Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Pakar Cinta


__ADS_3

Reva sedang dikamarnya,ia mencari artikel tentang kesukaan pria dewasa seperti Yoga.


Ia begitu semangat untuk memanfaatkan waktu satu bulan ini demi mendapatkan cinta Yoga.


"Kenapa aku gak tanya kak Zee aja ya,dulu kak Derilkan benci banget sama kak Zee,tapi sekarang cinta mati,pasti kak Zee bisa bantuin aku," ucap Reva lalu mengambil ponselnya untuk menelfon Zee.


Zee sedang menonton tv sambil berbaring dan meletakkan kepalanya dipaha Deril yang duduk sambil menyuapinya buah.


"Drrrttt" ponsel Zee berbunyi.


Zee melihatnya dan mengerutkan keningnya.


"Siapa?" tanya Deril.


"Reva," jawab Zee.


Deril juga merasa heran karena tiba-tiba Reva menelfon Zee.


"Halo," Zee menjawab telfon Reva.


"Halo kak Zee,kakak besok ada waktu gak?" tanya Reva.


"Emang kenapa Reva?" tanya Zee.


"Ada sesuatu yang pengen aku tanyain,bolehkan?" tanya Reva lagi.


Zee tersenyum, "Boleh dong,main aja kerumah," jawab Zee.


"Ok,besok aku kerumah ya kak" jawab Reva dengan semangat lalu mematikan telfonnya.


"Ada apa?" tanya Deril.


"Gak tahu,katanya ada yang mau ditanyain," jawab Zee dan kembali membuka mulutnya.


Derilpun memasukkan buah kemulut istrinya itu.


"Kamu tahu gak,kemarin dia bilang mau jadi pacarnya Yoga," ucap Deril.


Zee langsung tertawa,Deril menatapnya.


"Emang kenapa?lucu tau,"


"Zee,Revakan masih kecil,sedangkan Yoga,udah seumuran aku," ucap Deril.


"Hei,cintakan gak kenal umur," ucap Zee.


Deril hanya diam,ia tidak akan menang jika harus berdebat dengan Zee,iapun menggigit buah yang tinggal sepotong itu.


"Kok dihabisin," keluh Zee.


Deril memajukan mulutnya yang masih menggigit buah itu,sengaja menggoda Zee.


"Ish," Zeepun tidak mau kalah dan mengambil buah itu dengan mulutnya membuat Deril sedikit terkejut dan melepaskan gigitannya.


Zee tersenyum sambil mengunyah buah itu.


"Dasar," keluh Deril sambil mengusap kepala istrinya.


Keesokan harinya,Deril dan Zee masih tertidur dibalik selimut sambil berpelukan.


"Drrrttt," ponsel Deril berbunyi.


Deril menggeliat dan meraih ponselnya dengan mata yang masih tertutup.


"Halo,"


"Pak,ada masalah sama proyek yang kemarin," ucap Andre.

__ADS_1


"Emang kamu gak bisa hendel?" tanya Deril.


"Masalahnya klien ingin membatalkan proyek jika kita tidak segera mengurusnya," jawab Andre.


"Apa?" Deril langsung membangunkan tubuhnya, "Aku berangkat sekarang," Deril menutup telfon dan segera beranjak untuk mandi.


Zee hanya menggeliat tanpa mempedulikan suaminya yang sedang panik.


Klien membanting laporan didepan Deril dan juga Adi,Kania dan Yoga juga ada disana.


"Saya sangat kecewa dengan kinerja anda pak Deril,bagaimana bisa proyek yang dibangun tidak sesuai dengan kontrak yang sudah kita sepakati," ucap klien itu dengan wajah kesal.


"Pak,maaf,tapi kemarin waktu saya survei kelokasinya semua sudah sesuai dengan kontrak,mungkin ada kesalahan,nanti saya akan cek lagi," ucap Deril berusaha meyakinkan Klien.


"Saya sudah kecewa,dan saya akan membatalkan proyek kerjasama ini," ucap Klien itu dan langsung pergi meninggalkan ruangan meting.


"Pak tunggu,..." Deril berusaha menahannya tapi Adi mencegahnya.


Deril kembali duduk dengan wajah yang masih syok,bisa-bisanya proyek yang sudah setengah jalan dibatalkan,pasti perusahaan akan mengalami kerugian yang cukup besar.


"Biar saya yang mencoba membujuknya," ucap Kania.


Yoga menganguk.


Kania beranjak dan menyusul klien itu.


"Papakan udah berkali-kali bilang,jangan teledor dalam menangani proyek,tapi kamu selalu melakukan kesalahan," ucap Adi yang terlihat sangat kecewa.


"Kalo proyek benar-benar dibatalkan bukan hanya perusahaan kita yang rugi,tapi juga perusahaan pak Yoga," imbuh Adi lagi.


Deril hanya diam.


"Pak,Kania pasti bisa mengatasi semuanya,jadi jangan mengambil kesimpulan dulu," ucap Yoga berusaha menenangkan Adi.


Tapi yang sebenarnya,Kania hanya diam dilobi dan membiarkan klien itu pergi tanpa berkata apapun,dia justru melambaikan tangan.


