
Sesampainya dirumah,Zee langsung masuk kekamar tanpa menunggu Deril.
Deril tahu Zee masih kesal padanya,iapun sangat paham dengan perasaan Zee.
"Ril,kamu gak papakan?katanya ada masalah dikantor," tanya Farhan pada menantunya yang sedang melamun itu.
"Gak papa kok pa,ini semua emang salah aku,aku yang teledor," jawab Deril.
"Kamu gak perlu menyalahkan diri kamu berlebihan Ril,kamu itu harusnya berusaha agar bisa memperbaiki semuanya," ucap Farhan.
Deril menganguk, "Iya pa,aku akan coba," jawab Deril.
Merekapun pergi kekamar masing-masing untuk beristirahat.
Deril masuk kekamar dan melihat Zee yang sudah berbaring,ia mengusap lembut rambut istrinya yang tidur memunggunginya.
Zee sebenarnya belum tidur,tapi dia merasa masih kesal dengan suaminya sehingga tidak ingin bicara apapun.
Derilun kembali duduk dan mengambil laptopnya,lalu bekerja untuk memperbaiki proyek yang sedang kacau.Ia begitu serius bahkan ia menghubungi beberapa pegawai yang bertugas dilokasi pembangunan.
Iapun menguap karena ngantuk tapi berusaha untuk tetap terjaga.
Zee meliriknya kearah suaminya itu dan merasa tidak tega.iapun bangun dan memeluk punggung suaminya dari belakang.
Deril sedikit terkejut dengan tingkah Zee, "Kamu belum tidur?"
Zee menggelengkan kepalanya.
"Sana tidur ini udah malam," Deril memegang tangan istrinya sambil melirik kewajah Zee yang bersandar dipundak Deril.
"Maaf ya,gara-gara aku kamu harus kerja keras kaya gini," ucap Zee yang merasa bersalah.
"Zee,ini bukan salah kamu,maaf ya atas kemarahan aku tadi,aku bener-bener lagi kalut,tapi aku sadar itu semua karena keteledoran aku,jadi aku akan mencoba memperbaiki semuanya," ucap Deril.
Zee menganguk dan mengecup pipi suaminya.
"Udah,kamu tidur lagi ya,kasihan nanti baby kita kecapean," ucap Deril.
Zee menganguk,ia melepaskan pelukannya dan kembali berbaring diatas ranjang untuk tidur.
Deril tersenyum melihatnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Masih subuh,Deril sudah bersiap untuk pergi ke lokasi proyek.
Ia mengusap lembut wajah istrinya yang masih terlelap.
"Zee,aku pergi dulu ya?" bisik Deril.
Zee menggeliat dan membuka matanya perlahan.
"Inikan masih subuh," jawab Zee.
"Iya,ada yang harus aku urus," ucap Deril.
Zee menganguk ," hati-hati ya?" ucap Zee.
Deril menganguk dan mencium sekilas bibir istrinya itu, "Udah,kamu tidur lagi," Iapun segera beranjak pergi.
Deril sampai dilokasi yang cukup jauh itu saat matahari sudah mulai terik.
Ia menemui pegawai disana untuk mengecek bangunan yang tidak sesuai dengan kontrak kerjanya.
"Kemarinkan saya sudah bilang,bangun taman disini,bukannya tempat parkir," ucap Deril sedikit dengan nada kesal.
"Tapi,pak Bu Kania udah mereview ulang dan katanya harus ada tempat parkir disini," ucap Pegawai disana.
Mendengar nama Kania membuat darah Deril langsung mendidih,ternyata semua pekerjaannya kacau karena ulah si nenek sihir itu.
"Saya mau,kalian membangun ulang taman disini," ucap Deril lagi.
__ADS_1
"Gak mungkin pak,pembangunan udah hampir selesai,kalo kita membangun ulang pasti banyak barang bangunan yang kurang," ucap Pegawai lagi.
Deril memegang kepalanya dan berusaha berpikir,mencari solusi terbaik.
Deril melihat masih ada sedikit lahan kosong disebelah tempat parkir,ia mengambil ponsel dan mencari bangunan taman minimalis yang kemungkinan bisa dibangun ditempat sempit itu.
"Apa kalian bisa buat kaya gini?" tanya Deril menunjukkan foto taman diponselnya.
Pegawai itu menganguk, "Bisa,"
"Ok,,,bangun taman disebelah sini yang seperti ada difoto,untuk bahannya nanti biar saya tranfer uangnya," ucap Deril.
Pegawai itu manganguk dan menyetujui permintaan Deril,iapun merasa lega.
Tinggal satu masalahnya,membujuk klien untuk kembali bekerjasama.
Deril dalam perjalanan kembali kekantor,ia berbicara ditelefon.
"Kirimkan kesaya alamat rumah pak Abi," ucap Deril.
"Baik pak," ucap Andre.
Deril menutup telefonnya dan segera OTW,menuju rumah yang disebut saat Andre sudah mengirimkannya,ia berkali-kali menguap karena belum tidur sama sekali.
Kediaman rumah mewah Abi,Deril menemui satpam agar bisa masuk kedalam.gerbangpun terbuka dan Deril diizinkan masuk.
Abi sedang bermain bola dengan cucunya dihalaman rumah yang cukup luas itu.
