem Kaya anak kecil,kamu gak mikir apa,kamu itu udah dewasa udah punya suami,malu-maluin tau gak," ucap Deril dengan emosional.


"Iya,aku tahu aku salah,aku janji gak akan kaya gitu lagi,maafin aku ya," Zee merengek.


Deril memalingkan wajahnya yang masih kesal.


Zee bangun dan duduk diatas Deril lalu memeluknya.


"Zee..." pekik Deril.


"Sttt...jangan keras-keras nanti papq denger," bisik Zee sambil menangkup wajah suaminya itu.


Deril menyunggingkan bibirnya, "Turun sekarang,"


Zee menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk erat tubuh Deril, "Gak sebelum kamu maafin aku,"


Deril menghela nafas,Ia membalik tubuh Zee dan sekarang giliran Deril yang mengukungnya.


Zee sedikit terkejut menatap suaminya itu.


"Kamu pikir kamu sekuat itu,hah?" ucap Deril.


Zee tidak kehabisan akal,Ia mengalungkan tangannya keleher Deril dan langsung mencium bibir suaminya itu.


"Kita buktiin siapa yang lebih kuat," tantang Zee sambil menaikkan kedua alisnya.


Deril menyeringai tajam, "Kamu akan nyesel Zee,"


Zee menggelengkan kepalanya.


Derilpun langsung melayangkan ciuman panas kebibir istrinya itu,dan permainan ranjangpun dimulai.


Meskipun dalam keadaan marah,Keduanya sangat menikmati percintaan malam ini yang cukup panas dan menguras tenaga.


Deril benar-benar menghujam Zee sampai lemas,tapi justru Zee merasa senang karena Deril bisa meluapkan segala kemarahannya dengan cara yang nikmat.


Pagi mulai menyingsing,dua anak manusia masih terlelap dibalik selimut.


Zee membuka matanya perlahan,tubuhnya benar-benar terasa remuk karena serangan Deril semalam yang seperti singa kelaparan.


Zee menatap kearah Deril yang masih terlelap,iapun mengecup bibir suaminya itu sambil tersenyum,lalu segera bangun dan menuju kekamar mandi.


Kali ini Zee bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan untuk Deril dan juga Farhan.Ia ingin menebus kesalahannya kemarin.


Zee masuk kekamar dengan segelas susu ditangannya,Deril sudah selesai bersiap.


"Ini susunya," Zee memberikan susu itu pada Deril.


Deril menerima dan meminumnya sampai habis,Zee tersenyum,itu berarti Deril sudah tidak marah.


"Hem...susu yang lain lebih enak," ucap Deril menatap kearah dada istrinya sambil nyengir.


Zee mendengus kesal sambil merebut gelas dari tangan Deril, "Masih pagi gak usah mesum," ucap Zee lalu berbalik.


Tapi Deril menahan tangan Zee dan memeluknya dari belakang.


"Aku masih gak terima sama perbuatan kamu tadi malam,bisa-bisa kamu ngerayu aku yang lagi marah," ucap Deril sambil meletakkan dagunya dipundak Zee.


Zee tersenyum, "Kenapa?kamu kegoda jugakan?pertahanan Deril gak sehebat dulu ternyata," sindir Zee.


Deril mengecup gemas leher Zee.


Zeepun menggeliat, "geli tau',"


Deril membalik tubuh Zee dan menatapnya, "Zee yang gak sebodoh dulu,dia udah tahu kelemahan suaminya," ucap Deril lalu mengecup sekilas bibir Zee.


Zee tersenyum malu.


"Tapi ingat,jangan sampai masalah semalam keulang lagi,kalo gak aku akan bener-bener marah,dan gak akan maafin kamu lagi," ucap Deril.


"Janji," jawab Zee lalu mengecup pipi suaminya.

__ADS_1


Derilpun tersenyum,mereka segera keluar kamar untuk sarapan.


__ADS_2