
Deril selesai meminum susu dipagi hari seperti biasanya.Ia menghampiri Zee yang sedang berdiri didepan meja rias.
Deril meletakkan dagunya dipundak Zee lalu menatap bayangan mereka berdua dicermin.
"Hari ini sepulang kantor aku mau bicara sama Kania," ucap Deril.
Zee terdiam,raut wajahnya yang tadinya berseri langsung berubah menjadi mendung.
"Kenapa harus ngomong? biasanya juga gak pernah,aneh," ucap Zee dengan wajahnya yang cemberut.
Deril justru gemas dengan sikap Zee,Iapun memeluk erat istrinya itu dari belakang.
"Kenapa aku baru sadar kalo kamu thu gemesin banget," ucap Deril.
Zee mengerucutkan mulutnya, "Karena selama ini kamu dibutakan sama kesombongan dan keangkuhan,makanya gak lihat ada gadis cantik yang super gemesin ini ngejar-ngejar kamu,apalagi kalo udah sama Kania,mata hati kamu udah ketutup,gak bisa bedain mana yang bener dan mana yang salah," sindir Zee.
Deril menaikkan alisnya dan melepaskan pelukannya, "Zee,bisa gak sih kita punya momen romantis yang gak Lo rusak?"
Zee menghadap kearah Deril, "Kok aku?"
"Terserah deh,kata-kata Lo itu bikin mood gue rusak tau gak," Deril beranjak pergi meninggalkan Zee dengan wajah sedikit kesal.
Zee terdiam bingung, "Salah aku dimana sih sebenarnya? ish...labil banget," Zee juga terlihat kesal dengan sikap Deril yang selalu seenaknya.
Sore itu Zee sedang belajar bersama Rico dan Reva.
Tapi pikiran Zee tidak tenang,dia terus memikirkan Deril dan Kania.
Apa yang mau mereka bicarakan?,dimana mereka bicara?,apa yang akan mereka lakukan setelah bicara?, Semua pertanyaan itu melayang-layang diotak Zee.
"Gimana?udah ngerti?" tanya Rico.
Zee tertegun dengan wajah bingung,bagaimana bisa mengerti bahkan dia tidak mendengar apa yang Rico jelaskan.
Rico melihat wajah Zee, "Belum ngerti,apa gak denger?" tanya Rico.
Zee menundukkan wajahnya, "Maaf,"
"Lo lagi mikirin sesuatu ya?" tanya Rico.
"Gak kok," jawab Zee, "Yuk,lanjutin,"
Rico justru menutup buku didepannya,Zee melihat kearah Rico dengan wajah heran.
"Gak bakalan masuk kalo Lo mikirin hal lain," ucap Rico.
"Ok..ok..gue akan coba konsen," ucap Zee.
Rico mengerutkan keningnya, "Yakin?"
Zee terdiam sejenak dan berpikir, "Gimana kalo belajarnya disambung besok aja,gue ada urusan," ucap Zee.
Rico tersenyum dan menganguk.
Zee merasa lega, "Thanks ya," Ia mengambil tasnya dan segera beranjak pergi.
Farah yang keluar dari dapur heran melihat Zee yang pergi buru-buru.
"Mau kemana dia?" tanya Farah sambil meletakkan jus yang ia bawa dimeja depan Rico.
"Ada urusan Tante," jawab Rico.
Farah terlihat heran,urusan apa yang Rico maksud.
Deril dan Kania sedang makan diResto dekat kantor sepulang kerja.
"Kamu mau bicarain apa sih?penting ya?" tanya Kania.
Deril terdiam sejenak, "Sebenarnya,aku...,"
__ADS_1
Kania mengerutkan keningnya,lalu memegang tangan Deril, "Kamu kok gugup gitu sih,kenapa?"
"Aku ingin mempertahankan rumah tangga aku sama Zee," ucap Deril.
Kania terdiam melihat Deril.
"Dan aku mau hubungan kita berakhir," imbuh Deril.
Kania menghela nafas,ia menarik tangannya.
"Maafin aku," ucap Deril lagi.
"Gak Ril,aku gak mau kita putus,oke kalo kamu mau mempertahankan rumah tangga kamu,aku gak masalah,tapi aku gak mau kita putus,aku rela kok jadi yang kedua,jadi plis,tolong jangan tinggalin aku,"
Deril menatap Kania, "Tapi aku gak bisa,aku gak mau nyakitin kamu atau Zee,"
"Tapi kenyataannya kamu sekarang nyakitin akukan,dan kamu lebih mempedulikan perasaannya Zee,kamu udah jatuh cinta sama dia?" ucap Kania dengan emosional.
"Aku gak tahu,yang pasti aku gak mau rumah tangga aku sama dia berakhir," jawab Deril.
"Tapi Ril,aku bener-bener gak bisa kalo gak ada kamu," ucap Kania dengan air mata berderai sambil memegang tangan Deril.
"Aku bener-bener minta maaf," Deril melepaskan tangan Kania dan beranjak dari tempat duduknya.
"Deril," Kania mengikuti Deril.
Zee mencari Resto disekitar kantor,Iapun melihat Deril diparkiran.
"Berhenti disini aja pak," Zee segera turun saat taxi berhenti.
Ia ingin menghampiri suaminya,tapi langkahnya terhenti saat melihat Kania.
"Deril,tunggu!" Kania menahan tangan Deril yang ingin memasuki mobil.
"Kania plis,aku gak mau masalah ini jadi tambah panjang,jadi aku mohon,lupain aku,kamu pasti bisa dapat yang lebih baik daripada aku," ucap Deril.
"Gak..aku gak mau,Apasih hebatnya Zee,sampai bisa ngerubah kamu sampai kaya gini,Hem?" Kania menyentuh pipi Deril.
