Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Rindu


__ADS_3

Pagi telah menyapa.


Deril mengerjapkan matanya,ia masih didalam mobil karena semalam mencari Zee sampai ia lelah dan ketiduran.


Deril mengusap wajahnya, "kamu kemana sih Zee," Deril kembali mencoba menghubungi ponsel Zee,tapi justru sekarang nomornya tidak aktif.


Deril mendapatkan telfon dari kantor polisi yang menyuruhnya segera datang.


Derilpun bergegas pergi kesana.


Polisi menunjukkan rekaman CCTV kepada Deril saat Seseorang itu memasukkan Zee kedalam mobil dan membawanya pergi.


"Kami sudah mendapatkan plat nomor mobil tersebut dan akan segera melakukan pelacakan," ucap Polisi itu


"Baik pak,tolong beri kabar kepada saya secepatnya," ucap Deril.


Deril pulang kerumah dengan wajah lesu,ternyata Adi dan Farah sudah berada dirumah dan menunggunya.


Farah langsung menghampiri Deril, "Gimana Ril,Zee udah ketemu?"


Deril merasa heran,padahal dia sama sekali tidak memberitahu keluarganya.


Farhan melihat kearah Deril, "Tadi ada polisi yang datang nyariin kamu,katanya Zee diculik," ucap Farhan dengan wajah cemas.


Adi menepuk pundak Farhan, "Zee akan baik-baik aja,"


Derilpun hanya diam dan duduk disofa,didampingi oleh Farah.


"Polisi bilang sedang melacak nomor plat mobil penculiknya," ucap Deril.


"Kalian gak usah khawatir,sebentar lagi Zee pasti ketemu," imbuh Deril.


Meskipun begitu,semuanya masih terlihat cemas.


Deril masuk kekamarnya untuk membersihkan diri,baru saja melangkah tapi bayangan Zee sudah menghantuinya.


Zee ada disetiap sudut ruangan sambil tersenyum menatapnya.


Deril mengusap wajahnya lalu membaringkan tubuhnya sejenak.


"Belum ada sehari kamu jauh dari aku Zee,tapi aku udah kaya orang gila,aku rindu sama semua kekonyolan kamu,aku gak akan bisa hidup tanpa kamu," ucap Deril dengan air mata yang menetes.


Yoga sedang bekerja diruangannya,Kania datang sambil membawa berkas.


"Ini berkas yang harus ditanda tangani," ucap Kania.


Yogapun menandatangi berkas itu dan mengembalikannya pada Kania.


"Gimana,istri pak Deril udah ketemu?" tanya Yoga.


Kania mengerutkan keningnya, "Kenapa anda menanyakan itu kepada saya?"


"Saya pikir,kamu mengenal mereka dengan baik," jawab Yoga.


"Saya punya masa lalu yang buruk sama mereka,jadi saya sama sekali gak peduli apapun yang terjadi sama mereka,permisi" Kania meninggalkan ruangan Yoga.


Yoga merasa heran dengan ucapan Kania, "Masalalu yang buruk?" gumam Yoga.


Deril sedang berdiri didepan cermin.


"Pagi sayang," Zee memeluk Deril dari belakang dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Deril tersenyum sambil memandangi wajah Zee dicermin itu.


Deril duduk disofa.


"Pokoknya kamu harus minum vitamin ini,aku pengen cepet hamil," Rengek Zee.


Deril memandangi wajah Zee yang berada disampingnya sambil mencolek hidung mungilnya.


Namun semua itu hanyalah bayangan Deril.


Deril menyandarkan punggungnya kesofa sambil memejamkan matanya, "Aku Bener-bener bisa gila tanpa kamu Zee," gumam Deril.


Disebuah Villa mewah,dipinggiran hutan.


Zee membuka matanya yang terasa sangat berat.Ia perlahan memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing.


Zee melihat kamar yang terasa sangat asing baginya,Zeepun duduk dan berusaha mengingat apa yang terjadi padanya.


Zee ingat saat pergi kepesta bersama Deril,Ia bertemu Kania ditoilet,lalu ia juga ingat saat seseorang membungkam mulutnya dan juga menyeretnya.


Zee terperanjat,Ia langsung turun dari ranjang dan berjalan kearah pintu.


Zee berusaha membuka pintu itu tapi tidak bisa,Zee menggedor pintu itu dengan keras.


"Buka..." teriak Zee.


Tak ada respon apapun.


Zee beralih ke jendela,tapi sama saja semua jendela terkunci dengan rapat,Zee melihat keluar,dia berada dilantai dua dan hanya ada pemandangan hutan hijau didepannya.


"Aku dimana sih?" gumam Zee.


Zee diam dan berpikir, "Hp..." Zee mencari ponselnya,diranjang tapi tidak ada.


Siapa orang yang sudah membawanya kemari,Zee mengusap wajahnya.


