Mengejar Cinta Suami Super Jutek

Mengejar Cinta Suami Super Jutek
Kehamilan yang dinanti


__ADS_3

"Zee kalo Deril aja yakin sama Lo kenapa Lo ragu sama diri Lo sendiri," ucap Ririn setelah Zee menceritakan semua padanya.


Zee menghela nafas, "Gue juga gak tau Rin,gue cuma takut kalo Rico beneran ngelakuin itu kegue," jawab Zee.


"Emang brengsek Thu cowok," umpat Ririn yang terlihat kesal.


"Gak...tapi gue harus kuat demi orang-orang yang gue sayang,gue akan lupain semua kejadian itu,apalagi gue gak mau ngecewain Deril yang udah percaya sama gue," ucap Zee dengan semangat.


"Gitu dong,itu baru Zee," ucap Ririn lalu memeluk sahabatnya itu.


"Oya,gimana kabar Eva?" tanya Zee.


"Ya sibuklah,ngurusin anak bayi,tadinya dia maksa mau ikut,tapi langsung dimarahin sama suaminya," ucap Ririn.


"Lagian diakan ngurusin bayi,masa mau ikut kesini," Zee terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


"Oya,gimana manjur gak jamunya kemarin?" tanya Ririn.


"Mana ada,sampai sekarang gue juga belum hamil," jawab Zee dengan wajah cemberut.


"Lo kurang serius kali bikinnya," ejek Ririn.


"Ish," Zee mendengus kesal membuat Ririn terkekeh.


Satu bulan berlalu.


Zee sudah melupakan tragedi yang menimpanya dan kembali menjadi wanita yang bawel dan juga ceria.Namun Zee memutuskan untuk berhenti bekerja dikantor dan memilih mengurus restoran bersama papanya.Derilpun menyetujuinya,bahkan Ia sudah memiliki sekertaris baru yang Zee pilih,yakni Pak Andre.


Deril selesai meminum susu dipagi hari.


"Aku berangkat dulu ya," Deril mencium kening istrinya.


Zee tersenyum dan memberikan kecupan manis pada Deril.


"Hati-hati ya," ucap Zee.


"Oya hari ini aku ada Meting,sama 'Yoga company' mereka berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan kita," ucap Deril.


"Hah,ada Kania dong," ucap Zee dengan wajah cemberut.


"Kamu masih cemburu sama Kania?" tanya Deril sambil mendekati wajah istrinya.


Zee berpikir, "Gak sih,kan suami aku super setia," jawab Zee dan kembali mengecup bibir suaminya yang sudah mendekat.


Deril tersenyum dan mengelus rambut istrinya itu.


Yoga dan Kania sampai diperusahaan milik Adi.


Adi dan Derilpun menyambut mereka dengan baik dan sopan,Yah meskipun masa lalu yang buruk dengan Kania,tapi Adi tidak ada masalah apapun dengan Yoga.


"Mari silakan," ucap Adi.


Merekapun duduk diruang meting.


Kania sebenarnya sangat keberatan saat Yoga memilih bekerja sama dengan perusahaan milik Deril,tapi dia tidak bisa berbuat apapun ketika Yoga sudah mengambil keputusan.


"Jadi ini rancangan kerja sama kita," Yoga menyerahkan berkas kepada Adi dan juga Deril.


"Saya harap,kita bisa bekerja sama dengan baik dan membangun proyek besar bersama," ucap Yoga lagi.


Adi meletakkan berkas itu setelah melihatnya, "Baik,saya akan mempertimbangkan rencana kerjasama ini,tapi ada satu hal yang harus saya tekankan," ucap Adi.


Yoga merasa heran,Kaniapun mengerutkan keningnya.


"Saya ingin bekerja sama dengan orang yang profesional dan tidak mencampur adukkan masalah pribadi dalam bekerja," ucap Adi.

__ADS_1


Kania tersentak,jelas Adi sedang menyindirnya,Derilpun tersenyum tipis karena bisa-bisanya papanya menyindir Kania secara langsung seperti itu.


"Kalo soal itu saya jamin,kami adalah orang yang profesional dalam bekerja,yakan Kania?" tanya Yoga.


"Iya pak," Jawab Kania dengan wajah yang masih terlihat kesal.


"Baik kalo begitu,nanti akan saya beri kabar tentang keputusan finalnya," ucap Adi.


Yogapun menganguk dan mereka berpamitan.


Deril mengantarkan Yoga dan Kania sampai kedepan.


"Saya sangat berharap kita bisa bekerja sama pak Deril,sejak pertama kali bertemu anda,saya sudah sangat kagum dengan kinerja anda," ucap Yoga.


Deril tersenyum, "Harusnya saya yang kagum pada anda,kan anda yang memenangkan tender," ucap Deril.


"Saya gak akan bisa apa-apa tanpa Kania," ucap Yoga.


Kania terlihat sedikit malu dengan pujian Yoga.


