Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Ngidam Bikin Pusing


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Zee dan Ririn datang kerumah Eva untuk menjenguk keponakan lucu mereka.


"Ya ampun ganteng banget sih kamu," ucap Zee sambil memandangi wajah putra Eva yang terbaring ditempat tidur.


"Iya,ih lucunya," Ririn mencubit dengan lembut pipi bayi itu.


"Udah,jangan digangguin,dia baru tidur," ucap Eva dengan ketus.


Zee dan Ririn menatap kesal kearah Eva.


"Galak banget sih,emak-emak," sindir Ririn.


"Yakan gue capek,kalo harus nidurin dia lagi," keluh Eva.


"Iya-iya,kita gak gangguin," ucap Zee lalu menjauh dari ranjang bayi itu diikuti Ririn.


"Oya,gimana sama kehamilan Lo?" tanya Eva pada Zee.


"Baik kok,udah 6 Minggu," jawab Zee.


"Bagus deh kalo gitu,sehat-sehat terus ya," Eva mengusap perut Zee yang masih rata.


Ririn terkekeh sambil melihat ponselnya,membuat Zee dan Eva merasa heran.


"Kenapa sih Lo?" tanya Zee.


"Gaes,lihat..." Ririn menunjukkan ponselnya dan nampak foto tas mewah disana.


"Gue dibeliin sama suami gue,limited edition," ucap Ririn yang terlihat sangat senang.


"Baik banget suami Lo mau beliin," sindir Zee.


"Iya dong,Guekan lagi hamil,jadi apapun yang gue minta,pasti dibeliin," ucap Ririn.


"Gue dulu juga gitu pas hamil,bahkan gue pernah minta berlian,dan dibeliin," imbuh Eva.


Zee tertegun mendengar cerita teman-temannya.


"Emang kalo hamil pasti diturutin ya?" tanya Zee.


Eva melihat Zee, "iyalah Zee,itu namanya ngidam,dan kalo gak diturutin nanti anaknya bisa ileran," ucap Eva.


Zee mengerutkan keningnya, "Yang bener?"


"Itusih kata orang jaman-jaman dulu,tapi sebagai wanita hamil kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji cinta suami kita,kalo mereka mau nurutin apapun yang kita minta berarti mereka beneran cinta sama kita," ucap Ririn.


"Gue setuju,dan gue udah buktiin itu kok," imbuh Eva.


Zee diam dan berpikir, "Kalo seandainya gue minta dibeliin rumah atau apartement,kira-kira Deril mau gak ya?" tanya Zee.


Ririn dan Eva langsung melihat kearah Zee.


"Zee,ya gak harus minta rumah atau apartement juga,itukan terlalu mahal," ucap Ririn.


"Gak ada salahnyakan dicoba,Derilkan udah cinta mati sama gue sekarang,pasti dia mau," ucap Zee dengan yakin.


"Kalo itu,gue gak yakin deh," ucap Ririn.


"Ok...gue bakalan coba dan buktiin kalo Deril beneran cinta sama gue," ucap Zee dengan PDnya.


Ririn dan Eva saling melihat dan terkekeh melihat Zee yang masih Sam seperti dulu.


"Beli rumah buat apa?" tanya Deril yang sedang duduk diranjang saat Zee mengutarakan keinginannya.


"Lagi pengen,atau kalo gak rumah,apartement aja,gimana?" tanya Zee.


"Zee,kita gak butuh rumah atau apartement,kitakan udah tinggal disini sama papa," ucap Deril.


"Tapi akukan lagi pengen,lagi ngidam," ucap Zee dengan wajah cemberut.


"Mana ada ngidam minta rumah atau apartement,kamu gak usah ngarang deh,itu mah maunya kamu," ucap Deril.


"Ya udah kalo kamu gak mau nurutin,biarin bayi kita nanti ileran," ancam Zee.


Deril menggaruk pelilpisnya karena pusing dengan permintaan istrinya, "Ya udah,nanti aku minta sama papa," ucap Deril.


