
Zee sedang menggendong bayi itu setelah dipindahkan keruangan Eva.
Eva masih terbaring ditemani suaminya.
"Ya ampun,ponakan aku ganteng banget," ucap Zee.
Deril tersenyum sambil mengusap kepala bayi itu dengan lembut,Deril juga terlihat sangat gemas melihat bayi tampan itu.
"Kamu mau gendong?" tanya Zee.
"Hah," Deril terlihat bingung.
"Ayo coba,biar cepet ketularan," ucap Zee.
Derilpun mencoba menggendong bayi itu,meskipun terlihat sedikit kesulitan.
"Thukan,udah cocok jadi ayah," sindir Zee.
Deril tersenyum sambil memandangi wajah bayi yang berada dalam gendongannya.
Eva dan suaminya hanya tersenyum melihat tingkah Zee dan Deril.
Pagi harinya,Deril dan Zee baru pulang dari rumah sakit.
Deril merebahkan tubuhnya dikasur karena merasa sangat lelah dan mengantuk.
"Gak masuk kerja?" tanya Zee duduk disamping ranjang.
"Capek,minta izin sana sama papa," ucap Deril.
"Kok aku?" Zee ikut membaringkan tubuhnya disamping Deril.
Deril memeluk istrinya, "Ya udah,biarin gak usah minta izin," ucap Deril lalu mengecup leher Zee.
Zee tersenyum geli.
"Kayanya lucu juga kalo kita cepet punya anak," ucap Deril.
"Kemarin gak mau cepat-cepat," sindir Zee.
Deril mendekati wajah Zee, "Sekarang mau..."
"Ini masih pagi," bisik Zee.
"Siapa yang peduli," Deril ingin mencium bibir istrinya.
"Zee..." panggil Farhan dari lantai bawah.
Zee dan Deril terkejut.
"Siapa yang peduli,?" sindir Zee lalu mengecup pipi Deril dan beranjak pergi untuk menemui papanya.
Deril menghela nafas dan kembali berbaring untuk tidur.
"Ada apa pa?" tanya Zee sambil menuruni tangga.
"Ini,ada undangan untuk kamu sama Deril," ucap Farhan memberikan undangan itu pada Zee.
Zee merasa heran dan membuka undangan itu.
"Pak Anjas?" Zee berusaha mengingat siapa pak Anjas itu.
"Oh..." Zeepun membawa undangan itu kekamarnya.
Deril membaca undangan itu,acara ulang tahun pak Anjas ke-50.
"Padahalkan kita gak jadi kerjasama sama dia,kok kita diundang?" tanya Zee.
Deril berpikir, "aku juga gak tahu," jawab Deril.
"Terus kita datang gak?" tanya Zee lagi.
"Terserah,kamu mau datang apa enggak?" tanya Deril balik.
Zee terdiam dan berpikir ,"Datang aja deh,kan gak baik nolak undangan orang," jawab Zee.
Deril menganguk, "Ya udah,"
Kania datang bersama Yoga kepesta itu,karena mereka juga mendapatkan undangan.Saat masih didepan hotel Kania bertemu dengan Deril dan Zee.
"Malam pak Deril," Sapa Yoga.
__ADS_1
Deril tersenyum, "Malam," jawab Deril.
Sementara Zee dan Kania saling menatap tajam.
Merekapun masuk bersama kedalam pesta yang cukup mewah itu.
Zee dan Deril mengucapkan selamat kepada pak Anjas sambil memberikan hadiah kecil yang mereka bawa.
"Terima kasih banyak atas undangannya pak," ucap Deril.
"Pak Deril,meskipun kita tidak jadi bekerja sama,saya sangat kagum dengan kinerja anda,semoga dilain waktu kita bisa membangun proyek bersama," ucap Anjas.
Deril merasa senang mendengarnya.
Derilpun duduk bersama Zee sambil menikmati alunan musik yang merdu.
"Aku ketoilet bentar ya," ucap Zee.
Deril menganguk.Zeepun segera menuju ketoilet.
Saat sedang mencuci tangannya,Zee bertemu dengan Kania yang baru saja masuk.
"Apa kabar Kania?" tanya Zee.
Kania menatap wajah Zee, "Gak seburuk saat mama meninggal gara-gara kamu," jawab Kania.
Zee menghela nafas, "Sampai kapan kamu mau nyalahin aku dan Deril atas meninggalnya mama kamu?" tanya Zee.
"Sampai kalian mendapat balasan yang setimpal," ucap Kania lalu masuk kedalam WC.
Zee terlihat kesal mendengar jawaban Kania yang begitu menyakitkan.
Zee selesai dan ingin kembali,saat berbalik tiba-tiba mulutnya dibungkam oleh seseorang.
Iapun diseret keluar dari toilet,saat itu Zee sempat menarik wadah sabun hingga terjatuh.
Kania membuka pintu saat mendengar suara,tapi ia tidak melihat siapapun hanya wadah sabun yang sudah tergeletak dilantai.
Seseorang berbaju hitam menggunakan masker dan juga hodie menyeret Zee yang sudah pinsan kesebuah mobil,lalu memasukkan tubuh Zee kesana.
Deril melihat jam ditangannya,Zee sudah pergi hampir 15 menit.
Saat didepan pintu toilet Deril bertemu dengan Kania.
"Ada Zee didalam?" tanya Deril.
"Gak ada," jawab Kania.
Deril terdiam dan berpikir kemana Zee pergi.
