Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Bukan Salah Zee


__ADS_3

Reva berpamitan pada Zee untuk pulang.


"Kamu hati-hati ya,sering-sering main kesini," ucap Zee.


"Iya kak,makasih ya ilmunya," ucap Reva.


Zee tersenyum dan memeluk adiknya itu.


"Bye..." Revapun pergi meninggalkan rumah Zee.


Zee segera kembali kedalam rumah.


Malam harinya,Deril baru pulang,ia masuk kekamar dengan wajahnya yang masih murung.


"Kamu udah pulang," Zee segera menghampiri suaminya dengan semangat.


Deril hanya diam dan langsung duduk disofa,Zee duduk disampingnya.


"Ada yang mau aku ceritain," ucap Zee.


Deril menatap Zee dengan tajam, "Zee,aku capek aku mau istirahat," ucap Deril.


"Kenapa sih?kan aku mau cerita,bentar aja," ucap Zee lagi.


"Zee,bisa gak sih kamu sehari aja gak gangguin aku,aku Thu capek tau gak," ucap Deril dengan wajahnya yang masih terlihat kesal.


Zee tertegun mendengar ucapan suaminya, "Jadi selama ini aku gangguin kamu?"


"Iya,dan gara-gara kamu,proyek aku dibatalin Sama klien,kalo aja kamu gak nyusul aku waktu itu pasti kerjaan aku gak akan berantakan kaya gini," ucap Deril dengan tegas.


"Kok aku yang salah,akukan cuma gak mau kamu berduaan sama Kania," ucap Zee.


"Kania...Kania...Kania...sampai kapan kamu mau cemburu terus sama dia,kan aku udah bilang kamu harus percaya sama aku,tapi kamu gak pernah mau dengerin aku,dan kamu tahu akibatnya,perusahaan rugi besar karena pekerjaan aku yang berantakan," Deril terlihat benar-benar marah.


Zee menggigit bibir bawahnya dan sudah hampir menangis.


Deril beranjak dari duduknya dan ingin pergi.


"Mau kemana?"


"Cari angin," jawab Deril tanpa menoleh sedikitpun kearah Zee.


Zeepun kembali duduk sambil menangis.


Apa kesalahan yang sebenarnya ia lakukan sehingga membuat Deril begitu marah.


Deril duduk sendirian disebuah taman,ia sebenarnya tidak ingin marah dan menyalahkan Zee Atas semua yang terjadi,tapi dia begitu terbawa emosi hingga tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Hah...." teriak Deril berusaha meluapkan emosinya agar hatinya merasa lega.


Iapun menyandarkan punggungnya kekursi dan berusaha menangkan diri,karena jika dirumah justru Zee yang akan jadi sasaran kemarahannya.


Pukul 23.00


Deril belum juga pulang membuat Zee merasa cemas.iapun keluar kamar dan menuruni tangga.


"Zee," panggil Farhan yang sedang mengambil minum.


"Papa," .


"Kamu mau kemana?" tanya Farhan.


"Deril belum pulang pa," ucap Zee.

__ADS_1


"lho,tadi bukannya udah pulang,?" ucap Farhan karena saat ia sampai rumah,ia melihat mobil Deril yang sudah terparkir.


"Iya pa,tadi dia marah,karena ada masalah dikantor,jadi pergi lagi," jawab Zee.


"Zee,nanti dia juga pulang,kamu gak usah cariin dia,ini udah malam,kamukan lagi hamil,gak baik buat kamu," ucap Farhan.


"Tapi pa..."


"Udah,kamu istirahat,papa yakin Deril pasti pulang,mungkin dia butuh waktu buat sendiri," ucap Farhan.


"Iya pa," jawab Zee.


Farhan kembali masuk kedalam kamar.Tapi bukan Zee jika tidak keras kepala.Iapun diam-diam pergi meninggalkan rumah dan membawa mobil sendiri.


Zee menyusuri jalan sekitar rumahnya untuk mencari keberadaan suaminya.


Zee mengendarai mobilnya sangat pelan,karena sudah malam dan jalanan juga cukup sepi.Tapi tiba-tiba sebuah motor melintas didepannya.


Zee yang terkejut langsung menginjak rem.


"Brakkkkk," Suara tabrakan yang terdengar cukup keras.


"Zee..." pekik Deril yang terbangun dari tidurnya,ia tertidur didalam mobil karena enggan pulang,ia takut jika emosinya tidak bisa terkendali seperti tadi.tapi kini perasaan Deril jadi tidak nyaman,karena mimpi buruk tentang istrinya.Iapun segera menyalakan mesin mobil dan segera pulang.


Sesampainya dirumah,Deril langsung kekamar untuk melihat keadaan Zee,tapi ia tidak menemukan Zee disana dan membuatnya semakin cemas.


"Kamu kemana sih Zee?" Deril melihat ponselnya yang sedari tadi sudah mati,iapun melemparkan ponselnya keranjang dan kembali menuruni tangga.


Deril menghela nafas dan mengetuk perlahan pintu kamar Farhan.


"Pa..." panggil Deril pelan.


