
Zee masuk kekamar setelah selesai membereskan dapur.Ia melihat Deril yang kembali tidur diatas ranjang,mungkin karena lelah jadi dengan mudah Deril ketiduran.
Zee tersenyum saat melihat gelas susu yang sudah kosong diatas nakas.
"Hem,sok gengsi," gumam Zee.
Zee mencari ponselnya yang berada dibawah bantal tempat Deril tidur.
Zeepun naik keranjang untuk mengambil ponselnya,dia berhasil mengambilnya,tapi Zee justru berhenti saat melihat wajah Deril yang sedang terlelap tidur.
Zee tersenyum dan menyentuh pipi Deril dengan jari telunjuknya.
"Kalo gak marah-marah ginikan ganteng," gumam Zee.
Deril yang mendengar suara Zee langsung membuka mata,membuat Zee terkejut.
Keduanya saling bertatapan.
"Kamu udah bangun?" tanya Zee dengan wajah gugup dan segera ingin turun dari ranjang.
Deril justru menarik tubuh Zee hingga terbaring diranjang dan mengukungnya.
Ya...meskipun Zee menginginkan hal seperti itu,sebagai wanita tetap saja dia merasa gugup dan juga malu.
"Ngapain Lo,hah?" tanya Deril menatap tajam wajah Zee.
"Cuma,mau ngambil ponsel kok,neh," Zee menggoyangkan tangannya yang sedang memegang ponsel.
"Gue paling gak suka kalo tidur gue diganggu!" ucap Deril yang masih berada diatas Zee.
"Iya Sorry." ucap Zee yang tak ingin menatap wajah Deril karena wajahnya sudah seperti udang rebus.
Deril menyunggingkan bibirnya,"Kenapa?bukannya ini yang Lo mau,kenapa Lo malu-malu?biasanya juga gak punya malu," Sindir Deril.
Zee langsung menatap Deril saat merasa ucapan Deril menyinggungnya.
Deril ingin bangun tapi tiba-tiba Zee menarik tengkuk leher Deril dan melayangkan satu ciuman kebibir Deril.
"Chuupp"
Derilpun terbelalak dan langsung mendorong Zee hingga kembali jatuh keranjang.
"Zee..!" bentak Deril sembari mengusap bibirnya.
"Kenapa?Lo bilang gue gak punya malu'kan?" Zee nyengir dan beranjak dari ranjang menuju kekamar mandi.
Deril mendengus kesal melihat tingkah Zee.
Zee menutup pintu kamar mandi,dengan wajah yang hampir meledak,dia menutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Duh...apa yang udah gue lakuin?" Zee memegangi bibirnya dan tersenyum, "Ciuman pertama gue?",Zee terlihat gemas pada dirinya sendiri.
Malam harinya,Deril dan Adi sedang bersantai diruang tengah sambil membicarakan pekerjaan.
Farah didapur untuk menyiapkan teh dan cemilan,sedangkan Reva sedang belajar didekat Deril.
Tidak biasanya satu keluarga ini berkumpul,dihari biasa semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
Zee turun dari tangga dan berjalan menghampiri Farah.
"Bikin apa ma?" tanya Zee.
"Ini,mama bikin pangsit,kamu bawa keruang tengah ya? mama mau ganti baju dulu," ucap Farah.
Zee manganguk lalu membawa nampan yang berisi pangsit dan juga teh hangat itu keruang tengah.
Zee pun meletakkannya dimeja depan Adi.
"Silakan pa," ucap Zee dengan sopan.
"Makasih ya," jawab Adi.
Zee duduk disamping Reva "Kamu lagi ngapain?"
"Belajar,aku agak gak ngerti sih sama bab yang ini,kak Zee bisa ngajarin gak?" tanya Reva menyodorkan buku pada Zee.
Zee terdiam sambil menelan Salivanya,diapun melihat buku itu dan kepalanya mulai pusing.
Deril nyengir dan memakan pangsit yang tadi dibawa Zee.
"Gimana?" tanya Reva lagi.
"Ehm....?" Zee bingung karena dia juga sama sekali tidak paham dengan rumus Matematika didepannya.
Deril merebut buku itu dari tangan Zee, "Biar kakak aja yang ngajarin!" ucap Deril.
Zee terdiam dan merasa lega.
"Tumben,biasanya kakak juga gak mau," ucap Reva.
Reva menunjukkannya,Derilpun menjelaskannya dengan sangat rinci,Zeepun ikut memperhatikan apa yang Deril jelaskan,dan mulai mengerti.