Deril turun dari mobil dan saat itu bola menghampiri kakinya.
Abi sedikit terkejut melihat kedatangan Deril.
Deril mengambil bola itu lalu memberikannya pada anak kecil yang berdiri menatapnya aneh.
"Ini," ucap Deril dengan lembut.
"Makasih om," jawab anak itu.
Anak itu mendekati Abi, "Kek,ayo main lagi," ajak anak itu.
"Kamu main sendiri dulu ya,kakek ada tamu," ucap Abi.
Anak itupun menganguk dan kembali bermain.
Abi melihat kearah Deril yang masih menunggunya.
Mereka berbicara sambil duduk diruang tamu.
"Pak saya mohon jangan batalkan proyek ini,saya akan berusaha memperbaiki semuanya,ini,bapak lihat,saya akan bangun taman seperti ini," Deril menunjukkan gambar dilaptopnya yang sudah ia program sedemikian rupa.
Abi memperhatikan gambar itu dan terlihat tertarik,Deril kembali menjelaskan perubahan-perubahan pada proyek yang sudah ia perbaiki ulang.
"Gimana?bapak setujukan?" tanya Deril dengan penuh harapan karena ini satu-satunya kesempatan untuknya.
Abi menepuk pundak pria muda didepannya itu, "Berikan kontraknya pada saya,"
Deril menutup matanya dan merasa sangat lega,akhirnya pekerjaan yang ia lakukan tidak sia-sia.
"Terima kasih pak,terima kasih," ucap Deril sembari mencium tangan Abi.
Abi tersenyum, "Saya sangat respect dengan pria yang mau bekerja keras seperti kamu," ucap Abi.
Seorang gadis cantik keluar sambil membawakan minuman untuk Deril dan Abi.
"Nak Deril,ini Alena,putri bungsu saya," ucap Abi.
Deril tersenyum melihat Alena,begitupun Alena yang menunduk sopan pada Deril.
Alena kembali masuk.
__ADS_1
"Alena baru saja lulus S1 diinggris dan sekarang dia sedang membangun usaha boutiqe impiannya." ucap Abi menjelaskan.
Deril hanya menganguk dan meminum minuman yang sudah ada didepannya.
"Seandainya nak Deril tak keberatan,saya sangat senang jika Nak Deril mau berkenalan lebih dekat dengan Alena," ucap Abi.
Mendengar itu Deril langsung tersedak, "uhuk uhuk,"
"Kamu gak papa?" tanya Abi.
"Maaf pak," ucap Deril dengan wajahnya yang mulai kikuk setelah mendengar ucapan Abi.
"Sebenarnya saya sudah menikah," ucap Deril.
Abi langsung menatap kearah Deril.
"Dan istri sedang hamil sekarang," imbuh Deril.
"Oh,maaf-maaf,saya benar-benar tidak tahu," ucap Abi yang merasa tidak enak karena sudah meminta sesuatu pada Deril.
"Gak papa kok pak,kalo gitu saya permisi dulu,masih banyak pekerjaan dikantor," ucap Deril.
Abi menganguk, "Baik,nanti akan saya hubungi jika ada sesuatu yang perlu dibahas," ucap Abi.
Derilpun berpamitan dan segera kembali kekantor.
Disisi lain,Reva sedang mengikuti mamanya didapur.
"Kamu kenapa sih,dari tadi kok ngikutin mama terus," keluh Farah.
"Ma,aku mau belajar masak," ucap Reva membuat Farah membuka lebar matanya.
"Kenapa?gak boleh?" tanya Reva.
"Ya boleh,tapi kenapa tiba-tiba kamu mau belajar masak,pasti ada niat terselubung," sindir Farah yang sudah mengenal betul tabiat putrinya.
Reva cemberut, "Ih mama,putrinya mau belajar,bukannya didukung malah dicurigai,"
"Ya,udah,mama ajarin," ucap Farah.
"Serius?" ucap Reva dengan wajah senang.
"Iya," jawab Farah.
Revapun mulai belajar masak dari Farah.
Deril sampai dikantor,saat keluar mobil,ia memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing,bukan saja tidak tidur,Deril bahkan belum memakan apapun sejak pagi karena terlalu sibuk.
Ia menghela nafas,berusaha menahan sakit yang ia rasakan dan segera menuju keruangan Adi untuk memberikan kabar baik ini.
Adi melihat kontrak yang sudah ditanda tangani oleh pak Abi dan melihat kearah Deril.
"Gimana pa?" tanya Deril.
"Yah,akhirnya kamu mau belajar dari kesalahan dan berusaha memperbaiki semuanya,papa bangga sama kamu," ucap Adi sambil tersenyum.
Deril merasa senang dan lega,akhirnya masalah ini dapat ia selesaikan dengan baik.
"Tapi pa,ada satu masalah lagi," ucap Deril.
Adi mengerutkan keningnya.
"Soal Kania,dia yang sengaja merubah kontruksi pembangunan proyek," ucap Deril.
Adi menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
"Aku akan bilang ke Yoga supaya dia dapat peringatan," ucap Deril.
"Terserah kamu," ucap Adi.
__ADS_1
Derilpun segera pergi untuk menuju kantor Yoga.