
Zee mengetuk pintu kamar mandi sambil membawa baju ganti untuk Deril,Deril membuka pintu.
"Neh,bajunya!" Zee memberikan baju itu pada Deril,Derilpun kembali menutup pintu untuk memakai baju.
Zee duduk diranjang sambil melihat ponselnya.
Deril keluar dengan piyama yang kependekan dan raut wajahnya yang cemberut.
Zee yang melihat Derilpun tidak bisa menahan tawanya.
"Lo sengajakan ngerjain gue,ha?" tanya Deril kesal.
"Enggak kok,mungkin karena papa lebih pendek,makanya bajunya juga agak kependekan dikamu," Zee berdiri dan mendekati Deril, "Tapi keren kok,masih tetep ganteng," ucap Zee sambil memberikan dua jempol pada Deril.
Deril hanya mendengus kesal mendengar pujian istrinya itu yang terkesan mengejek.
"Ya udah,aku juga mau mandi," ucap Zee.
"Emang tadi kamu belum mandi?" tanya Deril.
Zee terdiam, "Udah sih,tapikan gak disini,aku kangen sama kamar mandi disini," ucap Zee lalu segera masuk kekamar mandi.
Deril nyengir mendengar ucapan konyol Zee "Kangen sama kamar mandi?"
Deril melihat-lihat kamar istrinya itu,Ada foto Zee bersama teman-temannya diatas nakas,dan juga foto Zee bersama Farhan.
Deril membuka laci dibawahnya,dan dia mengerutkan keningnya saat melihat isi dilaci itu.
Sapu tangan miliknya,Seragam sekolah dengan Tanda tangannya,serta fotonya saat masih SMA serta sebuah buku catatan pribadi Zee,karena penasaran Derilpun membuka buku itu dan membaca isinya.
Semua berisi curahan hati Zee pada Deril.Bagaimana perjuangan Zee dulu saat mengejar Deril,betapa sakit dan sedihnya Zee menerima perlakuan Deril.
"Hari ini untuk pertama kalinya gue memberanikan diri untuk menyatakan perasaan gue kedia,malu sih,tapi gak apalah,yang penting dia tahu dan semoga aja dia mau nerima pernyataan cinta gue,Deril,I Love You,"
Deril tersenyum saat membaca tulisan itu.Iapun kembali membalik-balik halaman dibuku itu.
"Lagi,gue ditolak,untuk kesekian kalinya,sakit itu kembali gue rasakan,tapi entah kenapa justru hati ini semakin tidak bisa menjauh,setiap rasa sakit yang dia berikan justru menjadi semangat yang membuat gue semakin ingin mendekatinya,Deril...apa benar-benar gak ada ruang dihati Lo buat gue,apa emang gue terlalu rendah buat berdampingan dengan Lo?"
__ADS_1
Deril terdiam saat membaca tulisan itu,yah...dia pikir selama ini Zee adalah cewek konyol yang hanya bermain-main dengan perasaannya,tapi ternyata Zee juga bisa merasakan kesedihan yang begitu mendalam.
Zee selesai mandi,tapi dia lupa tidak memakai baju ganti, "Ah...karena kebiasaan dirumah Deril neh,jadi lupakan gak bawa baju ganti,"
Zee memakai handuk,dia berniat meminta bantuan Deril untuk mengambilkan bajunya dilemari.
Zee membuka pintu dan menengok keluar,Dia terkejut saat melihat Deril sedang sibuk membaca buku catatannya.
Zee pun berlari kearah Deril dan langsung merebut buku itu, "Gak sopan tau' baca buku orang tanpa izin," ucap Zee.
Deril terdiam saat melihat Zee yang masih memakai handuk, "Emang Lo gak bisa ya,pake baju dulu baru keluar?"
Zee terkejut dan baru sadar jika dia masih memakai handuk,tapi dia mencoba santai, "Kenapa?bukannya kamu sama sekali gak tertarik sama aku?" Zee justru berpose didepan Deril.
Deril menyunggingkan bibirnya melihat tingkah Zee.
Zee hanya cemberut,sudah pasti seperti itulah reaksi Deril,Zee kembali menaruh bukunya dilaci,lalu berjalan menuju ke lemari untuk mengambil baju.
Saat lewat didepan Deril,tiba-tiba Deril menarik pinggang Zee hingga menempel ketubuhnya.