Zee tersenyum melihat Deril, "Suami gue emang pinter banget." batin Zee.
Farah yang baru keluar kamar,menghampiri Adi,mereka tersenyum melihat anak-anak dan menantu mereka yang terlihat akrab.
"Kalo soal pelajaran tanya aja sama kakak,jangan tanya sama Zee," ucap Deril.
"Kenapa?" tanya Reva bingung.
"Otaknya cuma setengah," bisik Deril ketelinga Reva sambil nyengir.Revapun terkekeh.
Zee yang masih bisa mendengar ucapan Deril mengerucutkan bibirnya.
Deril masuk kedalam kamar,dan melihat Zee yang sudah tertidur disofa.
Deril mendekati Zee, "Ngpain sih Lo tidur disini?"
Deril menggendong tubuh Zee dan ingin memindahkannya keranjang,tapi tiba-tiba Zee meregangkan otot,Deril yang terkejutpun tak sengaja menjatuhkan tubuh Zee kelantai.
"Au...!" pekik Zee yang kesakitan sambil memegangi pinggulnya.
Deril hanya diam dan pura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
Zee melihat kearah Deril,
__ADS_1
"Ngapain Lo tidur dilantai?sana tidur dikasur!" ucap Deril,lalu menuju kesofa.
Zee terdiam bingung,"Perasaan tadi gue tidur disofa,terus kaya jatuh gitu," gumam Zee.
"Mimpi kalek!" ucap Deril yang sudah membaringkan tubuhnya di sofa.
Zee melihat Deril dengan sinis, "Kalo mimpi gak mungkin tubuh gue beneran sakit," ucap Zee.
Deril melihat kearah Zee, "Terus,Lo pikir gue yang ngebanting Lo kelantai gitu?"
"Ya mungkin aja,guekan tidur jadi gue gak tau," ucap Zee.
"Lha Lo tahu,Lo itu tidur jadi Lo gak tahu apa-apa,enak aja nuduh gue," Deril berbalik memunggungi Zee.
Zee masih terdiam dengan wajahnya yang bingung.
Derilpun cengengesan melihat ekspresi Zee seperti itu.
Zeepun bangun sambil memegangi punggungnya yang masih sakit,lalu berbaring diranjang.
Deril sedang bersiap untuk pergi kekantor hari ini,Zee masuk kekamar sembari membawakan segelas susu untuk Deril.
"Neh,susunya!" Zee menyodorkan susu itu keDeril.
Deril menatap Zee, "Guekan udah bilang,kalo gue..."
"Gak minum susu,trus yang ngabisin susu segelas kemarin siapa?tikus?" Sindir Zee.
Deril mengambil susu itu dengan tangannya lalu meminumnya sampai habis.
Zee tersenyum melihatnya,apalagi melihat bekas susu dibibir Deril,membuatnya teringat akan ciuman pertamanya kemarin.
"Kenapa senyum-senyum?" Tanya Deril yang heran dengan sikap Zee.
"Gak papa," Zee mengambil tisu dan ingin mengelap bibir Deril.
Deril menahan tangan Zee dan merebut tisunya, "Gue bisa sendiri,gak usah sok romantis,"
Zee terlihat kesal,Deril ingin mengelap bibirnya tapi Zee gantian menahan tangan Deril.
Deril menatapnya kesal, "Apalagi sih Zee?"
"Biar aku aja!" Zee berjinjit dan mengecup bibir Deril dengan bibirnya,Derilpun terdiam kaget,Zee mengecup bekas susu yang tersisa disana.
Derilpun sebenarnya ingin menolak,tapi tubuhnya seperti tidak bisa digerakkan.
Zee tersenyum, "Bersihkan?" ucap Zee setelah puas mencium suaminya itu.
Deril menatap Zee dengan sinis lalu mengelap bibirnya dengan tisu yang masih ia pegang, "Lo Thu,agresif banget ya jadi cewek!" ejek Deril.
"Ya,gak papa sama suami sendiri,emang gak boleh?" tanya Zee.
"Gak,awas kalo Lo berani nyium gue lagi,gue akan bales!" ucap Deril secara spontan.
Zee terkejut, "Balas cium,maksudnya?"
Deril terlihat gelagapan dan bingung, "Ya gaklah, pokoknya jangan cium gue lagi,ngerti!" Deril bergegas keluar dari kamar.
__ADS_1
Zee tersenyum girang sembari memegangi pipinya yang memerah karena berhasil mencium Deril untuk kedua kalinya dan Deril sama sekali tidak berontak kali ini,Zee yakin tidak lama lagi Deril akan mulai mencintainya.