Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Bab 67


__ADS_3

Yoga menghampiri Reva,ia menaruh makanannya dimeja dan mendekati Reva yang masih menunduk itu.


"Reva,lihat aku," ucap Yoga.


Reva masih tetap menunduk sambil menggelengkan kepalanya.


"Reva,mama baru sekali ketemu kamu,mungkin dia belum siap,aku yakin pada akhirnya mama akan setuju sama hubungan kita,ya...kamu jangan nangis lagi dong," ucap Yoga berusaha membuat Reva lebih tenang.


Reva mengangkat wajahnya dan menatap wajah Yoga, "Tapi gimana kalo tetap gak setuju?" tanya Reva yang mulai tidak percaya diri lagi.


Yoga terdiam,dia juga bingung harus menjawab apa.


"Kita coba dulu aja ya," ucap Yoga.


"Tapi aku gak mau hubungan kak Yoga sama mama kak Yoga jadi renggang gara-gara aku," ucap Reva dengan tersedu.


"Kamu gak buat hubungan kami renggang kok,aku tahu mama aku seperti apa,jadi kita coba lagi ya,kamu maukan?" tanya Yoga sambil memegang pipi Reva.


Reva menganguk meskipun sebenarnya ia tidak yakin pada dirinya sendiri.


Yoga tersenyum dan mengusap pipi Reva yang basah, "Ya sudah,sekarang kita makan ya?"


Reva menganguk berusaha melupakan hal tadi dan akan mencoba lagi seperti ucapan Yoga.


Malam itu,Zee mengeluarkan banyak pakaiannya dari lemari dan melemparkan asal,hingga berserakan dilantai dan juga tempat tidur.Deril yang baru saja masuk merasa heran melihat istrinya itu dan mendekatinya,tapi Zee tidak melihatnya dan justru melemparkan baju hingga tepat kekepala Deril.


"Zee," pekik Deril yang langsung membuang baju itu dengan wajah kesal.


Zee melihat kearah Deril.


"Kamu thu ngapain sih hah?" tanya Deril.


"Lihat neh,baju aku pada gak muat," ucap Zee sambil melemparkan lagi bajunya dengan wajah kesal.


"Ya tapi gak kaya gini jugakan caranya,masa semuanya gak muat,cari yang paling besar," ucap Deril.


"Gak ada,kan aku gak pernah gemuk sebelumnya," jawab Zee lalu duduk ditepi ranjang sambil mengusap perutnya.


"Sayang,maafin mama ya,kamu pasti sesak pake baju yang ketat,tapi papa lagi sibuk sampe gak sempet beliin mama baju baru," ucap Zee pada perutnya yang sebenarnya menyindir suaminya.


Deril berdecik kesal, "Kalo kamu mau,kamukan tinggal minta,gak perlu pake cara kaya gini,pake bawa-bawa baby aku lagi,"


Zee hanya diam dengan wajah cemberut.


"Ya udah,beresin semuanya terus kita beli," ucap Deril membuat Zee langsung berdiri mendekatinya.


"Serius?"


"Beresin dulu," ucap Deril.


"Nanti biar aku suruh bibi," jawab Zee.


"Zee....beresin!" ucap Deril sambil melotot kearah istrinya.


"Iya-iya aku beresin," Zeepun memunguti pakaian yang berantakan itu dengan wajah kesal, "Akukan lagi hamil,capek tau'," keluh Zee.


Deril menghela nafas, "Ya udah aku bantuin," Iapun membantu Zee membereskan pakaiannya.


Zee tersenyum melihat Deril yang begitu pengertian.


Dikamarnya Reva sedang searching tentang bagaimana cara meluluhkan hati calon mertua,ia begitu serius membaca artikel itu dan bertekad mempraktekannya pada mama Yoga.


"Aku gak boleh nyerah gitu aja,aku harus semangat," gumam Reva berusaha terus bangkit demi cintanya pada Yoga.


Dimall,Zee sedang berbelanja pakaian untuk ibu hamil tapi tetap modis,ia memilih cukup banyak baju,hingga sang suami yang harus membawa baju-baju itu merasa keberatan.


