
Kebahagiaan seorang istri kadang hanya dari hal kecil saja sudah bisa membuatnya bahagia. Seperti halnya yang dirasakan oleh Risma.
Risma sangat bahagia karena permintaanya terkabulkan. Sudah tiga hari ini, ia selalu memikirkan keadaan Ibu dan anaknya. Kondisi ibu itu yang sangat mengkhawatirkan sehingga menarik simpatik pada Maya.
Dia tipikal perempuan yang tidak mudah dan tidak gampangan percaya sama orang lain. Tapi, pengecualian dengan ibu Sulastri yang asli Surabaya, yang awalnya berniat untuk mengadu nasibnya ke Kota besar, Ibu Kota Jakarta.
Peristiwa yang dihadapi olehnya saat akan menaiki Bus yang akan membawanya hingga ke Jakarta, baru melangkahkan kakinya ke atas tangga bus, tas yang ada di dalam genggamannya di curi orang.
Sehingga dengan terpaksa supir bus tersebut menurunkan Ibu Sulastri di tengah jalan, tepat di depan Minimarket yang berlogo indo Mei dengan warna biru kuning itu.
"Aku harus segera berangkat ke kontrakannya ibu Sulastri untuk menjemputnya dan akan segera bekerja di Apartemenku, dan semoga Ibu Sulastri pintar masak jadi, aku tidak perlu cari lagi koki," gumamnya Risma.
Dia segera bersiap ke kosan ibu Sulastri. Maya mandi terlebih dahulu walaupun tadi pagi sudah mandi tapi, tubuhnya kembali lengket dan penuh dengan keringat sehingga terpaksa Maya harus mengulang mandinya.
"Ini gegara Mas Rudi jadinya harus mandi dua kali," umpatnya Risma.
Omelan Risma tertutupi oleh suara gemericik air dari shower yang sudah dinyalakan. Dia memaki suaminya yang membuatnya harus terpaksa terlambat mandi.
"Rania sudah lima tahun lebih kepergianmu, apa sedikit pun tidak ada rasa rindu Mbak pada kami, sedangkan kami di sini mengharapkan kehadiran dan kepulangan Mbak, selalu dan setiap saat kami berharap besar jika Mbak pulang," lirihnya Risma.
Risma melakukan beberapa treatment perawatan pada tubuh dan wajahnya tanpa bantuan dari orang lain. Karena akhir-akhir ini Maya sangat sibuk dan tidak punya waktu luang untuk ke Salon.
__ADS_1
"Dahulu saat Mbak Risma ada, pasti kita bareng ke Salon setiap minggu, Aku juga merindukan Alina, moga Alina dan suaminya Randi mempertimbangkan tawaran ku untuk pindah ke Jakarta," harapnya Risma.
Sesibuk apapun wajah dan tubuh harus dirawat walaupun perawatan yang kita lakukan tidak sedetail dan sebaik di Salon. Beda dengan othor yang malas perawatan maklumlah gaji belum cair he-he-he. Risma mengambil pakaiannya dengan asal saja tanpa mempertimbangkan panjang kali lebar dengan pakaian yang akan dia pakai.
Risma sudah tidak sabar untuk bertemu dan menjemput ibu Sulastri dan putranya yang membuat dia jatuh hati dengan ketampanan dan kepintaran bocah delapan tahun itu. Bocah itu bernama Ali putra pertama sekaligus putra bungsunya ibu Sulastri yang mampu membuat hatinya Maya menghangat.
Beberapa saat kemudian, Dia sudah bergabung dengan beberapa pengendara mobil lainnya. Kemacetan jalan yang dilaluinya tidak menyurutkan semangatnya untuk bertemu dengan dengan Ibu Sulastri.
Jalan protokol di Ibu Kota Jakarta selalu menimbulkan kemacetan yang sangat panjang padat merayap. Cuaca hari ini cukup panas, yang membuat tubuh Maya kembali dipenuhi oleh buliran keringat.
Awalnya Risma membuka kaca jendela mobilnya tapi, karena cuaca yang sangat panas membuatnya harus menyalakan mesin pendingin ruangan mobilnya.
"Semoga ibu Sulastri bersedia bekerja bersamaku, kasihan seorang perempuan harus berjuang sendirian menghidupi putranya yang tentunya sudah butuh biaya yang banyak untuk sekolahnya," ungkapnya Risma.
Ia tidak tahu persis alamat kosan ibu Suharti jadi memilih untuk bertanya pada masyarakat yang kebetulan melewati mobilnya yang terparkir di badan jalan.
"Maaf Pak, Saya ingin bertanya rumah kosan pelita di bagian mana yah Pak?" tanyanya Risma pada bapak-bapak yang kebetulan lewat di hadapannya.
Sedangkan Bapak-bapak yang ditanya itu hanya terdiam dan terus memandangi Risma dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...