Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Perjuangan Zee


__ADS_3

"Serius Lo?" pekik Ririn saat mendengar cerita Zee bahwa Deril telah memutuskan Kania.


Zee menganguk dengan wajah sumringah.


"Lo gak lagi ngehalukan Zee?atau Lo lagi sakit?" tanya Eva lagi.


Zee memicingkan matanya, "Kalian sahabat gue bukan sih sebenarnya,gue serius,"


Ririn dan Eva saling melihat.


Zee menghela nafas karena sikap dua sahabatnya ini, "Apa perlu gue telfon Deril?" ancam Zee.


"Gak perlu,kita percaya kok," jawab Ririn.


"Hebat juga ya Lo,belum ada sebulan Lo udah bisa bikin Deril mutusin Kania," puji Eva.


Zee menyingkap rambutnya dengan wajah sombong.


"Jadi ceritanya,Lo udah malam pertama neh sama Deril?" tanya Ririn.


Zee terdiam membuat Ririn dan Eva merasa heran.


"Ya...belum," jawab Zee.


"Kok belum?" pekik Eva dan Ririn bersamaan.


"Deril bilang,gue harus buat dia jatuh cinta dulu sama gue,baru dia mau ngelakuin itu," jawab Zee.


"Aduh Zee,gue rasa suami Lo itu emang gak normal deh,tinggal tancep aja ribet banget," ucap Ririn.


"Ish,..." Zee mendengus kesal mendengar ucapan Ririn.


"Habisnya konyol banget sih syaratnya,gue jadi geregetan tau gak," ucap Ririn lagi.


"Ya udahlah,tinggal bikin dia jatuh cinta aja,bukan hal yang sulit," ucap Zee dengan keyakinan penuh.


"Lo yakin?" tanya Eva.


Zee tertegun, "Yakin donk," ucap Zee dengan wajah ragu-ragu.


Ririn dan Eva hanya terkekeh,teringat perjuangan Zee dulu saat mengejar Deril tapi sama sekali tidak mendapatkan hasil.


"Sekarang beda sama yang dulu,kita udah sama-sama dewasa,bukan anak SMA yang ngelakuin hal konyol buat dapetin pacar," ucap Zee.


"Ok...ok...kita percaya kok," ucap Eva.


"Gue bakalan tunggu calon ponakan berikutnya," ucap Ririn menggoda Zee.


"Ih,mulai juga belum," ucap Zee dengan wajah cemberut.


Disebuah Kafe,Kania sedang bertemu dengan Rico.


"Jadi apa rencana Lo,buat misahin Deril sama Zee?" tanya Kania.


Rico menatap wajah Kania, "Minum dulu,jangan terlalu terburu-buru," ucap Rico sembari menyodorkan minuman keKania.


"Gue gak butuh minum,yang gue butuhin itu Deril," ucap Kania dengan tegas sembari meletakkan minuman itu diatas meja.


Rico menyunggingkan bibirnya, "Deril akan semakin ilfel jika sikap Lo berlebihan kaya gini," ucap Rico.


Kania terdiam,Ia berusaha lebih tenang.


"Gue suka sama Zee,jadi gue yang bakalan deketin Zee dan bikin Deril menjauh,dan Lo jangan ngelakuin hal bodoh yang bakalan nyelakain Zee atau diri Lo sendiri,ngerti," ucap Rico.


"Gue gak yakin Lo bisa deketin Zee,karena Zee itu udah cinta mati sama Deril," ucap Kania.


"Mungkin Zee gak akan berpaling dari Deril,tapi Deril?gak sulit buat bikin dia berpaling dari Zee," jawab Rico dengan yakin.


Kania hanya menyunggingkan bibirnya, "Yah,mungkin aja,tapi gue gak bisa nunggu terlalu lama,"


Rico menatap Kania, "Lo tunggu aja dan jangan ngelakuin apapun,"


Kania berdiri, "Gue gak janji," ucap Kania lalu beranjak pergi meninggalkan Rico.

__ADS_1


Rico mendengus kesal dengan sikap Kania, "Keras kepala,"


Zee benar-benar serius belajar akhir-akhir ini,dia bertekad untuk lulus kuliah tahun ini dan membuat Deril bangga padanya.


Ricopun mengajari Zee dengan serius,meski terkadang Rico mencoba mendekati Zee,tapi sangat tidak mudah,karena Zee sama sekali tidak meresponnya.


Deril masuk kedalam kamar sepulang kerja,Ia melihat Zee yang sedang sibuk belajar diatas ranjang dengan laptopnya.


Deril membuka sepatu,lalu duduk disamping Zee dan melihat laptop Zee.


"Ikut skripsi tahun ini?" tanya Deril.


Zee menganguk, "Aku mau cepet lulus," jawab Zee dengan semangat.


Deril menaikkan alisnya, "Oh.." ucap Deril dengan nada mengejek.


Zee menatap Sinis kearah suaminya itu, "Kenapa?kamu gak yakin aku bisa lulus?"


"Aku gak bilang kaya gitu kok," jawab Deril.


"Emang gak bilang,tapi pikiran kamu kaya gitukan," ucap Zee.


"Sok tau," ucap Deril sambil mengacak-ngacak rambut Zee.


"Ih..." Zee merapikan rambutnya.


Deril terkekeh melihatnya.


"Pokoknya kalau aku lulus,kamu harus kasih aku hadiah," ucap Zee.


"Emang kamu mau apa?" tanya Deril.