"Kamu mau beli baju apa buka toko sih Zee,ini udah cukup kalek," keluh Deril yang melihat Zee masih terus memilih.


"Ih,ini kurang banyak,nanti kalo perut aku makin besar lagi,kan gak muat,jadi sekalian beli ya?" ucap Zee.


Deril hanya menghela nafas dan diam menuruti kemauan bumil paling ribet yang satu ini.


Saat akan membayar kekasir,keduanya terdiam karena apa?


Melihat sinenek sihir yang juga sedang membayar di kasir setelah berbelanja.


Zee ingin menegurnya,tapi Deril menahannya.

__ADS_1


"Gak usah cari masalah," ucap Deril.


"Gak cari masalah kok,cari untung," Zee membawa semua baju belanjaannya kekasir.


Deril mengerutkan keningnya karena tidak paham dengan ucapan istrinya.


"Mbak,ini sekalian dia yang bayar ya?" ucap Zee pada kasir.


Kania terkejut dan melihat kearah Zee yang tersenyum menatapnya.


"Zee..."


"Kamu gak lupakan sama hutang kamu 10 juta keaku,jadi bayarin semua belanjaan aku,pasti jumlahnya gak sampai 10 juta kok,nanti sisanya aku ikhlasin," ucap Zee.


Kania mendengus kesal.


"Jadi gimana?mau dibayar sekalian?" tanya Kasir lagi.


"Iya dong mbak,dihitung aja!" jawab Zee.


Kania menatap kesal kearah Zee,Deril hanya menggelengkan kepalanya melihat dua wanita yang tidak pernah bisa akur itu.


"Totalnya 9,5 juta," ucap Kasir.


"Thukan masih sisa," ucap Zee pada Kania.


Kania terpaksa memberikan kartu pada kasir untuk membayar semua barang belanjaan Zee.


Zee terlihat begitu senang karena bisa membuat Kania kesal.


"Udah,puas?" tanya Kania.


Zee menganguk, "Puas dong,akhirnya uang aku yang sekian lama bisa balik lagi sekarang,"


Kania melihat sekilas kearah Deril lalu segera beranjak meninggalkan Zee dengan wajahnya yang kesal.


Zee terkekeh melihatnya.


"Kamu Thu ya,lagi hamil tapi masih suka cari masalah sama Kania,gimana kalo baby kita nanti mirip sama Kania?" ucap Deril.


Deril nyengir karena berhasil menggoda istrinya itu.


Sore itu,Yoga masih sibuk dikantor karena masih banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan.


ponselnya berbunyi,ia tersenyum melihat nama Reva dilayar.


"Ya Reva,"


"Kak Yoga dimana?" tanya Reva.


"Aku masih dikantor,ada apa?" tanya Yoga.


Reva sedang berada ditaxi dengan tas berisi kue ditangannya.


"Aku mau kerumah kak Yoga,ini udah dijalan," jawab Reva.


"Mau ngapain sih kamu,akukan lagi gak ada dirumah?," tanya Yoga.


"Akukan mau ketemu sama calon mertua,mau minta restu," jawab Reva.


Yoga terkekeh, "Ya udah,aku usahain pulang cepet ya,semoga dapet restunya,semangat terus ya?," ucap Yoga.


"Ok..." jawab Reva dengan semangat.


Yoga tersenyum menutup telefon dan bergegas menyelesaikan pekerjaannya agar bisa segera pulang.


Reva sampai didepan pintu dan memencet bel,bibi membuka pintu dan menyambut Reva dengan ramah.


"Tante Siska ada?" tanya Reva.


"Ada,silakan masuk!" ucap Bibi.


Reva tersenyum dan segera masuk untuk menemui Siska.


"Permisi Tante," ucap Reva saat sampai diruang tengah,tapi sepertinya Siska sedang ada tamu,seorang perempuan cantik.


"Reva," Siska menghampiri Reva, "Kamu kesini?"

