Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Cinta Yang Mulai Tumbuh


__ADS_3

Deril menuju kekamar setelah mengantarkan Farhan untuk istirahat.


Ia melihat Zee yang sedang membereskan bajunya kelemari.


Deril duduk diranjang lalu membuka ponselnya.


Zee menatap kearah suaminya itu, "Kamu gak bilang mau ikut tinggal disini,kamu sengajakan mau ngerjain aku?" ucap Zee dengan ketus.


Deril melirik kearah Zee, "Hem.." jawab Deril.


"Udah salah,ngaku lagi," gumam Zee dengan wajah kesal.


Deril mendekati istrinya itu dan memeluknya dari belakang.


Zee sedikit terkejut dengan pelukan tiba-tiba itu.


"Kenapa kamu gak suka aku ikut tinggal disini?,Hem?" Deril meletakkan dagunya dipundak Zee.


"Bukannya gitu,tapikan..." Zee juga bingung harus berkata apa.


Deril membalikkan tubuh Zee agar menghadapnya, "Maafin aku ya,kemarin aku sengaja gak angkat telfon kamu,padahal kamu sedang sangat membutuhkan aku,"


Zee menatap nanar wajah suaminya itu,baru kali ini Zee mendengar permintaan maaf yang tulus dari mulut suaminya,matanya pun terasa panas dan butiran bening itu tiba-tiba meluncur begitu saja.


Deril terdiam saat melihat Zee, "Kamu masih marah,kok malah nangis?"


Zee segera mengusap matanya, "Gak,aku cuma kelilipan," jawab Zee.


Deril tersenyum, "Ya udah sini aku tiupin," Deril menangkup wajah Zee.


Tapi bukannya meniup mata Zee,Deril justru mengecup lembut bibir Zee.


"Chupp"


Zeepun sedikit terkejut dengan kecupan tiba-tiba, "Ih..." Zee memukul pelan dada Deril dengan wajah merona.


"Udah sembuhkan?" goda Deril.


"Belum,masih kurang," jawab Zee.


Deril menarik pinggang Zee hingga tubuh mereka melekat.


Keduanya saling menatap,lalu bibir mereka bertemu,keduanya sangat menikmati ciuman panas siang itu.


Rico sedang mengajar Reva.


Farah menjelaskan jika Zee sudah pindah dan memutuskan untuk tidak melanjutkan lesnya bersama Rico.


"Maaf ya,Zee gak bisa ngomong langsung kekamu," ucap Farah.


"Gak papa kok Tante,saya ngerti," jawab Rico dengan wajahnya yang sedikit kecewa, "Oya Tante,boleh gak saya meminta alamat rumahnya Zee,soalnya ada buku Zee yang masih saya bawa,"


"Iya..iya..boleh," jawab Farah.


Rico tersenyum lega.


Zee sedang memberikan obat untuk Farhan.


"Zee,papa denger kamu ikut skripsi tahun ini," tanya Farhan.


"Iya pa,Zee mau cepat lulus," jawab Zee.


Farhan menaikkan alisnya, "Kamu yakin?"


"Ih...papa bukannya dukung anaknya tapi malah bikin mental aku down,sama kaya Deril,kalian Thu mertua sama menantu yang cocok banget,sama-sama gak punya perasaan," keluh Zee dengan wajah cemberut.


Farhan terkekeh lalu memegang tangan Zee, "Zee,Deril Thu pria yang baik lho,kamu gak boleh ngomong kaya gitu,"

__ADS_1


Zee terdiam dengan wajah yang masih kesal.


"Jadi kemarin sebelum kamu bilang mau pindah,Deril udah minta izin dulu kepapa kalo kalian mau pindah kesini," ucap Farhan.


Zee menatap wajah Farhan.


"Tapi dia gak mau papa bilang kekamu soal ini,dan dia bilang mau kasih kamu surprise," imbuh Farhan.


Zee pun tersenyum malu.


"Sekarang papa yakin kalo Deril itu sangat peduli sama kamu,dan papa bahagia karena kamu sudah mendapatkan suami seperti Deril," Farhan mengusap rambut Zee.


Zee memeluk Farhan dengan senyum bahagia, "Aku juga bahagia banget pa,"


"Tingtung" Bel rumah berbunyi saat Zee hendak naik keatas,Zeepun menuju kearah pintu dan membukanya.


"Siang.." Sapa Rico.


Zee terkejut saat melihat Rico,Dia menoleh kearah kamarnya berharap Deril tidak keluar kamar.


"Lo ngapain kesini," tanya Zee.


"Neh,gue mau balikin buku Lo," ucap Rico memberikan buku itu pada Zee.


Zee menerimanya, "Makasih,udah sana pulang,"


usir Zee.


"Ya ampun galak banget,masa ada tamu diusir," sindir Rico.


"Udah deh,gue gak mau Deril salah paham,sana," Zee berusaha mendorong tubuh Rico.


"Oya Zee,Lo yakin mau berhenti les,Lo lagi ikut skripsi lho,gimana kalo..." Rico menghentikan ucapannya.


"Gue gak lulus?" Zee menyambung ucapan Rico.


"Ya udahlah itu bukan urusan Lo,gue akan berusaha semampu gue," jawab Zee.


