
Zee masih sibuk dikamar mandi,dia memakai dress yang cukup sexy,hingga paha dan belahan dadanya sedikit nampak.
Zee membuka ponselnya dan mencari tahu tentang apa saja yang dilakukan pengantin baru pada saat malam pertama.
Zeepun tersipu malu saat membaca artikel dan juga melihat gambar-gambar disana.
Deril sudah sangat lama menunggu tapi Zee tak juga keluar dari kamar mandi,iapun mulai kesal.
"Zee,Lo mandi apa tidur?ini udah sejam lebih," teriak Deril.
Zee terperanjat mendengar teriakan Deril, "Gak sabar banget sih,..hah...atau jangan-jangan dia udah gak sabar mau..." Zee malah cengengesan sendiri membayangkan hal aneh diotaknya.Iapun merapikan baju dan rambutnya lalu perlahan keluar dari kamar mandi.
Zee berjalan perlahan sembari memamerkan lekuk tubuhnya didepan Deril,dengan senyum yang menggoda,dia berputar-putar,bergaya ala wanita penghibur,berharap Deril menerkamnya malam ini.
Deril mengerutkan kening melihat tingkah Zee yang menurutnya aneh.Iapun beranjak dari duduknya dan berjalan kearah Zee.
Zee tersenyum sumringah.
"Lo kenapa sih? kaya cacing kepanasan tau gak?" ejek Deril lalu segera masuk kekamar mandi.
Zee terkejut saat mendengar ucapan Deril, "Cacing kepanasan?udah dandan kaya gini malah dibilang cacing kepanasan,ish..." Zee terlihat kesal sembari menatap pintu kamar mandi yang tertutup.
skip.
Deril selesai mandi,dia membuka lemari untuk mengambil baju ganti.
"Astaga?" Deril terkejut saat melihat Bra dan CD milik Zee tepat didepannya.
Deril terlihat kesal, "Zee...!" pekik Deril lalu mengambil Bra dan CD milik Zee lalu berjalan keluar dengan masih menggunakan handuk.
Zee tengkurap diranjang sambil memainkan ponsel ditangannya.
"Zee...!" bentak Deril yang keluar dari kamar mandi dengan barang milik Zee ditangannya.
Zeepun segera bangun karena terkejut,diapun lebih terkejut saat melihat tubuh sispack suaminya yang hanya mengenakan handuk itu.
"Ya ampun,suami gue emang perfect" batin Zee.
Deril melemparkan barang milik Zee keatas ranjang "ngapain Lo taruh barang-barang Lo dilemari gue?"
Zee merasa heran, "Ya terus gue taruh mana?"
"Ya,Lo cari donk tempat yang kosong,kan ada,bukannya Lo taruh deket punya gue,risih tau gak gue lihatnya." ucap Deril.
"Kenapa harus risih,kan sekarang kita udah menikah,gak masalah donk kalo ngelihat kaya gini doang,gue juga udah ngelihat punya Lo kok," ucap Zee dengan wajah tanpa dosa.
Deril memijat pelipisnya untuk menahan emosi,"Pokoknya Lo pindahin thu barang-barang Lo ya,kalo gak, gue buang!" ucap Deril lalu kembali masuk untuk mengganti baju.
Zee cemberut lalu memunguti barang-barangnya diranjang.
"Gitu aja marah,ih..dasar...trus harus gue taruh dimana neh?" Zee mencari tempat kebetulan ada laci disamping ranjang,Zeepun meletakkan bra dan CDnya dilaci itu lalu menutupnya.
"Beres." Zee kembali berbaring diranjang yang dipenuhi kelopak bunga itu.
Deril selesai berganti baju dan keluar dari kamar mandi.
"Eh,bangun Lo! itu tempat tidur gue,sana Lo tidur disofa!" ucap Deril.
Zee duduk dengan wajah kesal, "Tidur disofa?ogah,gue mau disini aja,lagian Kitakan suami istri,gak baik tidurnya misah,sini suamiku," ucap Zee sembari mengedip-ngedipkan matanya.
"Zee,ini kamar gue dan itu tempat tidur gue,jadi gue yang berkuasa disini,turun sekarang!" Deril mendekat kearah Zee.
"Gak,gue gak mau turun," Zee kembali berbaring dan berpegangan pada bantal.
__ADS_1
"Zee,turun!" Deril menarik tubuh Zee,tapi Zee tetep tidak mau turun.
"Ma..." Teriak Zee,Derilpun terkejut dan langsung membungkam mulut Zee dengan tangannya,"diam!"
Zee melepaskan tangan Deril dari mulutnya,"Kalo Lo masih maksa gue buat turun,gue bakalan laporin Lo kemama sama papa kalo Lo udah KDRT sama gue!" bentak Zee.Keduanya saling menatap tajam.
Deril menghela nafas berat dengan wajah super kesal,Diapun mengambil bantal dan membawanya kesofa yang berhadapan langsung dengan ranjang.
Zee sebenarnya tidak tega jika Deril harus tidur disofa,apalagi setelah seharian berdiri,pasti tubuhnya juga merasa sangat lelah.
"Ril,ayolah jangan egois,sini tidur,gue janji gak akan deket-deket," ucap Zee dengan wajah memelas.
"Ogah!" Deril berbaring disofa,yang tidak lebih panjang dari tubuhnya,sehingga dia harus menekuk lututnya.
Zee hanya memandanginya dengan wajah sedih dan juga kecewa.