Farhan membuka pintu,karena sebenarnya dia juga belum tidur.


"Zee kok gak ada dirumah,papa tahu dia kemana?" tanya Deril.


"Zee....tadi dia mau nyariin kamu,udah papa larang,tapi anak itu benar-benar keras kepala," ucap Farhan.


Deril merasa bersalah karena dirinya Zee malah menghilang ditengah malam seperti ini.


"Kringg," telfon rumah berbunyi.


Farhan mengangkatnya dan sangat terkejut, "Apa?" pekik Farhan.


Deril mulai terlihat cemas takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


"Pak,saya cuma nyerempet dia,dan saya juga mau bertanggung jawab,tapi dia minta ganti rugi 20 juta,kan gak masuk akal,motornya juga gak rusak parah," ucap Zee yang sedang berada dikantor polisi karena tabrakan yang dialaminya.


"Eh,neng,motor saya emang gak rusak parah,tapi neng udah bikin saya jantungan dan hampir mati," ucap pengendara motor itu.


"Yang pentingkan bapak masih hidup,lagian bapakkan yang nyebrang gak lihat-lihat, orang saya udah pelan banget kok bawa mobilnya," bantah Zee.


"Kok neng malah nyalahin saya?kan saya yang ketabrak," bantah balik pengendara motor.


Polisi merasa pusing dengan kasus tabrakan kali ini,keduanya sama-sama kekeh tidak mau disalahkan.


Farhan dan Deril sampai dikantor polisi.


Deril langsung memeluk istrinya dengan wajah cemas, "kamu gak papakan?"


Zee menggelengkan kepalanya.


"Pak,tolong masalah ini diselesaikan secara baik-baik,kami janji akan bertanggung jawab," ucap Farhan.

__ADS_1


"Harusnya emang gitu,kan dari tadi saya minta 20 juta,neng ini aja yang gak mau dan bikin masalahnya makin rumit," ucap si pengendara.


"Tapi pa,masa luka gitu doang minta 20 juta,dia pasti sengaja mau meras aku," ucap Zee.


"Deril,bawa Zee keluar,biar papa yang urus masalah ini," ucap Farhan pada menantunya.


"Ayo Zee," ajak Deril.


Zee menggelengkan kepalanya,Deril menatapnya tajam, "Ayo,"


Zeepun hanya bisa menurut dan keluar bersama Deril.


Farhan mulai berdiskusi secara baik-baik dengan pengendara motor itu agar mendapatkan solusi terbaik.


Zee hanya diam saat menunggu diluar bersama Deril.Derilpun terlihat masih bingung,apa yang harus ia katakan,apa dia harus memarahi istrinya yang keluar malam-malam hingga terjadi kejadian seperti ini,atau Ia harus minta maaf karena ia sudah marah-marah dan membuat Zee akhirnya mengalami kejadian seperti ini.


"Ini semua gara-gara kamu," ucap Zee memecah keheningan dan mengeluarkan Deril dari kebingungan yang menggangu kepalanya.


"Iya,maaf," jawab Deril.


Zee menatap kearah suaminya, "Maaf,bisa-bisanya kamu minta maaf setelah negbentak-bentak aku kaya tadi,dan sekarang aku hampir aja dipenjara karena nyariin kamu," ucap Zee dengan wajah kesal dan marah.


"Trus aku harus gimana?bersujud dikaki kamu?" tanya Deril.


"Iya..." jawab Zee spontan.


Deril ingin menunduk tapi Zee langsung mencegahnya dan memeluk erat tubuh suaminya itu sambil menangis.


Derilpun menutup matanya yang berkaca-kaca, "Maafin aku Zee,maafin aku," ucap Deril sambil mencium rambut istrinya itu.


Zee masih terus menangis sambil memukul pelan dada suaminya.


"Aku gak akan maafin kamu," ucap Zee.


Deril hanya diam,karena kali ini dia sadar akan kesalahannya,tidak seharusnya ia menyalahkan Zee atas semua yang terjadi.Ia harusnya instropeksi diri dan lebih hati-hati lagi dalam bekerja.


Farhan keluar dan melihat anak menantunya yang sedang berpelukan.


Deril melepaskan Zee dari pelukannya saat melihat Farhan.


Zee menghapus air matanya.


"Gimana pa?" tanya Zee.


"Udah selesai,yuk pulang," ucap Farhan.


Pengendara itu keluar, "Makanya neng lain kali kalo nyetir hati-hati,nanti jadi saya yang enak dapet ganti rugi," ucap pengendara itu lalu segera pergi.


"Ish ..." Zee mendengus kesal.


"Ya udah,Deril kamu bawa mobilnya Zee ya?" ucap Farhan.


"Gak mau,aku mau satu mobil sama papa aja," ucap Zee.


Farhan melihat Deril "Zee..."


"Gak papa kok pa,ini udah malam,kalo berdebat lagi kita gak akan sampai rumah," ucap Deril.


"Ya udah,ayo!" ucap Farhan.


Merekapun segera masuk mobil dan pulang.


** Like any comment ya**

__ADS_1


__ADS_2