Kania kembali masuk keruang meting dengan wajah penuh drama.


"Gimana?" tanya Yoga.


Semua mata tertuju pada Kania dengan penuh harap.


"Maaf ya,tapi klien tetap tidak mau merubah keputusannya," ucap Kania dengan wajah sedih.


Semua terlihat kecewa.Adi langsung meninggalkan ruangan itu dengan wajahnya yang masih marah.


Deril memejamkan matanya,terlihat jelas penyesalan yang begitu dalam diwajahnya.


Yoga hanya menghela nafas,meskipun kecewa tapi dia tidak ingin menyalahkan siapapun dalam hal ini.


"Ini semua kesalahan kamu pak Deril," ucap Kania.


Deril menatap kearah Kania.


"Kemarin kamu pulang sebelum pekerjaan selesai,kamu lebih mementingkan istri kamu daripada proyek ini,dan lihat akibatnya,proyek dibatalkan,kamu bisa bayangin kan berapa kerugian perusahaan," ucap Kania.


Deril hanya diam,kali ini dia sama sekali tidak bisa membela diri.


"Kamu selalu bilang kita harus profesional,tapi lihat,kamu tidak pernah bekerja dengan profesional," lanjut Kania membuat Deril semakin merasa bersalah.


"Kania cukup," ucap Yoga.


"Pak,perusahaan kita juga rugi besar karena proyek ini batal," ucap Kania.


Yoga tidak memungkiri hal itu, "Ya sudah pak Deril,saya kembali kekantor dulu,Ayo Kania," ajak Yoga karena tidak ingin Kania kelewat batas.


Kaniapun pergi dengan senyum tipis diwajahnya.

__ADS_1


"Hah..." teriak Deril dengan kesal,bisa-bisanya ia melakukan kesalahan fatal seperti ini.


"Tingtung," Bel rumah berbunyi.


Zee menuruni tangga dan membuka pintu.


"Hai..." sapa Reva saat pintu terbuka.


Zee tersenyum dan memeluk adiknya itu, "Apa kabar kamu?" tanya Zee.


"Baik kok kak," jawab Reva.


"Yuk masuk,kita ngobrol didalam," ajak Zee.


Merekapun masuk dan duduk diruang tengah didepan tv.


"Kamu tunggu sini ya,biar aku ambilin minum," ucap Zee.


Reva menganguk.


Zee kedapur dan kembali sambil membawa minuman dan sedikit cemilan.


"Ayo diminum," ucap Zee.


Reva tersenyum dan segera minum.


Zee duduk disampingnya.


"Kak,sebenarnya aku kesini mau ada yang aku tanyain ke kakak," ucap Reva.


"Apa?" tanya Zee.


"Gimana sih cara kak Zee ngeluluhin hatinya kak Deril,dulukan kak Deril gak suka sama kakak,tapi sekarang,udah cinta mati," ucap Reva.


Zee tersenyum, "Kenapa?kamu lagi jatuh cinta ya?" tanya Zee menggoda Reva.


Reva tersenyum malu,membuat Zee terkekeh.


"Tapi dia gak suka kak sama aku,katanya aku masih terlalu muda," ucap Reva dengan wajah sedih.


Zee teringat tentang cerita Deril tentang Reva dan Yoga.


"Reva,cintakan gak mengenal umur," ucap Zee.


Reva menatap Zee dengan wajah bahagia, "Thukan kak Zee ngerti banget,tapi gak ada yang dukung aku," keluh Reva.


"Kamu tenang aja,aku akan dukung kamu,kamu harus berjuang buat dapetin cinta kamu,kamu lihatkan,dulu aku juga sering ditolak sama kak Deril,berkali-kali malah,tapi aku terus berjuang sampai akhirnya sekarang kak Deril cinta mati sama aku," ucap Zee memberi semangat pada Reva.


"Kak Zee bener,aku juga mau berjuang buat cinta aku,"


"Semangat," ucap mereka berdua sambil mengepalkan tangan.


"Tapi gimana caranya kak,kak Yoga bukan orang yang gampang dirayu," ucap Reva.


Zee berpikir, "Ehm...."


Zee sebenarnya juga bingung,karena dia juga sering ditolak karena ide-ide konyolnya dalam menembak Deril dulu.tapi dia tidak ingin adiknya itu kena tolak dan sakit hati seperti yang ia rasakan.


Reva masih menunggu jawaban Zee.


"Kamu belajar masak aja dulu,biasanya cowok paling suka sama cewek yang bisa masak," ucap Zee yang sebenarnya juga tidak yakin dengan jawabannya.


"Gitu ya,ya udahdeh nanti aku belajar masak sama mama," ucap Reva.


Zee tersenyum, "Satu lagi,kamu harus super perhatian sama kak Yoga,karena cowok paling suka diperhatiin,tapi jangan berlebihan juga nanti dia ilfell," imbuh Zee.


Reva hanya menganguk mendengarkan Zee yang berubah seperti pakar cinta,padahal masa lalunya sangat buruk dalam mengejar cinta.

__ADS_1


** Like and comment ya..**


__ADS_2