
Zee sedang duduk diruang keluarga bersama Reva yang sedang bermain ponsel,sementara Zee menonton tv.
"Tingtung," bel pintu berbunyi.
Zee pun berjalan kearah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Zee membuka pintu dan terdiam saat melihat pria dihadapannya.
"Selamat siang," sapa Rico dengan senyum manisnya.
"Lo,ngapain Lo kesini?" Zee menoleh kearah sekitar, "Jangan-jangan Lo ngikutin gue ya?" Zee menatap sinis kearah Rico.
Rico terkekeh melihat tingkah Zee.
"Kok malah ketawa?" tanya Zee heran.
Farah yang baru saja keluar kamar melihat Zee yang sedang mengobrol dengan seseorang,Iapun menghampiri Zee.
"Lho,Rico," ucap Farah.
"Siang Tante," Rico mencium punggung tangan Farah.
Zee terlihat bingung, "Mama kenal sama dia?"
"Ya kenal dong Zee,Rico inikan guru privatnya Reva," jawab Farah.
"Guru privat," Gumam Zee sembari melirik kearah Rico.
Rico menaikkan alisnya sembari menatap Zee.
"Rico,ini Zee,menantunya Tante," ucap Farah.
"Udah kenal kok Tante,dulu Kitakan satu sekolah,Yakan Zee?" ucap Rico.
Zee hanya menganguk.
"Oya Tante lupa,kaliankan juga satu sekolah sama Deril," ucap Farah.
Rico tersenyum sambil menganguk.
"Gimana?kamu udah bisakan ngajarin Reva lagi,dia udah mulai males Thu kalo gak ada kamu," ucap Farah.
"Iya Tante,kebetulan urusan aku udah selesai,jadi aku udah bisa ngajarin Reva lagi," jawab Rico.
"Ya udah yuk masuk,Reva pasti seneng banget ngelihat kamu," Farahpun masuk terlebih dahulu.
Rico mendekati Zee "Kalo jodoh pasti ketemu lagi," bisik Rico lalu berjalan mengikuti Farah.
Zee memicingkan mata menatap pria berkaca mata itu.
"Kak Rico," ucap Reva antusias dan langsung beranjak menghampiri Rico.
"Apa kabar Reva?" tanya Rico.
"Baik,aku udah semangat neh buat belajar,aku siapin dulu ya bukunya," ucap Reva dengan semangat lalu segera menuju kekamarnya.
Zee merasa heran melihat Reva yang begitu semangat.
Ricopun duduk dan menunggu Reva.
"Zee,kamu bisakan nemenin mereka,soalnya mama ada urusan sebentar," ucap Farah.
"Bisa kok ma," jawab Zee.
"Rico,kalo butuh apa-apa bilang aja sama Zee ya," ucap Farah.
"Baik Tante," jawab Rico.
Farah segera pergi.
__ADS_1
Revapun mulai belajar bersama Rico.
sedangkan Zee duduk diam sambil bermain ponsel.
Deril masih sibuk dikantor dengan pekerjaannya yang menumpuk karena banyak kesalahan dalam laporan yang dia buat kemarin,Kania masuk dengan map ditangannya.
"Ini laporan dari bagian keuangan pak," ucap Kania sembari memberikan map itu.
Deril membuka dan memeriksa laporan itu,Ia mengerutkan keningnya.
"Kayanya kita harus lembur dech buat nyelesain pekerjaan ini," ucap Kania.
Deril terdiam sambil memijat pelipisnya ,"Kenapa semua laporan bisa kacau gini sih?" Deril menatap kearah Kania.
"Aku sama sekali gak tahu soal ini,"
Deril membanting map didepan Kania," Gimana bisa gak tahu,kamukan yang nyusun semuanya kemarin,"
"Ya,aku udah nyusun sesuai file yang kamu buat," bantah Kania.
Deril terdiam dengan wajah yang sedikit kesal karena pekerjaannya yang berantakan.
"Ya udah,kamu malam ini lembur,dan perbaiki semuanya," ucap Deril.
"Sendirian?" tanya Kania.
"Iya," jawab Deril dengan tegas.
Kania terlihat kesal, "Baik pak," Iapun segera keluar dari ruangan Deril.
Entah kenapa Deril berpikir bahwa Kania sengaja memanipulasi pekerjaannya supaya mereka bisa lembur bersama,dan jelas Deril paling tidak suka jika masalah pribadi bercampur dengan masalah pekerjaan.