Zee menatap suaminya, "Kok minta sama papa?"


"Ya uang aku belum cukup kalo mesti beli rumah Zee,lagian papa pasti gak keberatan beliin kamu rumah,kan buat cucunya," ucap Deril.


Zee tertegun,dia akan sangat malu jika papa mertuanya yang membelikan rumah, "Ya udahdeh gak jadi beli rumahnya," ucap Zee.


Deril mengerutkan keningnya, "Kok gak jadi,katanya ngidam,nanti anak kita ileran lho," sindir Deril sambil nyengir.

__ADS_1


"Ih,kamu sengajakan ngerjain aku," Zee memukul dada suaminya dengan kesal.


"Lagian kamu aneh-aneh aja sih? mana ada ngidam mau beli rumah,ngidam Thu pengen makanan apa kek,atau minuman apa," ucap Deril.


Zee diam dengan wajah cemberut.


"Udah aku capek mau istirahat," Deril ingin berbaring tapi Zee menahannya.


"Apalagi sih Zee?"


"Kalo gitu,kita beli mobil baru aja ya,yang keren," ucap Zee.


Deril mengusap wajahnya yang mulai kesal dengan tingkah istrinya.


"Ya...plis..." pinta Zee.


Deril membaringkan tubuhnya, "Nanti aku pikirin," jawab Deril.


Zee berbaring diatas tubuh Deril dan mendekati wajah suaminya itu.


"Janji?" tanya Zee.


Deril menatap wajah istrinya, "Nanti aku pikirin Zee,"


Zee kembali cemberut, "Kamu pelit banget sih Sama istri,kan aku mau mobil baru," ucap Zee.


Deril menghela nafas dan merasa pusing dengan keinginan Zee yang aneh-aneh.


"Beli ya,plis..." paksa Zee.


Deril mulai kesal dan membalik tubuh Zee lalu mengukungnya.


"Udah,aku mau tidur," ucap Deril.


"Tapi ...." belum selesai Zee bicara Deril langsung mencium bibirnya dan **********.


Deril melepaskan ciuman dan menatap wajah istrinya, "Bisa diam gak?"


Zee tersenyum dan menggelengkan kepalanya,Deril tersenyum dan kembali mencium bibir istrinya,Zeepun melayani ciuman Deril yang panas itu.


Pagi itu Yoga sedang melajukan mobilnya menuju kekantor,saat ditikungan ia tidak sengaja menyerempet seorang gadis berseragam sekolah yang akan menyeberang.


Yoga langsung menghentikan mobilnya dan melihat kearah gadis itu yang terjatuh.iapun segera turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.


"kamu gak papakan?" tanya Yoga sambil berjongkok.


"Ya ampun,ganteng banget," batin Reva yang tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Yoga.


"Kamu gak papakan?" tanya Yoga lagi karena tidak mendapat respon dari Reva.


"Aduh,kaki aku sakit," ucap Reva sambil memegangi kakinya yang sedikit lecet.


Yoga terlihat khawatir, "Aku anterin kamu kerumah sakit ya?"


"Gak usah,akukan harus kesekolah," ucap Reva.


"Tapikan kaki kamu luka," ucap Yoga.


Reva terdiam dan berpikir,sebenarnya kakinya tidak terlalu sakit,itu hanya alasan agar pria tampan itu memperhatikannya.


"Ya udah,anterin kerumah aja,sekolahnya izin dulu," ucap Reva.


Yoga menganguk, "Yuk..."


Reva mengulurkan kedua tangannya, "Kan kaki aku sakit gak bisa jalan,"


Yogapun mengangkat tubuh gadis mungil itu menuju kemobilnya,dan akan mengantarkannya pulang kerumah.


"Maaf ya tadi aku gak sengaja," ucap Yoga saat dalam perjalanan.


"Gak papa kok," jawab Reva.


"Rumah kamu yang mana?" tanya Yoga.


"Depan belok kanan," jawab Reva.


Yoga menganguk.


