Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Kania Si Nenek Sihir


__ADS_3

"Aku Bener-bener minta maaf ya sama kelakuannya Reva,gak usah kamu anggap serius," ucap Deril saat mereka sudah keluar rumah.


"Gak papa kok,aku ngerti," Jawab Yoga.


Deril tersenyum dan merasa lega karena Yoga begitu mengerti jika Reva masih kekanakan.


"Kalo gitu aku duluan ya," ucap Yoga.


Deril menganguk,Yogapun segera masuk mobil dan meninggalkan kediaman rumah Reva.


Derilpun sama,ia segera pulang kerumahnya.


"Mama Bener-bener gak suka sama sikap kamu keYoga,gak sopan Reva," ucap Farah yang terlihat kesal.


"Kenapa sih ma,kan aku beneran suka sama kak Yoga,dan aku mau jadi pacarnya dia,emang salah?" bantah Reva.


"Ya jelas salah," jawab Farah.


Reva cemberut.


"Kamu Thu masih anak-anak,sedangkan Yoga,dia udah dewasa Reva,gak pantes kamu ngomong gitu sama dia," ucap Farah.


"Tapi ma,cintakan gak mengenal umur," ucap Reva masih terus membela diri.


"Reva,kamu masih sekolah,mama gak mau ya,kamu pacar-pacaran,nanti mama aduin kamu sama papa,biar dipindahin keluar negeri," ucap Farah lalu beranjak meninggalkan Reva.


"Ma....ih..." Reva terlihat kesal.


Zee sedang membaca majalah sambil duduk disofa,Deril menyuapinya makan.


"Hem,enak," ucap Zee saat memakan masakan yang dibuat oleh mama mertuanya.


"Lebih enak kalo kamu makan sendiri," ucap Deril yang kesal krena Zee minta disuapi. seperti anak kecil.


"Ih,gak ikhlas banget sih,kan ini maunya baby," keluh Zee.


"Ya iya,ikhlas,tapi Zee aku bahkan belum mandi dan ganti baju," ucap Deril.


"Gak papa kok,gak mandi juga udah wangi," ucap Zee sambil mencium aroma tubuh Deril.


Deril hanya bisa menghela nafas dengan tingkah istrinya yang super manja.


"Ya udah,makan lagi," ucap Deril yang kembali menyuapi istrinya itu.


Keesokan harinya,Kania sudah menunggu didepan kantor untuk survey lokasi bersama Andre.tapi Andre tak kunjung datang,Kaniapun menelfon Deril.


Deril sedang diruang kerjanya,ponselnya berbunyi,ia sangat malas ketika melihat nama Kania dilayar ponsel,tapi mungkin ini masalah pekerjaan,jadi harus diangkat.


"Halo," jawab Deril.


"Kok Andre belum datang?inikan udah siang," ucap Kania dengan ketus.


Deril terlihat bingung, "Bentar," Deril mematikan ponselnya,ia menelfon kenomor Andre.


"Halo Dre,kamu dimana,kamukan harus survey lokasi hari ini sama Kania," ucap Deril dengan nada sedikit kesal.


"Maaf pak,tiba-tiba istri saya masuk rumah sakit,jadi saya gak bisa kekantor hari ini," jawab Andre.


"Kamu gimana sih?" Deril terlihat marah.


"Sekali lagi maafin saya pak,tapi saya tidak bisa meninggalkan istri saya,belahan jiwa saya pak,bahkan saya rela dipecat demi istri saya," ucap Andre.

__ADS_1


Deril mengerutkan keningnya mendengar Andre yang justru berpuitis.


"Ya sudah," Deril mematikan telfonnya.


Deril menghela nafas,terpaksa ia harus pergi bersama Kania.Iapun menelfon Zee untuk meminta izin.


Zee berbaring disofa sambil menonton tv.


"Halo," Zee menjawab telfon dari Deril.


"Hari ini aku mau survei lokasi sama Kania,gak papakan?" tanya Deril.


Zee langsung duduk dengan wajah kesal, "Dimana?"


"Didaerah BJN Taman Sari,gak lama kok,nanti sore juga udah pulang," ucap Deril.


Zee terdiam dengan wajah cemberut.


Deril menghela nafas,ia tahu betul jika Zee sedang kesal, "Zee kamu percayakan sama aku?"


"Aku percaya sama kamu,tapi aku gak percaya sama Kania,dia pasti bakalan godain kamu disana," ucap Zee.


"Zee,aku janji gak akan kegoda,kamu percaya ya?" ucap Deril berusaha meyakinkan istrinya.


"Iya,,," jawab Zee dengan terpaksa.


Derilpun mematikan telefon mereka dan segera pergi menemui Kania yang sudah menunggu.


Kania tersenyum saat melihat Deril yang datang menghampirinya.


"Lho,Andre mana?" tanya Kania basa basi tapi busuk.


