Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Ketakutan Zee


__ADS_3

Polisi kembali memanggil Deril.


"Kami sudah menemukan lokasi mobil tersebut,diluar kota," ucap polisi itu pada Deril.


Deril mengerutkan keningnya, "Luar kota,"


"Ini detail lokasinya," polisi itu menunjukkannya pada Deril.


Derilpun merekam lokasi itu keponselnya.


"Kami akan segera kesana untuk melakukan penangkapan,jadi kami mohon kerjasamanya," ucap polisi agar Deril tidak bertindak gegabah.


Derilpun menganguk dan hanya akan ikut tapi menyerahkan semua tindakan kepada yang berwenang.


Zee masih terbaring lemah,Ia memegangi kepalanya yang masih terasa sakit setelah benturan tadi.


Rico sudah tidak ada disana,Iapun beranjak dan kembali berusaha membuka pintu,tetap tidak bisa.


Zee hanya bisa menangis sembari duduk dan menyandarkan punggungnya dibalik pintu,rasa takut mulai menghantui pikirannya,ia takut jika Rico benar-benar melakukan hal diluar batas padanya.


Zee membuka mata lebar-lebar saat mendengar suara sirine polisi yang menggema ditelinganya.Iapun langsung berdiri dengan wajah penuh harap.


Rico melihat dari jendela dengan wajah kesalnya,polisi sudah berada dihalaman Villa yang ia tempati.


Derilpun terlihat khawatir dan berharap Zee memang ada disana karena kondisi Villa yang sangat sepi dan tidak ada tanda-tanda ada orang didalam.


Zee melihat dari jendela,dan matanya langsung tertuju pada wajah suaminya itu.


"Deril," Zee berusaha keras membuka jendela itu hingga tangannya terluka.


"Au..." Zee memegangi tangannya dengan darah yang mengalir.tapi rasa sakit itu tak seberapa ia rasakan.


Ia mencari sesuatu,piring diatas nakas,Zee mengambilnya dan melemparkannya kearah jendela.


"Pranggggggg" terdengar bunyi berisik yang didengar oleh Deril dan polisi disana.


Ricopun mendengus kesal, "Zee..."


Deril melihat kearah jendela dilantai dua.Zee berlari lagi kearah jendela yang sudah retak itu.


Ia melihat Deril yang menatap kearahnya.


"Zee..." panggil Deril.


Polisipun segera masuk untuk melakukan penyergapan.


Deril dan Zee masing saling melihat dengan tatapan nanar.Tiba-tiba seseorang menarik Zee dari belakang dan menyeretnya.


Deril sangat terkejut dan cemas,iapun segera masuk kedalam Villa.


Rico membungkam mulut Zee dan menyeretnya keluar menuju pintu belakang.


Zee masih berusaha melawan,tapi tenaganya tidak cukup kuat.


Tapi polisi sudah mengepung Villa itu,Rico tidak akan bisa kabur lagi.


"Angkat tangan!" teriak polisi sambil mengarahkan senjata kearah Rico.


Rico melepaskan Zee dan mengangkat tangannya.


Deril segera mendekat,Zee berlari kearah Deril dan langsung memeluk erat tubuh suaminya sambil menangis.


"Aku takut,aku takut banget," ucap Zee.


Deril mengusap dan mengecup rambut Zee, "Gak akan terjadi apa-apa,"


Deril menangkup wajah istrinya itu,mengecup keningnya agar Zee merasa sedikit tenang.


Polisi menangkap Rico tanpa perlawanan,Rico masih menatap tajam kearah Deril dan Zee.


Deril mendekati Rico saat akan dibawa kemobil polisi,Zee berdiri dibelakang Deril dengan wajah yang masih ketakutan.


"Gue gak nyangka Lo bakalan ngelakuin hal kaya gini," ucap Deril.


Rico tersenyum menatap Deril,membuat Deril mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Gue gak akan nyesel Ril,karena gue udah dapetin apa yang gue mau," ucap Rico sambil memandang kearah Zee dengan tatapan menyeramkan.


Zee langsung mundur dengan tubuh yang terasa lemas,Tatapan Rico membuat Zee takut.


"Maksud Lo apa?hah?" teriak Deril.


Rico kembali tersenyum," Tanyain keistri Lo,"


Deril melihat kearah Zee yang terlihat ketakutan sambil memegangi tubuhnya.


Polisi menyeret Rico kedalam mobil untuk membawanya kekantor.


Deril mendekati Zee, "Zee..."


Zee terkejut dan terlihat linglung,ucapan Rico benar-benar membuatnya takut.


Deril memegang pipi istrinya itu, "Kamu kenapa hah?"


Zee menelan Salivanya, "Aku mau pulang," ucap Zee dengan suara gemetar.


Deril memberikan pelukan hangat pada istrinya itu, "Kita pulang sekarang,"


Deril menuntun Zee menuju kedalam mobil.


Didalam perjalanan pulang Zee hanya diam sambil memandangi kearah jendela.


Entah kenapa ucapan Rico dan tatapan seram itu selalu menghantui pikirannya.


Zee benar-benar takut sangat takut jika Rico benar sudah melakukan pelecehan itu padanya.


