
Siang harinya mereka sudah bersiap untuk berangkat kembali ke Tanah Air Indonesia. Segala persiapan dan barang-barang bawaan mereka sudah diatur dan dipersiapkan oleh Ananda Akyurek. Selalu Ananda yang memang bisa diandalkan dalam segala hal, selalu mengerti dan tahu apa yang diinginkan oleh Amairah dan Tuan Besar Luis.
Alexa dan Rendra sangat bahagia setelah mengetahui jika mereka akan pulang ke Jakarta bertemu dengan keluarganya yang lain. Rania berjalan menghampiri Ananda yang mengatur anak buah dan mobil apa yang akan mereka pakai ke Airport. Ia melirik sesaat dan sudah yakin dengan maksud kedatangan Rania ke tempat itu.
"Ananda Papi mana? kok nggak ada di kamarnya yah?" Rania heran dengan Papinya yang biasanya jam segini ada di dalam kamarnya.
Ananda terlebih dahulu membungkukkan tubuhnya sedikit lalu menatap ke dalam ke dua bola matanya Rania sebelum menjawabnya.
"Maaf Nona Muda, barusan Tuan Besar Luis berangkat ke Swiss, ada pekerjaannya yang harus Beliau tangani segera yang tidak bisa ditunda lagi," Aisyah berkata seperti itu sesuai dengan yang diamanahkan dan diperintahkan oleh Tuan Besar Luis kepadanya sebelum berangkat.
"Tumben Kakek gak bilang-bilang, biasanya setiap kali ada kerjaan ke Luar Negeri selalu tanya Rania dulu," keheranan dengan sikap kakeknya yang tidak seperti biasanya.
"Apa Nona sudah siap berangkat?" Ananda yang sudah memastikan persiapan mereka yang sudah beres.
"Iya, kita berangkat sekarang," Rania berbalik meninggalkan Ananda lalu berjalan ke arah pintu masuk Istana Kakeknya untuk memanggil anak-anaknya dan suaminya.
Rania merasa ada yang aneh dengan Kakeknya yang tidak biasanya bersikap seperti itu, tapi dia membuang jauh pikiran negatifnya dan menerima keputusan kakeknya tersebut.
"Rania Ingin memeluk tubuhnya papi sebelum aku pulang kek,"batinnya Rania.
Rania menyeka air matanya yang tetesannya sudah membasahi wajahnya. Dia sangat sedih karena kepulangannya ke Jakarta, Papinya tidak ada di tempat.
Aisyah memandang punggung Nona mudanya dengan tatapan raut wajah sedih.
"Maafkan saya Nona harus berbohong mengikuti perintah dari Tuan besar Luis," Ananda membatin.
Rania bahagia akan pulang ke negara asalnya, tetapi ada kesedihan yang tidak bisa terungkap dengan kata saat akan meninggalkan Istana megah milik kakeknya yang hampir lima tahun itu dia tempati menghabiskan beberapa saat waktunya.
Suka dan dukanya dia rasakan, Raniah satu persatu melihat dengan seksama seluruh penjuru ruangan seakan-akan dirinya ingin menyimpan kenangan tersebut di dalam memorinya, walaupun Rania masih bisa datang kapan saja dia inginkan.
Di Istana inilah dirinya berhasil diselamatkan dan mendapatkan pengobatan dan perawatan yang sangat baik sehingga dirinya seperti terlahir kembali.
Serta putra keduanya yang sudah dinyatakan oleh dokter sulit untuk disembuhkan dan diselamatkan dengan izin Allah SWT melalui tangan-tangan dokter ahli yang dimiliki oleh Papinya berhasil menyelamatkan nyawa Rendra vRitchie Arfathan Meyer.
Reza yang melihat kedatangan istrinya tahu dengan sangat kesedihan yang dirasakan oleh Rania tanpa harus mengungkapkan semuanya di hadapannya.
"Aku sangat mengerti dengan apa yang kamu rasakan sayang, aku mohon kamu bisa Ikhlas dan sabar sayang," Reza membatin dengan tatapannya intens ke arah Rania istrinya.
__ADS_1
Reza sangat mengerti dengan apa yang dialami oleh Ananda tapi, tidak mungkin juga mereka harus tinggal dan hidup selamanya di Istana ini. Mereka juga punya kehidupan sendiri yang harus dijalani oleh mereka.
"Syukur Alhamdulillah.. aku akan segera pulang," gumam Reza.
Apa lagi kepulangan Reza sudah ditunggu di Perusahaannya sedangkan Rania dengan kepulangannya ke Indonesia, membuat Risma dan sepupunya Rudi bisa bersatu kembali dan segera melangsungkan bulan madunya mereka yang sempat tertunda beberapa tahun silam.
Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan, tanpa lukisan
Beratap jerami, beralaskan tanah
Namun, semua ini punya kita
Memang semua ini milik kita sendiri
Hanya alang-alang pagar rumah kita
Tanpa anyelir tanpa melati
Namun semua itu punya kita
Memang semua itu milik kita
Haruskah kita beranjak ke kota
Yang penuh dengan tanya?
Lebih baik disini
Rumah kita sendiri
Segala nikmat anugrah Yang Kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita
__ADS_1
Lebih baik di sini
Rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah Yang Kuasa semuanya di sini ada disini
Rumah kita.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…
Mohon Typonya ataupun kesalahan dalam penulisannya..
__ADS_1