
Disiang yang terik itu,Deril datang kekantor Yoga.
"Sebenarnya aku kesini bukan mau ngomongin soal pekerjaan,gak papakan?" tanya Deril sesikit sungkan karena harus membahas masalah pribadi dikantor.
Yoga tersenyum, "Gak papa kok," jawab Yoga.
Deril menghela nafas,sebenarnya ia sangat tidak ingin ikut campur tentang hubungan Yoga dan Reva,tapi ia hanya ingin memastikan agar Reva tidak tersakiti.
"Ini soal Reva,maaf bukannya aku mau ikut campur,tapi sebagai kakaknya aku merasa cemas jika nantinya terjadi sesuatu sama Reva," ucap Deril.
"Aku sangat mengerti," ucap Yoga.
"Zee bilang,kamu dijodohin sama Alena?" tanya Deril memastikan.
Yoga menganguk, "Tapi aku belum ambil keputusan soal itu,masih banyak yang harus aku pikirin,termasuk Reva," jawab Yoga.
"Maaf,tapi kalo aku boleh kasih saran tolong kamu beri kepastian segera keReva,aku gak mau dia melangkah lebih jauh lagi,jadi sebelum itu,tolong beri dia keputusan secepatnya," ucap Deril.
Yoga terdiam dan berpikir.
"Sekali lagi aku minta maaf,karena sudah menekan kamu soal ini," imbuh Deril lagi.
Yoga tersenyum meskipun terlihat kecemasan diwajahnya, "Gak papa,lagipula aku juga gak mau menyakiti Reva,dia gadis yang baik dan juga pintar,aku akan berusaha menjaganya dengan baik,"
Deril sepertinya sudah bisa mengerti maksud dari perkataan Yoga,ia menepuk pundak Yoga, "Aku percaya kamu bisa ambil keputusan terbaik,buat kamu dan juga Reva,"
Yoga menganguk, "Semoga aja,"
Kali ini Zee juga menemui Reva dirumah sepulang sekolah.
"Gimana sih perasaan kamu keYoga?kakak yakin kamu itu cuma cinta monyet,kamu gak beneran kan cinta sama dia?" tanya Zee.
Reva terdiam dan berpikir, "Aku juga gak tau kak,yang aku tau aku bahagia kalo lagi sama kak Yoga,aku juga ngerasa deg-deg an kalo lagi Deket sama dia,apa itu cuma cinta monyet,? tanya Reva balik.
Zee terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa,pada kenyataannya dia merasakan hal yang sama pada Deril dulu,yang ia pikir cuma cinta monyet,tapi bahkan Zee tidak bisa menghapus perasaan itu selama bertahun-tahun.
"Tapi Reva,kalau seandainya...ini cuma seandainya...dia nolak kamu,gimana?" tanya Zee memastikan.
Reva tertegun, "Kemarin aku bilang,aku mau jadi adiknya,tapi kok sekarang rasanya aku gak rela kalo harus jadi adiknya,kak...aku mau jadi pacarnya kak Yoga,aku gak mau jadi adiknya," jawab Reva.
"Reva,apapun keputusan Yoga nanti kamu harus terima ya,plis,kamu gak boleh memaksakan perasaan kamu keYoga,jadi kamu harus bisa bersikap dewasa,Okey," Zee berusaha meyakinkan padahal dirinya sendiri selalu ingkar akan hal itu.
Reva menganguk, "Iya kak,aku akan coba," jawab Reva.
Zee tersenyum dan mengusap kepala Reva.
"Drrrttttt" ponsel Reva berbunyi,pesan dari Yoga.
"Aku tunggu kamu ditaman Lestari malam ini,ada hal penting yang mau aku sampaikan," isi pesan dari Yoga.
Wajah Reva langsung berubah jadi sedikit tegang.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Zee.
"Kak Yoga ngajakin aku ketemuan,kok aku jadi deg-degan ya kak?" keluh Reva.
"Pokoknya kamu ingat pesen kakak yang tadi,okey,ya udah kamu siap-siap sana!" ucap Zee.
Reva menganguk dan segera menuju kekamar mandi.
Zee duduk ditepi ranjang sambil menghela nafas panjang, "Ternyata kisah cinta Reva lebih Ribet daripada kisah cinta gue," gumam Zee.
Sepulang dari rumah Reva,Zee dijemput oleh suaminya dan mereka berhenti dikafe untuk makan.
Zee makan begitu lahap karena perasaannya yang sedang cemas memasukkan makanan kemulut membuatnya sedikit tenang.
"Pelan-pelan dong Zee," ucap Deril sambil mengusap bibir Zee yang belepotan.
Zee berusaha mengunyah makanan dimulutnya yang penuh, "Aku benar-benar cemas sama Reva,otak aku gak bisa mikirin hal lain lagi rasanya," keluh Zee.