Zee tersenyum sambil membayangkan sesuatu.


"Gak usah mikir yang aneh-aneh," Deril ingin beranjak tapi Zee menahannya.


Zee mendekati wajah suaminya itu.


"Aku mau...malam pertama kita," bisik Zee ditelinga Deril.


Zee mengerucutkan mulutnya,Deril justru menciumnya sekilas membuat Zee sedikit terkejut.


Derilpun tersenyum dan beranjak menuju kekamar mandi.


"Ih..dasar," gumam Zee lalu menggigit bibir bawahnya.


Siang itu Deril sedang sibuk dikantor,banyak pekerjaan penting yang harus dia selesaikan.


Kania masuk keruangannya dengan wajah sedikit tegang.


"Ada apa?" tanya Deril.


"Pak Ronald ingin meting siang ini juga," ucap Kania.


Deril menyunggingkan bibirnya, "Mana bisa meting dadakan kaya gini,emang semua datanya udah siap?"


"Udah,tapi metingnya diluar kota," ucap Kania.


Deril menatap wajah Kania, "Luar kota?"


"Iya,kebetulan Pak Ronald sedang mengadakan pertemuan disana,jadi sekalian kita diminta untuk pergi kesana," ucap Kania.


Deril terdiam dan berfikir.


"Pak Ronald salah satu klien penting diperusahaan ini,kalo kita menolak mungkin dia akan kecewa dan membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan," imbuh Kania.


"Papa udah tahu soal ini?" tanya Deril.


Kania terdiam.


"Mungkin lebih baik papa yang pergi untuk meting,Karena papa lebih mengenal pak Ronald daripada aku," ucap Deril.


Kania tertegun mendengar jawaban Deril,sebegitu tidak inginnya Deril pergi bersama Kania.

__ADS_1


Kania menghela nafas, "Saya akan mencoba berbicara dengan pak Adi," ucap Kania.


Deril menganguk.


Kania berlalu dengan wajah menahan amarah.


Deril seperti sudah bisa membaca pikiran Kania,pergi keluar kota bersama itu adalah rencana sempurna untuk menghancurkan rumah tangganya dengan Zee,dan Deril bukan pria bodoh yang mudah dibodohi.


Zee sedang menunggu taxi pesanannya didepan kampus,hari sudah cukup larut karena banyak yang harus Ia kerjakan sehingga ia pulang terlambat.


Tapi Zee sudah meminta Izin pada Deril yang juga masih lembur dikantor.


Tiba-tiba seorang pria yang tidak asing menghentikan motor didepannya.


Zee mengerutkan keningnya,itu Rico.


"Mau bareng?" tanya Rico.


"Ngapain Lo disini?Lo bukan mahasiswa atau dosen disinikan?" tanya Zee.


Rico tersenyum,"Kebetulan gue ada urusan disini,mau bareng gak?" tanya Rico lagi.


"Gak usah,gue udah pesen taxi kok," ucap Kania.


"Drrrtttt" Hp Zee berbunyi,Zee membukanya ternyata taxi pesenannya dicancel.Zee mendengus kesal.


"Kenapa?dicancel?" tanya Rico.


Zee hanya diam.


"Ya udah,yuk bareng aja,ini udah malam Lho," ajak Rico.


Zee menatap wajah Rico penuh curiga.


"Tenang,gak bakalan gue culik,gue anterin selamat sampai rumah," ucap Rico meyakinkan.


Zee nyengir dan terpaksa menerima ajakan Rico.


Rico dan Zee sampai didepan rumah,Saat itu Deril juga baru sampai bahkan belum keluar dari mobil.


Deril menatap tajam Zee yang turun dari motor Rico.


"Makasih ya," ucap Zee.


"Sama-sama,gak diculikkan?" sindir Rico.


Zeepun terkekeh.


"Kalo gitu gue balik dulu," ucap Rico lalu segera pergi dengan motornya.


Zee tersenyum,Iapun berjalan menuju kedalam rumah.


Deril menghela nafas,Ia segera turun dan menyusul Zee yang sedari tadi tidak sadar jika Deril sedang memperhatikannya.


Deril masuk kedalam kamar,Zee yang baru saja masuk terkejut melihatnya.


"Kamu juga baru pulang?" tanya Zee.


"Hem," jawab Deril sambil menaruh tasnya,lalu duduk untuk melepas sepatunya.


"Tadi aku diantar sama Rico," ucap Zee.


Deril diam tidak merespon.


Zee merasa heran dan duduk disampingnya, "Kamu marah?"


"Gak," jawab Deril singkat.


"Serius gak marah,ya udah,besok aku mau bareng lagi sama dia," Zee sengaja menggoda Deril.


Deril menatap tajam kearah Zee, "Lo begok atau apasih?dia itu sengaja deketin Lo,tapi Lo malah kesenangan,sebagai seorang istri gak pantes dibonceng cowok lain didepan umum,itu namanya gak punya malu," ucap Deril dengan tegas lalu beranjak menuju kekamar mandi dan membanting pintu kamar mandi dengan kasar.


Zee terdiam dengan wajah sedih,Dia Sama sekali tidak berniat seperti itu,tapi kenapa Deril bisa semarah itu dan kata-katanya benar-benar membuat dada Zee terasa sesak,padahal dulu rasanya tidak sesakit ini.

__ADS_1


Zee menutup mata sembari memegangi dadanya yang terasa sesak.


__ADS_2