Deril menatap tajam kearah Kania.
Zee yang mendengar itupun tertegun,tidak menyangkan Kania begitu agresif.
Deril menggelengkan kepalanya,ia ingin segera pergi tapi Kania kembali menahannya,bahkan Ia mencium bibir Deril dengan tiba-tiba.
Zee terlihat kesal saat melihat Kania mencium bibir suaminya.
Deril mendorong Kania, "Kania," bentak Deril.
"itukan yang Zee kasih kekamu,aku bisa kasih yang lebih dari Zee,jadi tolong,jangan tinggalin aku," ucap Kania.
Deril menatap Kania,"Selama ini,aku selalu berpikir jika Zee adalah cewek yang gak punya harga diri,tapi ternyata, kamu lebih dari itu," ucap Deril lalu segera masuk kemobilnya.
"Deril...Deril..." panggil Kania tapi Deril tidak merespon dan langsung melajukan mobilnya.
Kania berteriak histeris, "Akh...Zee,ini semua gara-gara kamu," teriak Kania.
Zee berjalan mendekati Kania, "Gimana rasanya?" tanya Zee.
Kania terkejut saat melihat Zee sudah berdiri didepannya, "Lo..."
Zee tersenyum, "Ditinggalin,dihina pula,aduh...sakit ya...gue udah ngerasain itu berkali-kali," ucap Zee.
Kania mendengus kesal, "Lo sengajakan ngelakuin ini buat balas dendam kegue,Lo udah ngebuat Deril ninggalin gue,Lo puas sekarang?"
"Puas banget," jawab Zee.
Kania menatap tajam kearah Zee, "Gue gak akan nyerah Zee,Deril itu milik gue,dan gak akan gue biarin dia jatuh ke tangan Lo,"
"Deril bukan barang Kania,dia bukan milik siapapun karena dia bisa milih dengan siapa dia ingin hidup,dan Lo lihatkan,siapa yang Deril pilih sekarang," ucap Zee.
__ADS_1
Kania terdiam dengan air mata yang berderai.
"Berusahalah menerima kenyataan,dulu gue juga gitu,pada akhirnya Tuhan justru memberikan sesuatu yang udah gue ikhlaskan,gue harap Lo juga sama," ucap Zee lalu beranjak meninggalkan Kania.
"Akh..." Teriak Kania meluapkan emosinya.
Deril sampai dirumah,dia mencari Zee yang tidak ada dikamar.
"Lho,mama pikir dia pergi sama kamu,katanya tadi ada urusan,kamu udah coba telfon?" ucap Farah pada Deril.
"Gak diangkat," jawab Deril.
Deril terdiam dan berpikir, "Ya udah,aku mandi dulu,setelah itu biar aku cari dia," Derilpun kembali kekamarnya untuk membersihkan diri.
Zee berjalan masuk kedalam rumah dengan wajah sumringah.
"Lho,kamu darimana,Deril bingung Thu nyariin kamu," ucap Farah.
"Dia dimana ma?" tanya Zee.
"Dikamar,katanya mau mandi," jawab Farah.
"Ya udah,aku kekamar dulu ya ma," Zeepun segera menuju kekamarnya dengan langkah menari-nari.
Farah hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya.
Deril keluar dari kamar mandi dan melihat Zee yang sudah duduk disofa.
"Kamu darimana sih?" tanya Deril sambil berjalan menghampiri Zee.
Zee berdiri menatap bibir Deril,Ia teringat saat Kania mencium bibir itu,Zee pun berjinjit dan mengecup bibir suaminya itu.
Deril sedikit terkejut dengan ciuman Zee yang tiba-tiba.
"Sterilisasi," bisik Zee ketelinga Deril.
Deril mengerutkan keningnya sambil menatap wajah Zee, "Maksudnya?"
"Itu milik aku,jadi kalo ada orang lain yang mencurinya,berarti harus disterilisasi kan?" ucap Zee lalu kembali duduk disofa.
Deril masih bingung dengan perkataan Zee,Iapun duduk disamping Zee, "Zee,ada yang ingin aku sampaikan kekamu,soal Kania,"
Zee menatap Deril dan menutup mulut Deril dengan tangannya, "Aku gak mau denger apapun soal Kania,dengan kamu disamping aku itu udah lebih dari cukup," ucap Zee.
Deril menarik tangan Zee dari mulutnya, "Apa kamu bisa membuat aku jatuh cinta kekamu?" tanya Deril yang membuat Zee terdiam.
"Asalkan kamu mau membuka hati,aku akan coba," jawab Zee.
Deril tersenyum, "Kita coba,"
Zee terlihat bahagia dan menenggelamkan kepalanya kedada Deril.
Kebahagiaan yang Ia pikir hanya mimpi,ternyata benar-benar bisa Ia rasakan sekarang.
Kania yang merasa frustasi setelah diputusin Deril pergi Keclub dan minum-minum disana,Ia melepaskan segala emosi dan beban pikirannya dengan minuman keras yang ia teguk berulang kali.
Iapun mabuk berat hingga tidak kuat untuk berjalan.
Banyak pria hidung belang yang mengincar dan mendekatinya.
Rico yang melihat itu langsung membopong tubuh Kania keluar dari Club itu.
"Lepasin!" teriak Kania saat sampai diparkiran.
Rico melepaskanya,hingga tubuhnya terjatuh.
"Dengan kaya gini,Lo gak akan nyelesain masalah," ucap Rico.
"Siapa Lo,Lo gak perlu ikut campur sama urusan gue," ucap Kania.
__ADS_1
Rico berjongkok dan menarik dagu Kania agar menghadapnya, "Gue adalah orang yang akan ngeluarin Lo dari masalah yang Lo hadapi sekarang," ucap Rico.
Kania menatap Rico dengan wajah bingung.