
Hari sudah mulai terang,Zee perlahan membuka matanya,badannya terasa pegal karena semalaman harus tidur didalam mobil,Ia melihat kesamping tapi Deril sudah tidak ada disana,Zee pun keluar dari mobil dan ternyata Deril sedang memeriksa mesin mobilnya.
Zee meregangkan otot,menghirup udara segar dipagi hari,Yah...tempat horor semalam ternyata memberikan pemandangan hijau nan ASRI disiang hari.
Zee melihat HP Deril yang semalam ia buang,Iapun segera memungutnya lalu membawanya menghampiri Deril.
"Neh...gak ilangkan?" ucap Zee sembari menenteng Hp Deril ditangannya.
Deril merebut Hp itu dari tangan Zee,lalu memeriksanya.
"Untung gak rusak," gumam Deril.
"Hp mahal,masa dilempar kaya gitu aja rusak," jawab Zee.
Deril menatap sinis istrinya itu, "Sana coba nyalain mobilnya!" suruh Deril.
"Emang udah bisa?" tanya Zee.
"Makanya Lo coba aja dulu,jangan bawel," ucap Deril.
Zee mengerucutkan mulutnya lalu masuk kekemudi dan mencoba menyalakan mobilnya.
Deril masih menunggu didepan mobil,mesin mobilpun menyala,Deril merasa senang ternyata dia bisa memperbaiki mobilnya.
Zee juga tersenyum dan mengacungkan jempol kearah Deril.
Deril menutup mesin dan berjalan kearah kemudi,"Udah sana pindah,"
"Karena kamu udah capek memperbaiki mobilnya,biar aku aja yang nyetir," ucap Zee bersemangat.
"Ogah,ntar Lo nabrak lagi,gue masih pengen hidup," goda Deril.
Zee terlihat kesal, "Ril,.."
Derilpun tersenyum,iapun membiarkan Zee melakukan keinginannya kali ini.
Zee tersenyum senang karena Deril membiarkannya menyetir kali ini.
Merekapun segera menuju keRumah.
Deril masuk kedalam rumah diikuti oleh Zee dibelakangnya.
"Lho,kalian baru pulang?" tanya Farah yang sudah berada dimeja makan bersama Adi dan juga Reva.
Deril mengambil minum dikulkas karena merasa haus.
"Iya ma,maaf ya?" ucap Zee.
"Kok minta maaf,ya gak papa donk kalo mau keluar berduaan,biar mama cepet punya cucu," ucap Farah.
Zee tersentak,Deril yang sedang minumpun langsung tersedak.
"Mama apaan sih,orang semalam mobilnya mogok,makanya kita gak bisa pulang," ucap Deril dengan wajah kesal.
"Oh..jadi dimobil?" goda Adi membuat Zee mulai salah tingkah.
"Aku kekamar dulu ya ma,pa," Zee pun segera menuju kekamar dengan wajahnya yang merona.
"Emang ya kalian,pagi-pagi udah ngebahas itu mulu," keluh Deril lalu menyusul Zee kekamar.
Adi dan Farah pun terkekeh.
"Emang kalian lagi ngebahas Apasih?" Tanya Reva dengan polosnya.
__ADS_1
Adi dan Farah saling melihat.
"Gak papa kok sayang,lanjutin aja makannya," ucap Farah.
Deril masuk kedalam kamar,dia terkejut saat tiba-tiba Zee memeluknya dari belakang.
"Zee,apaan sih?" Deril berusaha melepaskan tubuhnya dari Zee.
Zee melepaskan pelukannya dan berdiri didepan Deril dengan senyuman super manis membuat Deril heran.
"Yuk..." ajak Zee.
"Apa?"
"Bikin cucu buat mama," jawab Zee.
Deril menatap Zee dengan tajam, "Gak usah ngaco pagi-pagi gini," Deril melangkah menuju kamar mandi.
Zee menahan lengan Deril, "Kok ngaco sih,serius,"
"Zee,Lo tahukan gue itu..." Deril tidak melanjutkan ucapannya.
"Kenapa?karena kamu gak Cinta sama aku,karena kamu terpaksa nikah sama aku?" tanya Zee.
Deril menghela nafas, "Nah,Lo udah tahukan jawabannya,"
"Tapi,apa gak bisa kamu ngelakuin itu,gak papa kalo gak bisa pake hati,pake nafsu aja," tanya Zee lagi.
"Gue gak bisa ngelakuin itu tanpa Cinta Zee,gue gak mau nyakitin Lo nantinya,Sorry" ucap Deril lalu segera masuk kekamar mandi.
Zee merasa sedih,dia duduk ditepi ranjang, "Kalo harus nungguin Lo cinta sama gue,sampai kapan Ril?" Zee berpikir keras, "Gak...gak...gue gak boleh nyerah,malam ini gue harus coba tips dari Eva,siapa tahu berhasil,gue yakin kalo Deril udah nyentuh gue,pasti cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya," ucap Zee dengan semangat.
Deril sedang dikamar mandi,dia memikirkan perkataan Zee,Deril menghela nafas lalu menutup matanya dan membiarkan air shower membasahi seluruh tubuhnya.
Derilpun menemukan secarik kertas dibawah gelas,Iapun membaca tulisan dikertas itu.
"Nanti pulang cepet ya,aku punya kejutan,"
Deril hanya nyengir lalu segera pergi kekantor.
Sampai dikantor,Deril langsung pergi meting,ada Kania juga disana,tapi mereka hanya profesional kerja,selain itu Adi juga mengawasi mereka dengan tatapan sinis.