Kania melihat kearah Deril yang sama sekali tidak meresponnya seperti orang asing.
Deril berusaha menghubungi ponsel Zee tapi tidak diangkat,Derilpun beranjak untuk mencari keberadaan istrinya.
Deril sudah berkeliling ketempat pesta,tapi tidak juga menemukan Zee,wajahnya mulai panik dan khawatir,kembali Ia berusaha menghubungi Zee tapi tetap tidak diangkat.
Deril keluar untuk menanyakan kepada satpam yang berjaga tentang keberadaan istrinya.
Tapi mereka juga tidak ada yang melihat.
Seseorang yang membawa Zee tidak melewati pintu depan,jadi tidak ada yang melihatnya.
Deril menghubungi rumah.
"Iya Ril,ada apa?" tanya Farhan.
"Zee udah pulang belum pa?" tanya Deril dengan wajah penuh harap.
"Belum,emang dia gak sama kamu?" tanya Farhan yang mulai cemas.
"Tadi kita sama-sama pa,tapi tiba-tiba dia ngilang,ini aku masih coba cari dia," jawab Deril.
"Ya udah,kamu coba cari lagi,mungkin dia masih ada disana," ucap Farhan.
"Baik pa," jawab Deril lalu menutup telfonnya.
Derilpun kembali masuk ketempat acara untuk kembali mencari Zee.
Saat itu Deril tidak sengaja bertabrakan dengan Yoga.
"Pak Deril,"
__ADS_1
"Maaf," ucap Deril dengan wajah cemasnya.
"Anda kenapa?kelihatannya sangat cemas?" tanya Yoga.
"Saya sedang mencari istri saya,Zee,mungkin anda melihatnya?" tanya Deril.
Yoga menggelengkan kepalanya.
Deril menghela nafas,hatinya mulai tidak tenang dan diselimuti rasa takut.
"Biar saya bantu cari ya," ucap Yoga.
"Terimakasih," ucap Deril.
Mereka kembali mencari Zee disetiap sudut ruangan,tapi tidak juga menemukan keberadaan Zee.
Kania menghampiri Yoga yang sedang clingak clinguk mencari sesuatu, "Bapak cari apa?" tanya Kania.
"Istrinya pak Deril,dia ngilang,aku lagi bantuin cari," jawab Yoga.
"Zee?" tanya Kania lagi.
Yoga menganguk.
Kania terdiam,ia teringat kejadian ditoilet tadi saat ada bunyi benda terjatuh.
Kaniapun langsung beranjak mencari Deril.
Deril masih mencari dengan wajah panik,Kania yang melihat Deril langsung menghampirinya.
"Tadi aku lihat Zee ditoilet," ucap Kania.
Deril terdiam melihat wajah Kania, "Terus dia kemana?"
"Aku gak tahu,tapi tadi aku denger ada bunyi benda jatuh,pas aku itu cuma wadah sabun," ucap Kania.
Deril terdiam dan berpikir,Iapun berlari menuju ketoilet yang dimaksud Kania,Ia melihat keatas dan menemukan benda yang ia cari,CCTV.
Dihotel mewah seperti itu tentu CCTV tersebar disetiap sudut ruangan.
Deril menemui Anjas untuk meminta izin keruang CCTV dan menjelaskan semuanya tentang Zee.
Anjaspun mengizinkan Deril,Yoga dan Kaniapun mengikuti Deril keruangan itu.
Petugas memutar rekaman CCTV ditoilet beberapa waktu yang lalu.
Nampak video Zee saat bertemu dengan Kania,dan setelah itu,benar saja seorang berbaju hitam itu membungkam mulut Zee dan menyeretnya pergi.
Deril sangat terkejut saat melihat istrinya diculik oleh seseorang, "Zee.."
"Ini kasus penculikan,sebaiknya anda lapor polisi," ucap Yoga.
Deril mengusap wajahnya yang terlihat sangat panik dan khawatir.
Kania tersenyum tipis. "Zee diculik,sepertinya sangat menarik,Tuhan lagi berpihak sama aku," batin Kania.
Deril sedang melaporkan kasus Zee kepada Polisi,Polisipun memeriksa rekaman CCTV yang Deril bawa.
"Baik pak,kami akan segera memproses laporan Anda dan melakukan penyelidikan," ucap polisi itu.
Deril masih terlihat khawatir meskipun sudah melaporkan kasusnya kepada polisi,Iapun bertekad mencari Zee.
Deril menyusuri jalanan sekitar hotel dengan mobilnya,berharap Zee tiba-tiba muncul dan menghampirinya.
Ponsel Deril berbunyi, telepon dari Farhan.
Deril menghela nafas dan berusaha tenang,ia tidak ingin membuat Farhan cemas jika tahu Zee diculik.
"Halo pa," jawab Deril.
"Gimana Ril,Zee udah ketemu?" tanya Farhan.
"Aku masih nyari pa," jawab Deril.
"Kemana sih Thu anak,coba kamu hubungi teman-temannya,siapa tahu dia sedang bersama mereka," ucap Farhan yang juga mulai merasa cemas.
"Iya pa," ucap Deril lalu menutup telepon,Deril sengaja tidak menceritakan tentang penculikan Zee karena khawatir Farhan akan semakin khawatir.
Deril menyandarkan kepalanya kebelakang, "Kamu dimana sih Zee," gumam Deril sambil menutup matanya.
*Siapa ya kira-kira yang nyulik Zee,dan apa motifnya???*
__ADS_1