"Dia lagi berhalangan,jadi aku yang gantiin dia," jawab Deril dengan wajah juteknya.


Derilpun segera naik kedalam mobil kantor,mereka diantar oleh sopir,karena awalnya Andre yang akan pergi,tapi Deril berpikir diantar sopir akan lebih aman,jadi Kania tidak akan macam-macam.


Derilpun memilih duduk didepan disamping sopir daripada harus berdampingan dengan Kania dibelakang.


Meskipun begitu Kania masih merasa senang bisa pergi berdua bersama Deril.


"Ayolah anterin," ucap Zee ditelepon.


"Gak bisa Zee,tempatnya kan jauh,lagian guekan lagi hamil,pasti Erfan gak bakalan ngizinin," jawab Ririn.


Zee terlihat kesal.


"Udahlah,Lo percaya aja sama suami Lo,dia gak akan ngapa-ngapain sama Kania," ucap Ririn berusaha membuat Zee lebih tenang.


"Tapi Gue gak percaya sama Thu nenek sihir,nanti pasti dia godain Deril,apalagi mereka cuma pergi berdua," keluh Zee.


"Ya udah deh,Lo pesen taxi online aja," Ririn berusaha memberikan saran.


Zee terdiam dan menutup telfonnya.


"Apa aku bawa mobil sendiri aja ya?" Zee berpikir, "Gak papalah,lagiankan aku udah punya SIM," Zeepun segera bersiap,ia benar-benar tidak rela jika suaminya harus pergi berdua sama Kania si nenek sihir.


Kania dan Deril sudah sampai ditempat tujuan mereka,merekapun masuk dan disambut oleh pegawai yang sedang bertugas disana.


Mereka segera melakukan survei tanpa basa basi,apalagi Deril yang ingin pekerjaan ini cepat selesai,karena ia tidak ingin terlalu lama bersama Kania dan membuat istrinya cemburu.


"Jadi,ini lokasi untuk taman nantinya,akan dibangun juga air mancur didepannya," jelaskan pegawai itu.

__ADS_1


Deril menganguk ," Ok...,"


Kania mencatat semua hasil survei hari ini.


Setelah berkeliling merekapun beristirahat dipinggir sebuah Danau,sambil menikmati makan siang.


"Hem,indah ya tempatnya," ucap Kania.


Deril hanya makan dan tidak merespon ucapan Kania.


"Kamu ingat gak pas kita masih diAustralia,kita pernah datangkan ketempat indah kaya gini,aku masih punya fotonya lho,kamu mau lihat,?" tanya Kania dengan semangat.


"Enggak," jawab Deril ketus.


Kania terlihat kecewa karena apapun usahanya Deril tetap tidak meresponnya.


Deril selesai makan,saat akan pergi dia tidak sengaja bertabrakan dengan pelayan,hingga kemeja Deril basah terkena minuman.


"Maaf pak,saya gak sengaja," ucap Pelayan itu.


Deril terlihat kesal karena bajunya yang basah, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan pelayan itu karena dia juga kurang hati-hati.


"Gak papa," ucap Deril.


Kania mendekati Deril, "Biar aku keringin ya," ucap Kania.


"Gak perlu," ucap Deril.


"Kitakan masih ada kerjaan,gak enakkan kalo baju kamu basah,bentar aja kok,mumpung lagi panas," paksa Kania.


Deril tidak mempunyai pilihan lain,iapun melepas bajunya dan memberikannya pada Kania.


Kania tersenyum dan segera membawa baju Deril untuk mengeringkannya.


Derilpun mencari tempat sepi untuk menunggu Kania.


Zee sampai dilokasi tempat Deril bekerja,ia bertanya pada pegawai disana dan memberitahu jika Deril sedang makan siang dipinggir danau.Zeepun segera menyusul Deril ketempat yang disebutkan.


Zee masih mencari,sampai ia melihat suaminya yang sedang duduk sendirian tanpa memakai baju.Ia segera menghampiri suaminya itu.


"Deril..." panggil Zee.


Deril terkejut saat melihat istrinya itu,iapun langsung berdiri.


"Zee,kamu disini?" tanya Deril.


"Mana baju kamu,kok gak pake baju?," tanya Zee dengan tatapan curiga.


"Tadi...."


"Ini bajunya," ucap Kania yang tiba-tiba muncul.


Zee langsung menatap tajam kearah Kania.


Deril mengambil baju itu dan segera memakainya, "Zee...tadi..." Deril berusaha menjelaskan.


"Aku gak mau denger," ucap Zee yang langsung berlari pergi meninggalkan Deril.


"Zee.." Deril langsung mengejarnya.


Kania tersenyum,kali ini dia yakin rencananya pasti berhasil membuat Zee dan Deril bertengkar.

__ADS_1


Bener-bener nenek sihir si Kania.


** Like and comment ya....


__ADS_2