Zee menutup mata berusaha mengingat sesuatu,tapi tetap tidak bisa.


Deril memegang tangan Zee,Ia baru menyadari jika tangan Zee terluka.Iapun menghentikan mobilnya.


"Kamu luka?" tanya Deril.


"Gak papa kok," jawab Zee.


Deril mengambil kotak obat dan mengobati lalu membalut luka Zee.


Deril tersenyum dan mencium tangan Zee yang sudah berbalut perban.


Air mata Zee justru menetes kala menatap wajah suaminya.


"Kamu kenapa sih?kan kita udah ketemu," ucap Deril sembari mengusap pipi Zee yang basah.


Zee hanya memeluk Deril berusaha dengan keras agar rasa takut itu menghilang dari pikirannya.


"Udah,kita pulang,papa dan yang lain pasti udah nungguin kita," Deril mengecup rambut istrinya itu.


Zee melepas pelukannya dan menganguk.


Derilpun kembali melajukan mobilnya.


Zee dan Deril melangkah masuk kedalam rumah.


Farhan,Adi dan Farah sudah menunggu.


Farhan langsung menghampiri putrinya itu dan memeluknya dengan erat.


"Papa khawatir banget sama kamu," ucap Farhan lalu mengecup kening putrinya itu.


"Zee gak papa kok pa," ucap Zee.


Farahpun memeluk menantu kesayangannya itu,sementara Adi mengelus kepala Zee.


"Kamu baik-baik ajakan sayang?"


Zee menganguk.


"Biar Zee kekamar dulu ya,dia harus istrahat," ucap Deril.


"Ya,bawa dia kekamar," ucap Farhan.


Derilpun menuntun Zee menuju kekamar mereka.

__ADS_1


Deril mendudukkan Zee disofa,dan membelai lembut wajah istrinya itu.


"Kamu mandi ya,biar aku ambilin makanan," ucap Deril.


Zee hanya menganguk.


Deril tersenyum dan keluar untuk menyiapkan makanan.


Zee perlahan masuk kekamar mandi dan menutup pintu.Pikirannya terasa kosong hanya ucapan dan tatapan mata Rico yang ia ingat dan membuat tubuhnya gemetar.Ia menyalakan shower tanpa membuka bajunya,membiarkan air shower itu membasahi seluruh tubuh Zee.


Saat menutup mata Zee kembali mengingat ucapan Rico.


Zee menggelengkan kepalanya, "Gak...gak mungkin," Zee duduk memeluk lututnya sambil menangis.Ia benar-benar takut jika semua yang diucapkan Rico itu benar.


Deril kembali masuk kedalam kamar sambil membawa makanan dan menaruhnya diatas nakas.


Ia melihat kearah kamar mandi.


"Gak..." suara teriakan Zee yang menggema.


Deril terkejut,Iapun langsung bergegas menuju pintu yang masih tertutup rapat.


"Zee...kamu gak papakan?" Deril mengetuk pintu tapi tidak ada respon.


Hanya suara tangisan bersama gemericik air yang terdengar.Deril terlihat cemas iapun tidak sabar dan mendobrak pintu kamar mandi.


Nampak istrinya sedang duduk dibawah aliran air shower sambil menangis.


Deril segera mematikan air dan mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh Zee yang basah kuyup.


"Kamu kenapa sih?" tanya Deril sambil memasangkan handuk ketubuh Zee.


Zee hanya menangis sambil menggelengkan kepalanya.


"Zee,lihat mata aku," ucap Deril dengan tegas.


Zee masih menggelengkan kepalanya.


Deril menangkup wajah Zee dan menatap matanya.


"Kenapa,ada apa?" tanya Deril.


Zee hanya diam dan menangis.


"Zee..."


"Rico bilang dia udah mendapatkan apa yang dia inginkan dari aku," jawab Zee dengan nafas terengah.


Deril tertegun dan menatap istrinya itu, "Emang apa yang dia inginkan dari kamu?"


Zee kembali menangis dan menggelengkan kepalanya.


Deril berusaha menenangkan istrinya, "Zee.."


Zee menarik nafas dan berusaha tenang.


"Tubuh aku," jawab Zee dengan suara gemetar.


Deril terdiam sejenak menatap nanar kearah istrinya itu.


Zee menunduk, "Maafin aku," suara tangisan itu kembali terdengar.


Deril langsung mendekap erat istrinya itu,tapi tatapan matanya sangat tajam,seakan kemarahan sedang bersarang didalam dirinya.


Zee sedang duduk setelah berganti pakaian.


Deril duduk disampingnya dengan piring yang berisi makanan.


"Kamu makan dulu ya," Deril ingin menyuapi Zee.Tapi Zee justru diam dan menatap wajah suaminya itu dengan pilu.


"Zee..makan!" ucap Deril memaksa.


Zeepun membuka mulutnya dan mulai makan.


Deril tersenyum lalu mengusap lembut rambut Zee, "Gitu donk,"

__ADS_1


Miris,Zee menyangka Deril akan marah dan meninggalkannya setelah tahu apa yang Rico lakukan padanya,tapi bahkan Deril tidak membahas masalah itu.


__ADS_2