Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Kecewanya Yoga


__ADS_3

Zee sedang berbaring diranjang sambil melihat ponselnya,Ia melihat video mukbang yang membuat perutnya lapar.


"Makan seblak enak kali ya?" tanya Zee pada dirinya sendiri.


Zeepun menelfon Deril.


Deril masih dijalan menuju kantor Yoga.


Ponselnya berbunyi,telfon dari istri tercinta.


"Halo Zee,"


"Aku mau seblak," ucap Zee tanpa basa basi.


"Sekarang?" tanya Deril.


"Iya," jawab Zee.


"Ya udah aku beliin," ucap Deril.


"Makasih," ucap Zee yang terlihat senang.


Derilpun Putar balik untuk mencari seblak pesanan istrinya.walaupun merasa lelah dan sedikit pusing tapi kali ini dia tidak mau mengecewakan Zee lagi,sudah cukup kejadian semalam membuatnya menyesal.


Reva selesai memasak dan memasukkan makanan yang ia buat kedalam Tupperware,Farah merasa heran.


"Buat siapa makanannya?," tanya Farah dengan wajah curiga.


"Buat kak Zee," jawab Reva yang sebelumnya udah Kong kalikong dengan Zee.


"Oh,tumben kamu mau buatin makanan buat kak Zee," sindir Farah.


"Ma,kak Zee kan lagi hamil,jadi aku harus perhatian sama dia dan calon ponakan aku," jawab Reva.


Farah hanya tersenyum sambil menaikkan kedua alisnya.


"Tapi kamu yakin makanan yang kamu buat enak?" tanya Farah memastikan.


"Yakin dong,kan resep dari mama,pasti enak," ucap Reva memuji mamanya.


Farah hanya menyunggingkan bibirnya.


Deril sampai dirumah,Zee sudah menunggu didepan pintu dengan bahagia melihat Deril membawa makanan pesanannya.


"Neh," Deril memberikan seblak itu pada Zee.


"Makasih sayang," ucap Zee lalu mengecup pipi suaminya.Deril tersenyum dan mengusap kepala istrinya.


"Ya udah,aku balik lagi ya,masih ada urusan," ucap Deril.


"Belum selesai?" tanya Zee dengan wajah cemberut berharap Deril mau menemaninya makan.


"Cuma sebentar kok," ucap Deril.


"Ya udah,tapi jangan lama-lama ya," ucap Zee.


Deril menganguk dan mengecup kening Zee,iapun segera kembali kemobil untuk menyelesaikan urusannya.


Reva sampai didepan kantor Yoga dengan makanan yang sudah ia siapkan,tapi saat dilobi,ia melihat Deril,iapun langsung bersembunyi agar tidak bertemu dengan kakaknya itu.


"Ngapain kak Deril kesini?" gumam Reva dengan wajah cemberut,karena kalo ada Deril dia tidak bisa bertemu dengan Yoga.


Deril sedang diruangan Yoga bersama Kania juga.Yoga terlihat senang saat membaca kontrak kerja dengan Abi yang tidak jadi dibatalkan.

__ADS_1


"Pak Deril emang hebat,proyek yang sudah batal bisa diperbaiki dengan mudah," puji Yoga.


Deril menyunggingkan bibirnya.


Kania hanya diam saat melihat kontrak kerja itu.


"Sebenarnya ada yang harus saya sampaikan tentang penyebab kontrak yang batal kemarin," ucap Deril.


Yoga mengerutkan keningnya, "Kenapa?"


"Ada seseorang yang sengaja merubah kontruksi bangunan agar tidak sesuai sama kontrak yang sudah disepakati," ucap Deril.


"Maksud pak Deril,ada yang sengaja ingin agar kontrak ini batal?" tanya Yoga meyakinkan.


Deril menganguk, "Mungkin dia sangat membenci saya,atau ada maksud lain," ucap Deril sambil menatap tajam kearah Kania.


Kania memalingkan wajahnya dari Deril dan mulai terlihat panik.


"Siapa pak Deril,apa orang dalam?" tanya Yoga.


"Orang kepercayaan pak Yoga,ibu Kania yang terhormat," ucap Deril dengan tatapan tajam yang mengarah pada Kania.


Yoga tersentak mendengar jawaban Deril.


"Pak Deril jangan asal nuduh ya,gak mungkin saya sengaja merusak kontrak itu,karena saya juga akan merugikan perusahaan tempat saya bekerja," bantah Kania.


"Kenapa gak,kamu pernah ngelakuin inikan sebelumnya sama proposal Zee,demi niat kamu,kamu sama sekali gak peduli sama kerugian perusahaan," ucap Deril.


"Pak Deril gak punya bukti untuk menuduh saya seperti ini," Bantah Kania lagi.


Deril menyunggingkan bibirnya,dan mengambil ponselnya,lalu memutar rekaman diponselnya.


Yoga dan Kania terdiam.


Yoga sangat terkejut dan langsung menatap Kania.


Kania membuang ponsel Deril hingga menghantam dinding dan pecah.


"Kania..." pekik Deril yang langsung bangun dari duduknya.


"Kamu sengajakan fitnah aku,bisa aja kamu sewa seseorang buat bikin rekaman murahan kaya gitu," ucap Kania masih mencoba membela diri.


"Saya bisa tunjukkan bukti lainnya,kalo kamu mau," ucap Deril.


"Gak perlu pak Deril," ucap Yoga.