Ya...meski diakui kemampuan kerja Kania cukup bagus,tapi tetap saja Adi tidak menyukai Kania,Kenapa bisa seperti itu?
Ternyata Papa Kania adalah saingan bisnis Adi selama mereka masih sama-sama berjuang dulu,mereka sering bersaing untuk mendapatkan klien,Bahkan terkadang cara curang dilakukan keduanya hingga permusuhan yang terjadi diantara mereka semakin kuat.
Adi sudah mendengar kabar bangkrutnya papa Kania,tapi tetap saja rasa benci yang sudah terlalu dalam tidak bisa membuat Adi begitu saja melupakan semuanya.Setidaknya dia masih mau memperkerjakan Kania diperusahaannya dan juga membiarkan Deril membiayai kuliah Kania yang belum tuntas saat mereka masih di Australia.Tapi jika harus menerima hubungan Kania dan Deril itu hal yang tidak mungkin bagi Adi,maka dari itu Adi mempercepat perjodohan Deril dengan Zee,meskipun kualitas Zee jauh dibawah Kania.
Tapi Adi lebih senang jika Zee yang menjadi pendamping putranya itu.
Meting selesai,semuanya sudah bubar kecuali Kania yang masih membereskan berkas-berkas.
Adi menghampiri Kania, "Gimana keadaan papa kamu?" tanya Adi.
Kania tersenyum, "Masih rawat jalan,pak?"
"Oh...Oya,kamukan tahu Deril udah menikah,jadi tolong jaga jarak dengan Deril ya," ucap Adi.
Mendengar ucapan Adi membuat dada Kania terasa sesak.
"Kenapa anda begitu tidak suka sama saya,padahal jika dibandingkan dengan Zee,saya pikir,saya lebih punya kualitas untuk menjadi pendamping Deril," ucap Kania.
Adi menyunggingkan bibirnya, "Saya yang lebih tahu,mana yang terbaik untuk anak saya," Adi melangkah meninggalkan Kania.
__ADS_1
"Apa karena masa lalu anda dan papa saya?" tanya Kania lagi.
Adi menghentikan langkahnya, "Tolong jangan bahas lagi Soal itu,karena itu bukan urusan kamu," ucap Adi lalu melanjutkan langkahnya.
Kania terdiam,dia sudah mengetahui sejak awal masalah Adi dan papanya,karena papanya sudah menceritakan semuanya,tapi dia belum pernah mengatakan hal ini pada Deril.
Deril sampai dirumah,Ia masuk kamar tapi lampunya mati.
Deril merasa heran, "Zee..." panggil Deril tapi tidak ada respon.
Derilpun mencari tombol lampu dan menyalakannya.
Deril terkejut saat melihat kamar yang dihias lampu warna warni serta ranjang yang dipenuhi sebaran kelopak bunga.
Deril melongo, "Apaan sih neh,kenapa kamar gue jadi kaya taman gini? Zee...Zee," panggil Deril berkali-kali tapi Zee tidak juga menjawab.
Deril mulai kesal,Ia menuju kekamar mandi tapi tiba-tiba pintunya terbuka.
Zee keluar dengan gaun malam super sexy,sambil menyingkap rambutnya dia berjalan kearah Deril.
Deril menghela nafas,sedikitpun dia tidak tertarik melihat Zee berdandan seperti itu.
"Ngapain lagi sih Lo,hah,gue gak suka yang kaya gini tau gak,lebay,norak..." ucap Deril.
Zee cemberut, "Belum apa-apa udah marah duluan," gumam Zee.
Deril melihat Zee, "Dan,Lo..gak perlu pake pakaian kaya gini,karena meski Lo gak pake baju sekalipun,gue gak akan tertarik," imbuh Deril yang ingin melangkah pergi tapi Zee menahannya lalu menatapnya tajam.
"Apalagi sih?hah?" tanya Deril ketus.
Zee ingin membuka bajunya didepan Deril,Derilpun panik dan menahan tangan Zee.
"Lo jangan gila deh," bentak Deril.
"Kenapa?kamu bilang gak akan tertarikkan?" ucap Zee,Zee benar-benar melepaskan bajunya hingga jatuh kelantai,Deril langsung memalingkan wajahnya sambil memejamkan matanya.
Zee sebenarnya tidak ingin melakukan hal konyol seperti ini,tapi sudah tanggungkan,kini ia hanya memakai Bra dan CD.
"Zee...plis..Lo jangan ngelakuin hal konyol kaya gini," ucap Deril yang masih belum membuka matanya.
Zee mengalungkan tangannya keleher Deril dan mendekati leher Deril lalu perlahan menciumnya.
Tubuh Derilpun terasa mulai panas,sebagai pria normal dirangsang seperti itu tentu membuatnya kalang kabut.
Zee masih belum berhenti,dia ingin melihat sampai mana Deril bisa menahannya,Iapun memberikan gigitan kecil disana.
"Zee..." Suara Deril terdengar gemetar.
Zee tersenyum,dan menatap wajah Deril yang masih memejamkan mata itu,dengan nafas yang tersengal.
"Masih gak tertarik?"
Deril membuka mata dan menatap mata Zee,
"Enggak," Deril mendorong Zee dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Ish ..," Zee mendengus kesal, "Dia cowok bukan sih?" gumam Zee lalu memakai kembali pakaiannya.
Deril masih terlihat kalang kabut dikamar mandi,badannya benar-benar terasa panas,dia berusaha menahannya tapi rasanya sangat sulit menahan hasrat yang tidak tersalurkan.
Derilpun menyalakan shower untuk mendinginkan badannya.
"Zee...." gumam Deril sambil memejamkan matanya.
__ADS_1