Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Gara-Gara Jamu


__ADS_3

4 bulan berlalu.


Zee datang kekafe untuk menemui teman-temannya.


"Akh...gue kangen banget sama kalian," teriak Zee,mereka langsung berpelukan dengan heboh.


Perut Eva sudah sangat besar karena usia kandungannya sudah memasuki 8 bulan.


"Ya ampun calon ponakan gue udah mau keluar," Zee mengelus perut Eva dengan gemas.


Merekapun kembali duduk.


"Yang udah jadi wanita karir,sibuk banget sampe gak ada waktu buat kita," sindir Kania.


"Gak usah ngeledek dech," ucap Zee.


"Oya gaes,gue ada kabar gembira lho," ucap Ririn membuat Zee dan Eva penasaran.


"Gue hamil," teriak Ririn sambil menunjukkan testpeck ditangannya.


Zee dan Eva terkejut dan terlihat sangat senang.


"Serius Lo? itu bukan testpeck tetangga yang Lo curikan?" Ejek Eva sambil tertawa.


"Sialan Lo," balas Ririn.


"Selamat ya," ucap Zee yang terlihat bahagia melihat kedua temannya yang sudah menjadi calon ibu.


"Eh...kok Lo belum sih Zee,Lo gak menundakan?" tanya Eva.


"Gue juga masih berusaha kalek,namanya juga belum rezeki," jawab Zee.


"Lo,gak serius kali bikinnya,gue aja baru 4 bulan nikah langsung jadi," ejek Ririn.


Zee mendengus kesal "Ish..."


"Kenapa gak Lo coba periksa kedokter aja,periksa kesuburan," ucap Eva.


Zee terdiam,masa iya dia ada masalah sama kandungannya perasaan baik-baik aja.


"Gak ah,Deril pasti gak akan mau," ucap Zee.


"Ya udah,minum jamu aja dulu,kaya gue," ucap Ririn.


"Emang Lo minum jamu apa?" tanya Zee.


"Ya jamu buat kesuburan,resep dari mertua gue,merekakan pengen cepet punya cucu,makanya gue sama suami gue disuruh minum jamu setiap hari," ucap Ririn.


Zee terdiam dan berpikir.


"Coba aja Zee,siapa tahu berhasil,Thu buktinya si Ririn udah tekdung," ucap Eva.


"Ntar gue coba deh," jawab Zee dengan wajah tidak yakin.


Zee masuk kedalam kamar dengan segelas jamu ditangannya.


Deril masih duduk disofa sambil memainkan ponselnya.


Zee duduk disampingnya dan menyodorkan jamu itu.


"Apaan neh?" tanya Deril.


"Jamu," jawab Zee.


Deril mengerutkan keningnya, "Buat apa?"


"Buat kesuburan,biar cepat hamil," jawab Zee sambil nyengir.

__ADS_1


"Ya ampun Zee,ngapain sih pake jamu-jamu segala,kalo udah rezeki ntar kamu juga hamil," ucap Deril.


"Tapikan aku pengen cepet,Ririn aja udah hamil,masa aku belum sih," keluh Zee.


Deril menghela nafas, "Jadi kamu pengen hamil karena takut ketinggalan sama temen-temen kamu?" tanya Deril.


"Ya bukan gitu,coba deh bayangin kalo kita punya anak,pasti lucu dan gemesin banget kaya aku," ucap Zee berusaha meyakinkan Deril.


Deril menyunggingkan bibirnya.


"Ayo donk,minum,aku udah minum tadi," paksa Zee.


Deril mengambil dan meminumnya sampai habis.


"Puas," Deril memberikan gelas yang sudah kosong kepada Zee.


Zee merasa senang dan merangkul lengan suaminya.


"Yuk,sekarang usaha yang lain," ucap Deril.


Zee mengerutkan keningnya, "Usaha apa?"


"Emang kalo cuma minum jamu doang kamu bisa hamil?" tanya Deril.


Zee tersenyum dan mulai paham dengan ucapan Deril.


Deril mendekati dan mencium bibir istrinya itu untuk memulai proses pembuatan buah hati.


YOGA Company,sebuah perusahaan yang sedang naik daun.perusahaan ini mampu berkembang pesat dalam 4 bulan terakhir dan menangani banyak proyek-proyek besar.


Yoga adalah manager utamanya,masih muda,tampan dan juga lajang.


Dan orang yang sangat berpengaruh dalam kemajuan perusahaan yakni,Kania,menjadi orang penting kepercayaan Yoga.


Keahlian Kania dalam menggaet para klien penting sudah tidak diragukan lagi,Kania bahkan bisa merebut beberapa klien yang sudah bekerja sama dengan perusahaan lain.


Kania tersenyum melihat kontrak kerjasama yang sudah ditanda tangani klien.


"Terimakasih pak," ucap Kania.