Kaniapun membanting map saat sampai diruangannya, "Deril kenapa sih?aneh banget sikapnya,pake nyalahin aku segala lagi,"
Kania duduk dengan wajah kesal, "Ini pasti gara-gara Zee,dia udah berhasil mempengaruhi pikirannya Deril," gumam Kania.
"Gimana?udah ngertikan?" tanya Rico.
"Udah donk,kalo kak Rico yang ngajarin semuanya jadi lebih mudah," ucap Reva.
Rico tersenyum dan mengusap rambut Reva, "Ya udah,kamu kerjain latihannya,"
Reva menganguk dan segera mengerjakan latihan dari Rico.
Rico menatap Zee yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Ehem..." panggil Rico.
Tapi Zee tidak meresponnya.
"Boleh minta jus jeruk gak?" tanya Rico.
Zee melihat kearah Rico, "Haus?" tanya Zee.
Rico menganguk,Zee pun beranjak menuju kedapur.
"Aku ketoilet bentar ya," ucap Rico pada Reva.
Reva menganguk.
Zee ngedumel sambil menyiapkan minuman pesanan Rico.
"Ish,emang ini Restoran apa bisa pesen seenaknya," gumam Zee.
"Yang manis," bisik Rico yang tiba-tiba sudah berada dibelakang Zee.
Zeepun terkejut melihat Rico, "Lo ngapain disini?".
"Ngambil pesenan?perlu dibantuin gak?" tanya Rico.
__ADS_1
Zee menatap sinis Rico, "Lo jangan macam-macam ya,ini itu rumah suami gue,awas kalo berani macem-macem,"
Rico justru tersenyum, "Zee,Lo sama sekali gak berubah ya,tetep cuek tapi menarik,"
"Lo yang banyak berubah,dulu Lo gak seagresif ini," balas Zee.
"Jadi Lo udah inget sama gue?" tanya Rico lagi.
Zee terdiam dan melanjutkan membuat jus.
Rico menyandarkan punggungnya kemeja dapur sambil memainkan jeruk ditangannya.
"Lo beruntung ya,bisa menikah sama cowok yang selama ini Lo suka," ucap Rico.
"Yah,mungkin karena Tuhan itu kasihan sama gue," jawab Zee.
Rico menatap Zee, "Trus gimana sama gue,apa gue juga bisa dapetin cewek yang gue suka?"
Zee menatap kearah Rico.
Rico tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Neh," Zee memberikan jus itu pada Rico dan langsung bergegas pergi meninggalkannya.
Rico terkekeh melihat sikap Zee yang salah tingkah lalu meminum jus buatan Zee.
"Hemmm,manis," gumam Rico.
Deril sampai didepan rumah sepulang kantor,dia berpapasan dengan Rico yang akan pulang.
"Hai,Lo udah kesini lagi?" sapa Deril.
Rico tersenyum, "Iya,kebetulan urusan gue udah selesai,jadi gue udah bisa mulai ngajarin Reva lagi mulai sekarang," jawab Rico.
"Bagus donk," ucap Deril.
"Oya,selamat ya atas pernikahan Lo sama Zee,sorry gue gak bisa Dateng," ucap Rico.
"Makasih," jawab Deril.
"Ya udah,gue balik dulu,udah sore," ucap Rico lalu menaiki motornya dan meninggalkan kediaman Deril.
Deril masuk kekamar dan melihat Zee yang sedang duduk disofa.
Zee yang melihat Deril langsung berdiri dan mendekatinya, "Kamu kenalkan sama Rico?" tanya Zee.
Deril menaruh tasnya dan duduk untuk melepaskan sepatunya,sementara Zee terus mengikutinya.
"Guru privatnya Reva,kenal dong," jawab Deril.
"Dulu dia kakak kelas kita waktu SMA kan?" tanya Zee lagi.
"Iya,Kenapa?" Deril melihat Zee yang duduk disampingnya.
Zee terdiam,Ia bingung apa dia harus cerita keDeril soal Rico.
Derilpun kembali melepaskan sepatunya yang belum selesai karena Zee hanya diam.
"Dia dulu pernah nembak aku pas SMA," ucap Zee.
Deril langsung berhenti dari aktifitasnya.
Zee menunggu respon dari Deril.
Deril melihat kearah Zee, "Oh..." Lalu beranjak menuju kekamar mandi.
Zee menganga mendengar respon Deril, "Oh? apa coba maksudnya?" Zee mendengus kesal karena Deril sama sekali tidak peduli pada ceritanya.
Deril terdiam saat memasuki kamar mandi,dia teringat perkataan Zee tentang Rico,Iapun sedikit terpengaruh tapi mencoba untuk melupakannya.
__ADS_1