
Mereka pun sudah berjalan memasuki pintu Mall. Tingkah lucu dan polosnya Alif membuat Risma tersenyum bahagia. Mereka berbelanja beberapa potong pakaian untuk Alif dan emaknya serta perlengkapan dan kebutuhan sekolahnya Ali.
Risma juga berbelanja kebutuhan sehari-harinya seperti kebutuhan pokok dan bumbu-bumbu dapurnya. Ia dibantu oleh Ibu Sumartini dalam memilih bahan makanan yang bagus dan juga bumbunya. Mereka berbelanja hingga sore hari.
Risma bersyukur karena akhirnya ada yang menemaninya di Apartemennya yang selama ini selalu saja hidup sendiri.
Risma karena dia takut jika janjinya untuk tidak tinggal bersama dengan suaminya Rudi bisa dia ingkari untuk melakukan hubungan suami istri yang seharusnya terjadi dari awal mereka menikah tetapi, karena istri dari kakaknya belum ditemukan juga hingga detik itu.
Apapun serba sendiri, kecuali jika Rudi datang menemaninya. Apartemen yang selalu sepi dan terasa ramai jika Rudi datang menginap dan bertamu ke sana.
Risma Erlene Keysha menjemput Ibu Sulastri dan putranya Alif di Rumah kontrakannya yang terbilang tidak layak untuk dihuni m Ibu Sulastri, terpaksa tinggal dan menetap disana selama beberapa hari dikarenakan hanya kosan itu yang mampu beliau sewa.
"Apa Alif bahagia?" tanya Risma pada Ali yang sesekali melirik ke arah Ali yang duduk di jok belakang terus mengamati pemandangan indah jalan Ibu kota yang mereka lewati.
Sedangkan yang ditanya masih menampilkan senyuman kebahagiaannya karena hari ini adalah pengalaman pertamanya menginjakkan kakinya di dalam Mall, apa lagi Mall tersebut Mall paling terbesar di Ibu Kota Jakarta.
Risma melihat wajah Alif yang selalu sumringah dan bahagia saat mereka berada di dalam Mall. Ia pun mengajak berbincang-bincang dengan Alif saat mereka sudah berada mobilnya dan siap berangkat pulang ke salah satu Apartemen mewah milik Risma dan Rudi.
"Alhamdulillah Alif sangat senang Mbak, makasih banyak Mbak sudah antar Alif jalan-jalan ke Mall," jawabnya dengan penuh kegirangan.
Risma mengelus lembut rambutnya Alif. Ia sangat bahagia melihat Ali yang selalu tersenyum kepadanya.
"Alhamdulillah Mbak sangat senang mendengarnya, lain kali kalau Mbak ada waktu pasti anatarin Alif lagi deh," ucapnya Risma yang membantu memasangkan sabuk pengaman ke tubuhnya Alif.
"Janji yah Mbak lain kali akan ajakin Alif lagi?" tanya Alif yang menatap ke arah wajah Risma.
__ADS_1
"Insya Allah Mbak akan ajak Alif dan nanti Mbak akan bawa Alif ke tempat wahana bermain yang sangat seru dan Mbak yakin Alif pasti akan suka dengan permainannya," tutur Risma.
"Apa masih ada tempat bermain anak-anak yang lebih bagus dari tempat tadi yah Mbak?" tanya Alif dengan wajah yang serius dan menatap ke dalam bola matanya Maya.
"Ada tempat yang sangat besar di dalamnya khusus tempat bermain anak-anak tapi, tempatnya tidak di sini agak jauh dari Mall ini," jawab Risma yang mulai menghidupkan mesin mobilnya.
Mobil mereka pun meninggalkan baseman Parkiran Mall. Rona kebahagiaan dari ke tiga penumpang yang beda generasi itu terpancar dengan jelas.
"Makasih banyak ya Allah, Engkau telah hadirkan Mbak Risma dalam hidup kami," Ali membatin.
"Hati ini menghangat setiap kali melihat senyumannya itu, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu hidupmu Alif," batinnya Risma.
Mobil minicover yang dikemudikan oleh Maya sudah bergabung dengan pengguna jalan lainnya. Kepadatan mobil di jalan raya saat itu mampu membuat antrian yang sangat panjang. Jalan yang mereka lalui untuk sampai ke Apartemennya cukup macet padat dan merayap.
Ibu Sulastrii dan Risma menutup mulutnya tertawa mendengar celotehan Alif yang menolak jika ibunya yang akan mengantarnya ke sekolahnya besok pagi.
"Emaknya Alif besok juga akan ikut bersama Alif ke Sekolah biar nanti gak kesasar kalau Emak yang antarin," jelasnya.
"Ok Mbak, Alif mau dianatarin sama Emak yang penting Emak harus mengingat dan menghafal baik arah jalannya," ucap Alif yang ngomel seperti ibu-ibu saja.
Tidak terasa mobil mereka sudah terbebas dari kemacetan lalu lintas dan berjalan memasuki area Apartemennya. Maya berjalan ke arah Pos Security untuk menginformasikan bahwa akan ada dua orang yang tinggal di dalam Apartemennya.
Risma tidak ingin ke depannya tidak ada yang mengenali Ibu Sumartini dan Alif sebagai anggota keluarganya yang tinggal di Apartemennya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Hasrat Daddy Anak Sambungku
Aku Diantara Kalian
Cinta dan Dendam
Cinta yang tulus
Bertahan Dalam Penantian
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1