"Tapi saya heran,gaya kerja kalian sangat mirip,makanya kalo kita bekerja sama pasti kalian akan cocok," ucap Deril.


Kania melihat kearah Deril,Deril terlihat sedikit tidak nyaman dengan ucapan Yoga.


"Ya sudah,saya tunggu kabar baiknya," ucap Yoga,merekapun segera beranjak pergi.


Deril menghela nafas dan segera kembali menuju keruangannya.


Zee sedang didapur restoran dan memasak pesanan pelanggan,Ia sangat mahir dalam mengolah makanan.


Tapi tiba-tiba dia merasa mual.


"Huek...," Zee segera berlari menuju ketoilet dan menyuruh chef lain meneruskan pekerjaannya.


"Huek...huek...huek..." Zee muntah-muntah didalam toilet dan merasa sedikit pusing.


Zeepun pergi keruangan Farhan untuk beristirahat,Zee langsung berbaring disofa.


"Zee,kamu kenapa?" tanya Farhan.


"Gak tau neh pa,kepala Zee pusing,perut Zee juga mual,kayanya masuk angin deh," jawab Zee dengan suara lemas.


Farhan terdiam dan berpikir,Ia mendekati putrinya itu.


"Apa jangan-jangan kamu hamil," ucap Farhan.


Zee membuka matanya dan langsung duduk, "Masa sih?"


"Kamu periksa sana kedokter sama Deril," ucap Farhan.


"Nanti kalo gak hamil gimana?" tanya Zee yang masih tidak percaya.


"Periksa dulu," ucap Farhan.


Zee menghela nafas dan kembali berbaring.


Deril sedang makan malam bersama Zee dan juga Farhan dirumah.


"Kedokter?" tanya Deril dengan wajah cemas, "Kamu sakit?" Deril melihat istrinya yang sedang makan itu.


"Tadi dia mual sama pusing,siapa tahu hamil," ucap Farhan.


Deril menatap kearah Zee dengan wajah berbinar, "Serius?"


"Ya belum tahu,kan belum periksa," jawab Zee.

__ADS_1


"Ya udah,nanti habis makan kita periksa ya," ucap Deril dengan semangat.


"Besok aja ah,aku capek," ucap Zee memelas.


"Zee,gak baik menunda-nunda kaya gitu," ucap Farhan.


"Tapi pa,aku males kalo harus jalan," keluh Zee.


"Nanti aku gendong," ucap Deril.


Zee menatap kearah suaminya itu.


"Thu,Deril mau gendong kalo kamu males jalan," imbuh Farhan.


Zee mendengus kesal, "Ish...kalian emang selalu kompak kalo ngebully aku,"


Deril dan Farhan terkekeh melihat Zee yang cemberut.


"Jadi gimana Dok, hasilnya?" tanya Deril penuh harap.


Zeepun terlihat cemas.


Dokter tersenyum setelah membaca hasil pemeriksaan Zee, "Selamat ya,Bu Zee hamil," ucap Dokter.


Deril dan Zee tertegun mendengar ucapan dokter.


"Serius dok?" tanya Zee meyakinkan.


"Iya,hasilnya positif," jawab dokter.


Zee dan Deril terlihat sangat senang dan juga terharu.Deril menangkup wajah istrinya, "Kamu hamil,kita bakalan punya anak," Derilpun mengecup kening Zee.


Zee menganguk dan terlihat sangat bahagia.


"Usia kandungannya sudah memasuki 4 Minggu,nanti saya berikan vitamin dan juga obat agar mual dan pusingnya berkurang," ucap Dokter.


"Makasih dok," ucap Deril yang memegang erat tangan Zee.


Farhan memeluk Zee saat mendengar berita bahagia itu.


"Thukan papa bilang juga apa,kamu Thu lagi hamil," ucap Farhan.


"Iya pa,Zee bahagia banget," ucap Zee.


"Besok kita kerumah ya,kita kasih tahu kabar bahagia ini sama mama dan papa mereka pasti bahagia banget," ucap Deril.


Zee menganguk.


Zee sedang berbaring dipelukan Deril.


"Aku masih gak nyangka,diperut aku sekarang ada janin yang sedang berkembang," ucap Zee dengan perasaan haru.


Deril mengusap perut Zee yang masih rata, "Calon anak papa,kamuz harus sehat terus ya," ucap Deril lalu mengecup perut Zee.


Zee terkekeh melihatnya.


"Kok baby-nya aja yang dicium,mamanya enggak?" sindir Zee.


Deril tersenyum dan mendekati wajah istrinya itu, "Kalo untuk mamanya spesial,bukan hanya cium," goda Deril.


"Ish.." Zee memukul pelan dada Deril dengan wajah merona.


Deril tersenyum,Ia mengecup kening Zee,turun kehidung,kekedua pipi,kebibir dan keleher.


Zee menutup mata menikmati setiap kecupan yang Deril berikan.

__ADS_1


Malam yang sangat membahagiakan bagi Deril dan juga Zee.


__ADS_2