Teringat akan suami dan keluarganya yang pasti sedang cemas memikirkannya.Iapun berdiri sambil mondar mandir memikirkan cara agar bisa keluar dari kamar itu.Ia melihat ada laci dan membukanya, mencoba mencari sesuatu yang bisa digunakan,tapi ia justru terkejut saat melihat banyak foto dirinya yang ada didalam laci itu.


Zee mengambil foto-foto itu,foto Zee saat masih SMA dulu,Ia terdiam dan berpikir.Ia kembali menemukan bunga mawar plastik yang tersimpan dibawah foto itu,Zee terduduk dilantai,sepertinya ia sudah tahu siapa yang membawanya ketempat ini.


Deril kembali datang kekantor polisi,Ia berharap polisi sudah bisa melacak pelaku penculikan Zee.


"Kami masih berusaha pak,mohon bapak bersabar sedikit saja" ucap polisi itu.


Deril menghela nafas,kenapa rasa sabar itu seperti tidak ia miliki sekarang.


Zee masih duduk dilantai,memandangi foto yang berserakan didepannya.Ia teringat pada Deril dan air matanya pun menetes.


"Apa kamu lagi nyari aku sekarang? aku kangen banget sama kamu Ril," ucap Zee yang terlihat begitu sedih.


Deril berada didalam mobilnya yang masih terparkir didepan kantor polisi,ia enggan meninggalkan tempat itu sebelum ada kabar baik mengenai Zee.


Deril menghela nafas, "kamu dimana Zee?aku kangen sama kamu," ucap Deril.


Zee melihat kearah pintu saat mendengar seseorang mendekat.


Pintupun terbuka,menampakkan pria itu,persis seperti dugaannya.


Zee langsung berdiri menatap tajam kearah pria itu, "Rico,"


Rico berjalan mendekati Zee sambil membawa sepiring makanan.

__ADS_1


"Kamu udah bangun,neh makan dulu," ucap Rico dengan santainya.


Zee langsung melayangkan tamparan kewajah Rico.


"Plakkkk"


"Kenapa Lo ngelakuin ini,hah...Lo udah gila?" teriak Zee.


Rico memegangi pipinya yang memerah lalu menatap Zee.


"Zee,gak usah marah-marah mending kamu makan dulu,ya sayang," ucap Rico sambil tersenyum.


"Plakkkkk" kembali tamparan Zee mendarat kepipi Rico untuk kedua kalinya.


"Gila Lo," teriak Zee.


Rico menaruh piring yang ia pegang keatas nakas.


"Gue emang udah gila,gue gila karena cinta gue keLo Zee,tapi Lo gak pernah nganggep gue ada,Lo lebih memilih Cowok kaya Deril yang jelas-jelas udah jahat sama Lo daripada gue yang jelas-jelas mencintai Lo sejak kita masih SMA," ucap Rico dengan tatapan tajam.


Zee menatap wajah Rico sambil menggelengkan kepalanya,ia sama sekali tidak menyangka jika Rico bisa nekad melakukan hal kriminal kaya gini.


"Rico,yang Lo lakuin ini salah,Lo bebasin gue sekarang ya,gue janji gue gak akan bilang soal ini kesiapapun," ucap Zee berusaha melakukan cara halus untuk bisa keluar dari tempat ini.


"Gak,gue gak akan bebasin Lo,gue akan melakukan apapun yang gue inginkan," ucap Rico.


"Maksud Lo?" Zee terlihat mulai curiga.


Rico memandangi tubuh Zee.


Zee langsung melayangkan tamparan lagi kewajah Rico.


"Plakkk"


"Jangan berani kurang ajar ya Lo," bentak Zee.


Rico tersenyum dan mendekati Zee,Zee mundur perlahan dengan waspada.


Rico menarik tangan Zee dan menggenggamnya dengan kuat.


"Lepasin," Zee mencoba melawan tapi tenaganya tidak cukup untuk melawan Rico.


Zee tidak kehilangan akal,Ia menendang kaki Rico sekencang mungkin hingga Rico melepaskan tangan Zee.


"Akh..." Rico memegangi kakinya yang sakit.


Zee mendorong Rico hingga terjatuh dan berusaha kabur,tapi dia baru sadar jika Rico mengunci pintu kamar itu.


Zee berusaha keras membuka pintu tapi tetap tidak bisa.


Rico yang sudah mulai marahpun berdiri dan berjalan kearah Zee.


"Jangan berani macem-macem," teriak Zee dengan nafas terengah-engah.


Rico sudah gelap mata dan langsung melayangkan tamparan kewajah Zee,hingga Zee terjatuh dan kepalanya terbentur dinding.


Zeepun jatuh pinsan.


Rico berjongkok sambil menatap Zee, "Kamu akan menyesal karena udah melawan aku Zee," Rico mengangkat tubuh Zee dan membaringkannya keranjang.


Lalu tersenyum licik sembari memandangi tubuh Zee.

__ADS_1


**Huh...Tegang***


__ADS_2