Zee terbelalak menatap suaminya yang begitu dekat,jantungnya seperti akan lepas,bahkan dadanya terasa sesak hingga Ia kesulitan untuk bernafas.
Zee menatap wajah suaminya itu,kenapa dengan mudah Deril bisa menghafal isi dibuku catatannya.Zee terlihat sangat malu.
Deril terkekeh,"Kayanya Lo bisa jadi pujangga deh," Ucap Deril.
Zee kesal dan mendorong tubuh Deril menjauh darinya,"Sampai mana Lo baca buku gue?"
Deril berpikir, "sampai mana ya,?" Deril berpikir,Zee mengerucutkan mulutnya.
"Hari ini,semua impian gue bakalan jadi kenyataan,akhirnya,Tuhan berpihak kegue,penantian panjang selama ini gak sia-sia,gue akan mendampingi dia dengan penuh kesabaran dan kasih sayang," Deril tersenyum ,"Jeng...jeng...tamat,"
"Ih...kok Lo bisa sih,baca buku gue sampe abis,Lo bener-bener gak sopan ya?" keluh Zee dengan wajah kesal dan juga malu karena catatan pribadinya harus diketahui Deril.
Deril malah nyengir, "Zee,gue rasa Lo harus ikut audisi Penggembala Cinta Sang Pujangga,yang sering diadain ditv,cocok tau gak buat Lo" Deril sengaja menggoda Zee.
Zee merasa kesal,ia ingin memukul Deril tapi tiba-tiba handuk yang menutupi tubuhnya terlepas.
__ADS_1
Derilpun terkejut,begitupun Zee.
"Zee," Deril langsung memalingkan wajahnya.
Zee segera mengangkat handuknya dengan wajah malu.
Iapun bergegas mengambil pakaian dilemari lalu masuk kembali kedalam kamar mandi.
Deril menghela nafas,ia duduk ditepi ranjang sambil menggelengkan kepalanya,lalu kembali terkekeh saat mengingat tingkah konyol istrinya itu.
Zee selesai mengganti baju,saat keluar dari kamar mandi,dia melihat Deril yang sudah terlelap tidur diranjang.
Zee mendekati suaminya itu dengan wajah cemberut,tapi lalu tersenyum dan mengecup sedikit ujung kepalanya.
"Kamu gak keberatankan kalo kita tidur bareng malam ini?" Zee bertanya pada suaminya yang sudah terlelap itu.
Tiba-tiba Deril menarik tangan Zee hingga terbaring disampingnya,Zee sangat terkejut karena Deril sebenarnya belum tidur.
"Tidur!" ucap Deril tanpa membuka matanya dengan tangan yang masih memegang erat tangan Zee.
Zee tersenyum,ia membenarkan posisinya dan mulai menutup mata,Iapun dengan mudah terlelap disamping suami tercintanya itu.
Pagi telah tiba,Farhan sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk anak dan menantunya.
Ya,ini pertama kalinya Deril menginap jadi Farhan ingin memberikan yang terbaik untuk menantunya itu agar bisa betah dirumahnya.
Keahlian Farhan dalam memasak tidak diragukan lagi,dalam sekejap berbagai masakan mewah ala restoranpun siap dan memenuhi meja makan.
Deril membuka matanya,Ia melihat Zee yang masih terlelap sambil memeluknya.
Deril menatap nanar wajah istrinya itu,sebenarnya semalam Ia sangat terharu membaca buku catatan Zee,tapi sengaja menggoda Zee agar bisa menutupi perasaannya.
Bagaimana bisa Zee menunggu selama itu untuk terus mencintainya tanpa melupakannya sedikitpun selama hampir 5 tahun berpisah,menahan rasa sakit dan juga rindu,bagaimana jika Tuhan saat itu tidak mempertemukan mereka dalam sebuah perjodohan,akankah Zee akan mengorbankan seluruh hidupnya hanya untuk sebuah harapan palsu.Pikir Deril yang merasa semakin sesak saat membayangkan hal itu.
Zee mulai mengerjapkan matanya,Deril yang melihat itu kembali menutup mata dan berpura-pura masih tidur.
Zee tersenyum saat melihat wajah suami didepannya yang bukan hanya sekedar mimpi.
__ADS_1
Zee pun memberikan kecupan manis dibibir suaminya itu,lalu beranjak bangun dari tempat tidur menuju kekamar mandi.
Deril membuka mata dan tersenyum.