Deril nyengir, "Kan aku udah bilang,Reva akan baik-baik aja,kamu gak usah terlalu cemas sama dia," ucap Deril.
"Tetap aja,kan aku udah bilang patah hati itu gak enak," ucap Zee.
"Jadi kamu udah yakin kalo Reva bakalan ditolak?" tanya Deril.
Zee terdiam dan menatap kearah Deril sambil memicingkan matanya.
"Bukannya kamu yang yakin kalo Yoga cuma nganggep Reva adiknya," ucap Zee.
Deril kembali makan dengan santainya,Zee merebut sendok Deril.
"Zee..." pekik Deril.
"Jelasin dulu keaku apa maksud dari omongan kamu tadi," ucap Zee.
Deril mengambil sendoknya dari tangn Zee, "Nanti kamu juga tahu," Deril tersenyum dan kembali makan setelah membuat istrinya penasaran tingkat dewa.
Dimalam yang cukup cerah,ribuan bintang memenuhi langit malam itu.
Reva menghampiri Yoga yang sedari tadi sudah menunggu sembari duduk memandangi indahnya langit.
"Kak Yoga," sapa Reva.
Yoga tersenyum melihat gadis mungil itu,dan berdiri menghampiri Reva.
"Ada apa?" tanya Reva yang sedari tadi sudah penasaran dengan apa yang sebenarnya ingin Yoga sampaikan.
Yoga mengusap kepala Reva, "Ada hal penting yang aku mau sampaikan kekamu,"
"Apa?" tanya Reva lagi.
Yoga menghela nafas, "Aku udah dijodohin sama mama aku," ucap Yoga.
__ADS_1
Deg
Wajah Reva yang tadinya berseri langsung berubah muram,tubuhnya gemetar,ia sesegera mungkin mengalihkan wajahnya dari pria didepannya itu.
"Wanita itu cantik,pintar dan juga seumuran sama aku," imbuh Yoga membuat dada Reva semakin sesak.
"Oh..." Jawab Reva menahan gemuruh yang seketika membuat matanya berair,tapi tidak akan ia biarkan air itu jatuh begitu saja.
"Reva," panggil Yoga,tapi Reva masih enggan menatap wajah Yoga.
Yoga menarik dagu Reva agar menghadapnya.
"Kamu masih suka sama aku?masih mau jadi pacar aku?" tanya Yoga yang terlihat sangat serius.
Reva menelan salivanya,jantungnya berdebar hebat manatap wajah tampan yang selalu menghantui pikirannya itu.
"Jawab Reva," ucap Yoga karena Reva tetap saja diam.
Angukan pelan itupun mengukir senyum dibibir Yoga,meskipun Reva yakin kali ini dia akan benar-benar patah hati.
"Kalo gitu,kamu maukan ketemu sama mama aku?" tanya Yoga,membuat wajah yang menunduk itu langsung terangkat.
"Hem??" Reva merasa ada yang salah dengan pendengarannya.
"Perjodohan aku akan batal,jika aku membawa gadis yang aku cinta buat ketemu sama mama,jadi kamu maukan ketemu sama mama aku?" tanya Yoga lagi.
Reva menggigit bibir bawahnya,menatap wajah Yoga.
"Apa itu artinya,kak Yoga cinta sama aku?" tanya Reva memastikan.
Yoga tersenyum dan menangkup wajah Reva, "Iya,aku udah jatuh cinta sama kamu," jawab Yoga.
Air mata yang sedari tadi Reva tahan akhirnya meluncur juga,bukan karena sedih tapi karena terlalu bahagia.
"Kok,kamu malah nangis sih,hah?" Yoga mengusap pipi Reva yang basah,lalu menarik Reva kepelukannya.
Reva masih saja menangis sambil memeluk erat tubuh Yoga,ia benar-benar tidak menyangka jika Yoga justru menerima cintanya,padahal ia sudah menyiapkan kemungkinan terburuk.
Yoga tersenyum sambil mengusap kepala Reva yang berada didadanya.Entah kenapa ia merasa sangat bahagia bisa mengakui perasaannya yang selama ini dia sendiri belum yakin,tapi kali ini Yoga akan berusaha mempertahankan Reva apapun yang terjadi nanti.
Yoga melepaskan Reva dari pelukannya.
"Tapi,mama kak Yoga gak galakkan?" tanya Reva membuat Yoga terkekeh.
"Gak kok,mama aku baik,jadi kamu gak perlu khawatir ya," ucap Yoga.
Reva menatap wajah Yoga, "Tapikan aku masih sekolah,gimana kalo mamanya kak Yoga langsung nyuruh kita nikah?" tanya Reva lagi dengan cemas.
"Biar aku yang urus soal itu,kamu cukup ketemu sama mama,okey," ucap Yoga sambil memegang kedua lengan Reva.
Reva menganguk dan kembali memeluk Yoga membuat pria yang 8 tahun lebih tua darinya itu tersenyum bahagia.
__ADS_1