__ADS_1


"Iya Tante,kebetulan saya ada keperluan disekitar sini,jadi mampir deh,gak papakan?" tanya Reva dengan sopan.


"Gak papa dong,yuk sini," Siska mengajak Reva duduk didepan perempuan yang tersenyum kepada Reva itu.


"Reva,ini Alena dan Alena ini Reva," ucap Siska memperkenalkan mereka.


"Hai Reva," sapa Alena.


"Hai..." jawab Reva.


"Oya Reva,Alena ini perempuan yang Tante jodohin sama Yoga,cantikkan?" tanya Siska tanpa rasa bersalah.


Reva langsung terdiam,rasa sakit itu tiba-tiba datang lagi tanpa permisi.


"Reva,Alena cantikkan,cocok sama Yoga?" tanya Siska lagi.


"Iya Tante,cantik," jawab Reva dengan suara gemetar berusaha menahan pilu dihatinya.


"Reva ini siapa Tante?" tanya Alena.


Reva ingin menjawab tapi Siska mendahuluinya.


"Adik angkatnya Yoga," jawab Siska.


Reva menatap kearah Siska.


"Yakan Reva?"


Reva hanya bisa menganguk pelan,padahal hatinya merasa sangat sesak.


"Oh,yang kemarin dibeliin baju sama Yoga diboutiqe aku ya?" tanya Alena.


"Iya," jawab Reva.


"Oya Tante,ini aku bawain kue buat Tante,semoga Tante suka ya?" Reva memberikan kue itu pada Siska.


"Makasih ya,tadi kebetulan Alena juga bawa,nanti Tante bisa kekeyangan deh," ucap Siska.


Alena tersenyum,begitupun Reva yang memaksakan tersenyum meskipun hatinya terasa begitu sakit.


Hampir satu jam berlalu,Siska terus mengobrol dengan Alena begitu akrab,sementara Reva hanya menyaksikan mereka seperti obat nyamuk yang sama sekali tidak dianggap.


Yoga baru sampai dirumah,saat itu ia bertemu dengan Alena ditempat parkir.


"Alena,kamu disini?" tanya Yoga.


"Iya,aku udah disini dari siang,kebetulan mama kamu pesen baju,jadi aku yang anterin," jawab Alena.


"Oh..."


"Tadi aku juga ketemu sama adik angkat kamu," ucap Alena.


Yoga mengerutkan keningnya, "Adik angkat aku?siapa?".


"Reva,dia adik angkat kamukan?Tante Siska yang bilang," ucap Alena.


Yoga terlihat kesal mendengar hal itu, "Apa dia masih didalam?".


"Dia udah pulang sejak tadi,katanya masih ada acara lain," jawab Alena.


"Ya udah,aku masuk dulu ya," Yoga bergegas masuk kerumahnya dengan kemarahan yang nampak dimatanya.


Yoga menghampiri mamanya yang sedang duduk santai.


"Ma,bisa-bisanya mama bilang keAlena kalo Reva itu adik angkat aku," ucap Yoga tanpa permisi.


"Yoga,kamu baru pulang kok udah marah-marah sama mama," ucap Siska yang sedikit terkejut.


"Ma,aku tahu mama gak setuju sama hubungan aku dan Reva,tapi tolong ma,mama jangan sakiti hatinya Reva," ucap Yoga.


"Ya,kalo kamu gak mau Reva makin tersakiti harusnya kamu Tahu apa yang harus kamu lakuin,mama sama sekali gak berniat buat nyakitin dia,tapi kalo kalian terus melanjutkan hubungan ini,pasti dia akan semakin tersakiti Yoga," ucap Siska.


Yoga terdiam berusaha menahan emosinya.


"Lepasin dia supaya dia bisa terbebas dari semua tekanan yang menyakiti hatinya," ucap Siska lalu beranjak meniggalkan Yoga.


Yoga menghela nafas lalu mengusap wajahnya yang terlihat sangat bingung harus mengambil keputusan seperti apa.

__ADS_1


__ADS_2