"Nama kamu siapa?" tanya Reva.


"Yoga," jawab Yoga.


"Aku Reva,bolehkan aku panggil kak Yoga?" tanya Reva lagi.


Yoga menganguk sambil tersenyum,Reva terlihat senang.

__ADS_1


Deril dan Zee sedang sarapan bersama Farhan.


"Gimana?" tanya Zee menatap wajah suaminya.


Deril mengerutkan keningnya, "Apa?"


"Mobil baru," jawab Zee.


Deril menghela nafas dan menggigit roti ditangannya.


"Emang kamu mau beli mobil baru?" tanya Farhan.


"Iya pa,Zee katanya pengen, lagi ngidam," ucap Deril.


Farhan melihat Zee, "Mana ada ngidam kaya gitu Zee,minta mobil baru segala," ucap Farhan.


"Kenapa sih pa,kan Zee lagi pengen,papa dulu juga pernah gitukan waktu mama hamil aku," ucap Zee.


"Iya,mama kamu emang ngidam,tapi gak sampe minta mobil baru kaya kamu,itu mah bukan ngidam,tapi maunya kamu," ucap Farhan.


Deril tersenyum tipis melihat Zee diomeli oleh papanya.


Zee melirik kearah Deril dengan wajah cemberut.


Yoga menuntun Reva kerumahnya,Farah yang sedang diteras terkejut melihat anaknya itu.


"Lho kamu kenapa?" tanya Farah.


"Maaf Tante,tadi saya gak sengaja menyerempet Reva sampai jatuh," ucap Yoga.


"Ya udah,kamu bawa Reva masuk aja," ucap Farah.


Yogapun membawa Reva masuk dan mendudukkannya disofa.


Farah menghampiri Reva dengan wajah khawatir, "Kamu gak papakan?"


"Gak papa kok ma,cuma kaki aku sakit, gak bisa jalan," ucap Reva.


"Nanti biar mama obatin ya," ucap Farah.


"Sekali lagi saya minta maaf ya tante,udah bikin Reva celaka," ucap Yoga lagi.


"Iya,gak papa kok,kamukan udah bertanggung jawab dengan mengantarkan Reva pulang," ucap Farah.


Yoga merasa lega.


"Tapi gimana caranya besok aku pergi kesekolah ma,kan kaki aku sakit," keluh Reva.


"Ya udah,kamu diantar sopir aja besok," jawab Farah.


"Gak mau ah," keluh Reva.


"Terus?" tanya Farah.


Reva melihat kearah Yoga, "Aku mau diantar sama kak Yoga,kak Yoga maukan nganterin aku kesekolah?"


Yoga terdiam.


"Reva," Farah mencubit lengan Reva pelan karena merasa tidak enak pada Yoga.


"Ya udah besok aku yang nganterin kamu kesekolah," jawab Yoga.


Reva merasa senang dan mengejek mamanya.


"Maaf ya nak Yoga,jadi ngerepotin," ucap Farah.


"Gak papa kok Tante,sayakan harus bertanggung jawab," ucap Yoga, "Kalo gitu saya permisi ya,soalnya harus kekantor,"


"Ya sudah," ucap Farah.


"Bye," Reva melambaikan tangan.


Yoga tersenyum dan segera beranjak pergi.


Farah menatap kearah putrinya.


"Kenapa ma?" tanya Reva.


"Beneran kamu gak bisa jalan?" tanya Farah.


"Ma,ini itu namanya trik,buat dapet perhatian cowok,mama kaya gak pernah muda aja," ucap Reva.


"Ya ampun,jadi kamu cuma pura-pura?" tanya Farah.


"Beneran sakit kok,tapi sedikit," jawab Reva.

__ADS_1


Farah menjitak kepala Reva, "Kamu Thu ya,masih kecil udah mikirin cowok mulu,sekolah dulu yang bener," Farah beranjak meninggalkan Reva.


"Ih,kan sakit," Reva memegangi kepalanya dengan wajah cemberut.


__ADS_2