"Oya,untuk proyek selanjutnya kita harus bersaing dengan 'Adi Company' untuk mendapatkan klien,kamu siapkan berkas-berkasnya supaya kita gak kalah tender," ucap Yoga.


"Kita gak akan kalah pak,saya jamin," ucap Kania dengan keyakinan penuh dan tatapan matanya yang tajam.


Deril sedang dikantor dan bekerja dengan serius,sementara Zee justru sedang melihat-lihat foto anak bayi yang lucu-lucu disosmed.


"Zee,besok kita ada Meting sama klien penting,untuk memperebutkan tender,kamu siapkan berkas-berkasnya ya," ucap Deril.


Zee tidak mendengar justru malah cengengesan sambil melihat ponselnya.


Deril melihat kearah Zee, "Zee..." teriak Deril.


Zee terkejut, "Ya..." jawab Zee melihat kearah Deril.


"Kamu ngapain sih,bukannya kerja yang bener,siapin berkas-berkas buat meting besok" ucap Deril dengan wajah kesal.


"Iya iya," jawab Zee dengan wajah cemberut.


"Oya,nanti kita mampir kerumah mama,katanya ada hal penting yang mau dibahas," ucap Deril.


Zee merasa heran, "Ada apa?"


Deril menggelengkan kepalanya dan kembali bekerja.Zeepun melanjutkan pekerjaannya.


Deril dan Zee saling melihat dengan dua gelas jamu didepan mereka.


"Ayo minum,biar Zee cepet hamil," ucap Farah.

__ADS_1


"Jadi hal penting yang mama maksud ini?" tanya Deril.


"Iya Deril,ini itu tips dari teman mama,katanya menantunya langsung hamil dalam waktu dua Minggu setelah minum jamu ini," ucap Farah.


Deril menghela nafas dengan wajah kesal.


Zee hanya tersenyum tipis.


"Ma,kalo memang udah waktunya nanti Zee juga hamil kok,gak perlu pake jamu-jamu kaya gini," ucap Deril.


"Deril,inikan namanya usaha,yakan Zee,siapa tahu dalam waktu cepat Zee bisa segera hamil,mama udah gak sabar pengen cepet gendong cucu," ucap Farah.


Deril terdiam kesal,percuma juga jika dia terus membantah.


"Ayo Zee,kamu minum,nanti mama bawain juga buat kamu bawa pulang,jadi kalian bisa minum setiap hari dirumah," ucap Farah.


Zee melihat kearah Deril dan meminum jamu itu.


"Deril,ayo minum!" bentak Farah.


Deril dengan kesal langsung meminum jamu itu sampai habis.


Farah merasa senang.


Deril dan Zee dalam perjalanan pulang.


"Lama-lama aku bisa keracunan karena kebanyakan jamu tahu gak?" keluh Deril.


"Jamu gak akan bikin kamu keracunan kok," ucap Zee.


Deril menghentikan mobilnya,dan keluar dari mobil sambil membawa jamu pemberian Farah.


Zee merasa heran,Deril membuang jamu itu ketempat sampah yang ada di trotoar.


Deril kembali masuk kedalam mobil.


"Kok dibuang?" pekik Zee.


"Zee...kan aku udah bilang,kalo udah waktunya, kamu pasti hamil,lagian kita gak perlu buru-buru punya anakkan," ucap Deril.


"Kamu gak mau kita cepet punya anak?" tanya Zee dengan wajah sedih.


"Bukan gitu Zee,aku seneng kalo kita bisa segera punya anak,tapi gak perlu pake cara konyol kaya gini,kita juga belum ada setahunkan menikah,jadi gak usah terlalu mikirin soal itu," ucap Deril.


Zee terdiam sambil menekuk wajahnya.


"Zee...kamu ngertikan maksud aku,kalo memang sudah waktunya kita pasti punya anak," perjelas Deril lagi.


"Tapi aku takut,gimana kalo ada masalah sama kandungan aku?" ucap Zee dengan wajah khawatir.


Deril menatap wajah istrinya, "Kamu ngomong apaan sih hah,bisa-bisa kamu punya pikiran kaya gitu,"


Zee terdiam dengan wajah sedih.


Deril menghela nafas lalu mendekati istrinya itu, "Zee,percaya sama aku,kamu baik-baik aja,"


"Gimana kamu bisa tahu?" tanya Zee.


"Aku tahu,karena setiap hari kita selalu bersama,gak ada yang aneh,semua baik-baik aja," ucap Deril sambil menangkup wajah istrinya itu.


"Udah,gak usah sedih dan mikirin soal ini lagi,istri aku bukan wanita yang cengeng,bukan wanita yang melow,tapi wanita yang super bawel," ucap Deril.


Zeepun mulai tersenyum.


"Gitu donk,kan cantik," Deril mengusap pipi istrinya.


Zee berusaha melupakan semuanya,meskipun masih ada ketakutan didalam hati kecilnya.

__ADS_1


__ADS_2