Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 10


__ADS_3

"Apa lagi yang kalian lihat!!! seret wanita ular ini keluar dan ingat jangan pernah biarkan wanita ular ini menginjakkan kakinya di Perusahaan!! apa lagi di hadapanku apa pun alasannya!!" Bentak Reza dengan wajahnya yang muak dan kesal dengan sikapnya Nikita.


Suaranya begitu sungguh menggelegar di ruangan megah itu. Siapa pun yang mendengar teriakannya akan takut dan gemetar ketakutan. Perkataan itu menggema ke seluruh isi ruangan Presdir Perusahaan PT Sanitex group.


Reza dengan amarahnya yang sudah sampai ke ubun-ubun dan berkobar, karena pekerjaannya harus tertunda beberapa saat gara-gara kedatangan sang pengganggu.


Matanya menampilkan kilatan cahaya kemarahan yang memerah. Bahkan urat-urat lehernya pun sudah menonjol. Beberapa saat kemudian, Reza berjalan ke arah dalam ruangan pribadinya lalu mengambil pigura yang berisi foto Rania dan putra sulungnya Farel.


"Setiap kali rasa marah ini muncul, fotomu mampu meredam emosi yang bergejolak dan meluap-luap di dalam dadaku, sayang kapan kamu akan pulang Mas sangat merindukan kehadiran kalian di sisi Mas," lirihnya sembari menatap ke arah foto orang yang paling disayanginya.


Berlin, Jerman seorang perempuan sedang serius menelpon dengan anak buah kepercayaannya. Wajahnya sangat serius dan kadang menampilkan raut wajah sedih, kecewa dan marah. Rania sedang mengutus anak buah kepercayaannya untuk mencari keberadaan putra sulungnya.

__ADS_1


Walaupun kkeknya sudah mengerahkan semua anak buah terbaiknya, tapi sampai detik ini tidak berhasil juga, Dari itu lah diam-diam dia mencari informasi tentang putranya itu tanpa sepengetahuan kakeknya Tuan Luis Horne.


"Apa pun yang terjadi kalian tidak boleh pulang sebelum putraku belum berhasil kalian temukan," ucapnya dengan kesal karena lagi-lagi menuai kegagalan.


Teriaknya di dalam ruangan itu. Rasa sedih yang berkepanjangan yang dia rasakan selama ini tertutupi dengan sikap dewasa dan bijaksananya dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.


Bahkan dari raut wajahnya kadang orang salah kaprah mengatakan kalau dia adalah Tuan putri yang tidak pernah merasakan kesedihan sedikit pun. Padahal di dalam lubuk hatinya yang paling terdalam sangat merindukan keluarga kecilnya.


Rania hidup dalam kerinduan terhadap suami, putranya dan putri kecilnya yang sampai detik ini belum pernah dia gendong.


Foto yang berhasil Rania dapatkan menjadi pelipur laranya jika merindukan Suami, Farel dan baby Alexa Key.

__ADS_1


"Ya Allah.. sampai kapan hal ini terjadi di dalam hidupku, di manakah berada puteraku Farel? tolong kembalikan dia ke dalam pelukanku ya Allah…" gumam Rania.


Hari ini Rudi dan Risma Erlene Keysha sudah bertolak kembali ke Tanah air tercinta Indonesia raya. Mereka berhasil mendapatkan kontrak kerja sama proyek mega besar. Wajah mereka berseri-seri dan menampilkan raut kegembiraan.


Walaupun ada insiden kecil yang dialami oleh Risma. Dia yang melihat perempuan yang mirip dengan sahabat baiknya yaitu Rania. Dan Risma harus dibuat kecewa dan sedih karena apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.


Lima tahun kemudian...


Waktu terus berlalu hingga tidak terasa tiga tahun telah berlalu, banyak cerita suka dan duka mereka hadapi. Reza yang mengisi hari-harinya dengan kesibukan kerja dan kerja terus menerus


Ia melakukan hal itu untuk menutupi kegalauan dan kerinduannya kepada istri dan putranya itu.

__ADS_1


Banyak perempuan yang sudah datang ingin menggodanya dan ingin memanjat ranjangnya tapi, selalu dihempas dengan cara yang berbeda-beda.


Bahkan Nikita Aiman yang setiap saat jika mendapatkan kesempatan pasti akan memanfaatkan berbagai cara agar keinginan dan hasratnya terpenuhi.


__ADS_2