Deril melihat Zee yang bukannya tidur tapi justru terus memandanginya.
"Apa?tidur sana!" ucap Deril lalu memalingkan tubuhnya membelakangi Zee.
Zee cemberut dan segera menarik selimut untuk tidur.
Pagi telah tiba,sinar mentari masuk kekamar Deril dari celah jendela.
Derilpun terbangun,ia meregangkan ototnya yang terasa kaku,tapi ia lupa kalo sedang berada disofa.
"Brukkk" Derilpun terjatuh kelantai.
"au..." Deril segera bangun,dia melihat kearah ranjang tapi tidak ada seorang pun disana.
"Kemana thu cewek,gue harap semalam cuma mimpi buruk,dan semoga dia gak akan pernah kembali lagi kekamar ini." gumam Deril.
"Pagi...." Suara Zee yang masuk kamar sambil membawa segelas susu.
"Kamu udah bangun?neh,aku bikinin susu hangat,khusus buat suami aku," ucap Zee sembari menyodorkan susu itu pada Deril.
Deril mengerutkan keningnya,mendengar gaya bicara Zee yang terdengar aneh.
"Kenapa?kita itukan udah suami istri,gak sopan kalo pake Lo,Gue," jawab Zee yang seperti sudah tahu apa yang dipikirkan Deril, "Neh,susunya!"
"Gue gak biasa minum susu dipagi hari," ucap Deril.
"Oya?tapi kata mama itu kebiasaan kamu," ucap Zee.
Deril terdiam karena ketahuan bohong, "Ya,itu dulu,sekarang udah enggak!" jawab Deril lalu masuk kedalam kamar mandi.
Zee cemberut dan meletakkan susu itu keatas nakas,lalu kembali keluar kamar untuk menyiapkan sarapan.
Semua sudah berkumpul dimeja makan kecuali Deril,Zee menghidangkan beberapa menu masakan kemeja.
"Wah,kayanya papa bakalan makan banyak neh hari ini," ucap Adi dengan mata berbinar melihat banyak makanan lezat didepannya.
Zee menghidangkan ayam bakar didepan Reva.
"Hah..ayam bakar,tumben mama masak ini?" tanya Reva yang biasanya tidak pernah ada menu kesukaannya itu.
"kak Zee yang masak," ucap Farah.
Zee tersenyum," makanan kesukaan kamukan?"
"kok tahu?" tanya Reva heran.
"Mama yang bilang," Zee mengusap rambut Reva.
__ADS_1
Reva terlihat senang,karena biasanya dia harus membeli jika ingin makan ayam bakar.
"Oya,Deril mana Zee,kok belum turun?" tanya Adi.
"Tadi sih masih mandi pa,mungkin bentar lagi!" jawab Zee yang masih sibuk menyiapkan piring dimeja.
Deril menuruni tangga dengan pakaian yang sudah rapi lalu menuju kemeja makan.
Adi dan yang lainpun menatap Deril dengan wajah aneh.
"Kamu kok udah rapi,mau kemana?" tanya Farah.
"Ya,kekantorlah ma," jawab Deril.
Semua terdiam dengan wajah heran mendengar jawaban Deril.
"Kak,hari inikan hari Minggu,emang kantor gak tutup,Papa aja masih santai," ucap Reva.
Deril terdiam dengan wajah bingung dan juga malu, "Ya...kan aku mau lembur," Deril mencoba mencari alasan agar tidak terlalu malu karena dia sebenarnya emang lupa.
"Mana ada lembur,libur." skak Adi.
Farah dan Zeepun terkekeh.Reva sudah sibuk dengan ayam bakarnya.
Derilpun duduk dengan wajah kesal.
"Zee,kamu apain Deril sih semalam,sampai dia linglung kaya gitu?" goda Farah.
"Hah...?" Zee dan Deril saling melihat dengan wajah bingung.
Adi dan Farah terkekeh melihat ekspresi mereka berdua.
"Mama apaan sih,thu masih ada anak dibawah umur," ucap Deril sambil menunjuk Reva yang sebenarnya sedang tidak mendengarkan mereka.
"Iya-iya maaf,yuk makan!" ucap Farah.
Zee mengambilkan nasi untuk Deril,Derilpun hanya diam dan tidak bisa menolak.
Derilpun mengambil lauk ikan goreng kesukaannya,dan mulai memakannya,ekspresi wajahnya langsung berubah.
"Mama pesen makanan dari Restoran ya?" tanya Deril yang makan dengan lahap.
"Kenapa?enakkan?" tanya Farah sembari melirik kearah Zee yang tersenyum.
Deril menganguk dan melanjutkan makannya.
Adipun tersenyum, "Sebenarnya yang masak semua makanan ini itu Zee," ucap Adi.
Deril langsung tersedak dan batuk-batuk.
"uhuk..uhuk" Derilpun segera minum.
"kamu gak papakan?" tanya Zee khawatir.
Deril menggelengkan kepala, "Makanannya gak terlalu enak,ya udah,aku kekamar dulu,mau ganti baju," ucap Deril yang beranjak dari meja makan,sebenarnya Deril merasa malu karena sudah memuji makanan Zee.
Zee hanya diam dengan wajah cemberut.
"Biarin aja,Deril emang suka gengsi,ntar lama-lama juga luluh," ucap Adi.
"Ya pa," jawab Zee.
Merekapun lanjut makan.
__ADS_1