"Ok..gue cuma berharap Lo bisa lulus," ucap Rico.


Zee menganguk, "Semoga aja,"


"Zee.." Teriak Deril sambil keluar kamar.


Zee terkejut, "Sana pergi!" Zee menutup pintu tepat didepan wajah Rico.


Ricopun sedikit terkejut hampir saja wajah tampannya kejedot pintu.


Deril menuruni tangga, "Kamu dari mana sih,dipanggil juga,"


Zee terlihat sedikit gugup, "Kan habis dari kamar papa," jawab Zee.


Deril melihat buku ditangan Zee, "Itu apa?perasaan tadi gak bawa buku,"


"Oh..ini buku dari kamar papa,ya udah,aku mandi dulu," ucap Zee lalu bergegas menuju kekamarnya.


Deril merasa aneh dengan sikap Zee,Iapun melihat dari jendela karena Ia mendengar suara bel pintu yang berbunyi tadi.


Deril menyunggingkan bibirnya saat melihat Rico masih dihalaman rumah,Iapun keluar dan menemui Rico.


Rico sudah berada diatas motor dan ingin pergi.


"Ehem..." Deril menghampirinya.


Rico sedikit terkejut melihat Deril, "Hai..." sapa Rico.


"Ngapain kesini?" tanya Deril tanpa basa basi.

__ADS_1


"Tadi gue nganterin bukunya Zee yang kebawa sama gue kemarin," jawab Rico.


"Oh..."


"Oya,Zee udah gak les lagi sama gue," ucap Rico.


"Gue udah tahu,gue yang ngelarang dia," ucap Deril dengan ketus.


Rico terdiam mendengar ucapan Deril yang seperti sangat tidak menyukainya.


"Ril,Lo gak usah salah paham sama hubungan gue dan Zee,karena kita emang gak ada hubungan apa-apa," Rico mencoba menjelaskan.


Deril nyengir, "Gue tahu kok,tapi gue gak sebodoh Zee,gue bisa bedain mana cowok yang tulus dan mana cowok yang punya maksud lain kedia," ucap Deril dengan tatapan tajamnya.


"Tapi Zee lagi skripsi,kalo dia gak ikut les,mungkin dia gak akan lulus," ucap Rico yang mulai terpancing emosi.


"Gak masalah,gue gak peduli dia mau lulus atau gak,gue akan menerima Zee yang seperti ini,dia gak perlu jadi pinter buat jadi istri gue,gue harap Lo ngerti!" Deril beranjak pergi meninggalkan Rico.


Rico terlihat sangat kesal,ia menarik nafas berusaha mengendalikan diri.


Zee selasai mandi dan berganti pakaian,Ia melihat Deril sedang duduk diranjang sambil membaca buku yang tadi Zee bawa.


"Tadi aku ketemu Rico didepan," ucap Deril.


Zee langsung tertegun dan bingung harus bicara apa, "Oya,dia ngapain?" tanya Zee pura-pura tidak tahu.


Deril menatap tajam kearah Zee,membuat Zee menelan cepat Salivanya dengan wajah sedikit ketakutan.


"Dia cuma ngembaliin buku kok,sumpah," ucap Zee sambil mengangkat tangannya.


"Kenapa tadi kamu bohong?" tanya Deril lagi.


Zee terdiam,Deril berdiri dan mendekatinya.


"Aku cuma gak mau kamu marah,lihatkan kalo kamu marah kaya mau makan orang," ucap Zee justru mengejek Deril.


Deril mendengus kesal, "Ehm,dan sekarang aku pengen makan kamu,"


Deril menarik pinggang Zee agar menempel pada tubuhnya,lalu mendekati wajah istrinya itu.


Zee merasa begitu gugup,nafasnya tersengal,Deril mencium telinga Zee lalu bergeser keleher jenjangnya,membuat Zee melenguh sembari menggigit bibir bawahnya menahan desiran panas yang ia rasakan.


"Drrrtttt," tiba-tiba Ponsel Deril berbunyi.


Keduanya sedikit terkejut,Derilpun mengambil ponselnya tanpa melepaskan pinggang Zee.


"Iya ma," jawab Deril dengan wajah sedikit kesal karena merasa terganggu.


"Mama sama papa sedang menuju kesana,l buat jengukin papanya Zee," ucap Farah diseberang telefon.


"Sekarang?" tanya Deril lagi.


"Iya,ini udah dijalan," jawab Farah.


Deril menghela nafas, "Ya udah," Deril menutup telfon dan melepaskan Zee dari dekapannya.


"Mereka mau kesini?" tanya Zee.


"Hem," jawab Deril dengan wajahnya yang masih kesal.


"Ya udah kamu mandi sana,biar aku siapin makanan buat mereka," ucap Zee yang ingin beranjak pergi.


Deril menahan tangan Zee, "Urusan kita belum selesai,"


Zee menaikkan alisnya, "Mau diselesain sekarang?"


Deril nyengir, "Nanti aja!" ucap Deril lalu melepaskan tangan Zee dan segera masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Zee tersenyum malu,Iapun segera keluar kamar untuk menyiapkan makanan.


__ADS_2