Kania melihat Yoga, "Pak Yoga percayakan sama saya,saya gak akan ngelakuin hal bodoh kaya gitu pak,itu sangat merugikan perusahaan dan selama ini apa pernah saya sengaja membuat perusahaan kita rugi?" Kania berusaha meyakinkan Yoga.


Deril menyeringai kesal mendengar Kania yang begitu pandai bicara.


Yoga terdiam.


"Mungkin pak Deril masih dendam sama saya,karena masa lalu kami yang kurang baik,dia tidak ingin melihat saya sukses setelah keluar dari perusahaannya," imbuh Kania.


Deril menggelengkan kepalanya,benar-benar tak habis pikir begitu mudahnya wanita ini memutar balikkan fakta.


"Pak tolong...."


"Kania cukup," ucap Yoga memotong perkataan Kania.


Yoga menatap tajam kearah Kania, "Selama ini saya memang sangat percaya sama kamu,tapi kali ini saya lebih percaya sama pak Deril,Kania" ucap Yoga membuat Kania tersentak.


"Cara kamu bicara pada pak Deril dan sikap kamu yang tidak sopan dengan merusak ponsel pak Deril begitu membuktikan bahwa kamu memang bersalah bahkan tanpa bukti apapun," ucap Yoga.

__ADS_1


Kania terdiam.


"Pak Deril,bisakan biar saya yang urus soal Kania,karena dia pegawai saya," ucap Yoga.


Deril merasa lega, "Tentu pak Yoga,kalo gitu saya permisi dulu," Derilpun mengambil ponselnya yang sudah pecah dan segera keluar dari ruangan Yoga dengan senyum tipis diwajahnya.


Yoga kembali duduk dan menatap wajah Kania.


"Kenapa Kania,kenapa wanita pintar dan cerdas seperti kamu harus melakukan hal bodoh kaya gini?" tanya Yoga.


Kania menghela nafas, "Itu urusan pribadi saya pak,maafin saya," ucap Kania.


Yoga menyunggingkan bibirnya, "Urusan pribadi yang sudah membuat perusahaan rugi besar,saya benar-benar tidak menyangka dengan jawaban kamu," ucap Yoga.


Kania menatap kearah Yoga, "Lalu kenapa?apa pak Yoga juga mau memecat saya,ingat ya pak Yoga perusahaan ini berkembang karena kerja keras saya,saya yang berjuang mencari klien yang bahkan pak Yoga tidak bisa dapatkan," ucap Kania yang mulai keluar sikap aslinya.


Yoga benar-benar tidak percaya Kania mengatakan hal seperti itu.


"Anda tidak akan bisa sukses tanpa campur tangan saya diperusahaan ini," imbuh Kania lagi membuat Yoga semakin kesal.


"Beresin semua barang kamu,dan pergi dari perusahaan saya," ucap Yoga dengan tegas.


Kania terkejut, "Pak Yoga memecat saya?"


"Kamu cukup pintarkan untuk mengerti ucapan saya," ucap Yoga.


"Seperti pak Deril,pak Yoga juga akan menyesal sudah melakukan ini pada saya," ucap Kania dengan wajah kesal.


"Sekarang saya tahu,kenapa dulu kamu dipecat dari perusahaannya pak Deril,karena meskipun kamu pintar dan cerdas ,tapi kamu gak punya etika," ucap Yoga dengan tegas.


Kania kesal dan langsung keluar dari ruangan Yoga.


Yoga mendudukkan dirinya,tubuhnya terasa lemas saat mendengar kenyataan pahit tentang Kania yang pernah mengisi hatinya.


Ia mengusap kepalanya sambil memejamkan mata berusaha menenangkan dirinya yang sedang kalut.


Reva masih menunggu dilobi,Ia merasa senang saat melihat Deril sudah keluar dan pergi dari kantor Yoga.


Revapun bergegas pergi menuju keruangan Yoga,tapi saat dijalan dia justru bertabrakan dengan Kania sehingga makanan yang dibawanya jatuh berantakan.


"Kamu gimana sih?jalan Thu pake mata," bentak Kania.


Reva masih terdiam saat melihat makanan yang sudah ia masak dengan susah payah jatuh berantakan.


Kania baru sadar jika Reva yang dibentak olehnya, "Reva,"


Reva menatap kearah Kania dengan wajah kesal, "Bisa gak sih lain kali hati-hati," ucap Reva yang sebenarnya pernah bertemu Kania tapi tidak begitu akrab.


Kania menyunggingkan bibirnya, "Ngapain kamu kesini?"


"Bukan urusan kamu," ucap Reva yang berjongkok untuk membereskan makanan yang berserakan.


"Eh,anak kecil,kamu Thu masih ingusan,jangan coba godain bos besar kaya pak Yoga,gak pantes," ucap Kania yang sejak awal sudah menduga jika Reva sering kekantor untuk mendekati Yoga.


"Kamu belajar darimana ? dari kakak ipar kamu yang gak punya harga diri itu," imbuh Kania lagi semakin menjadi dengan mulut julidnya.


Reva terlihat kesal,ia mengambil makanan yang tumpah itu dan melemparkannya kebaju Kania.


"hah..." teriak Kania yang terkejut dengan ulah Reva.


"Yah,baju sama mulutnya sama-sama kotor," sindir Reva lalu melangkah pergi meninggalkan Kania.


"Ih...dasar anak kecil," pekik Kania sambil mengibaskan makanan yang mengotori bajunya.

__ADS_1


Orang kaya Kania emang harus dibasmi dari dunia ini.


__ADS_2