Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 54


__ADS_3

Ketika sakit hati daripada galau lebih baik kerja keras memperbaiki diri karena kesuksesan adalah bentuk balas dendam terbaik.


Apa pun yang mungkin menyakitiku hanya akan membuatku lebih kuat daripada akhirnya.


Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.


Reza mengecup kening istrinya lalu berkata, "Kamu selalu bisa membuatku bahagia dan sudah mampu untuk mengimbangi permainanku sayang," pujian Reza untuk istrinya tercinta.


Rania membersihkan seluruh tubuhnya Reza sisa-sisa dari penyatuan mereka hingga bersih, begitupun sebaliknya yang dilakukan oleh Reza dengan telaten tanpa ada rasa risih membersihkan seluruh tubuh istrinya.


Reza sigap lalu menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi dan mendudukkan tubuhnya Rania ke dalam bathtub yang masih kosong belum terisi air hangat


Reza lalu memutar kerang air hangat tersebut untuk mengisi ke dalamnya. Ia lalu menuang sabun aromaterapi yang mampu membuat mereka tenang dan rileks setelah melakukan olahraga malam.


"Sayang besok sore kita balik ke Indonesia, bersama dengan kedua anak kita," tutur Rania lalu mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun.


Reza hanya menatap Rania dengan tidak percaya setelah mendengar perkataan dari istrinya.


"Seriously?" tanyanya yang ingin memastikan bahwa pendengarannya tidak keliru dan perkataan dari Rania bukan sekedar isapan jempol saja


Rania menganggukkan kepalanya dengan tersenyum manis dengan penuh kebahagiaan.


"Alhamdulillah akhirnya kita akan kembali ke Tanah Air dan akan berkumpul kembali dengan keluarga lagi seperti dahulu," jelas Reza.


Reza kemudian memeluk tubuh istrinya, "Makasih Istriku," ujar Reza dengan penuh rasa syukur.


Malam semakin larut semua penghuni isi bumi telah mengistirahatkan raga dan jiwanya untuk bertemu dengan alam mimpinya.

__ADS_1


Burung hantu pun sudah saling bersahutan, Kelelawar pun bertengger di dahan pohon mencari mangsa buah yang segar di atas pohonnya.


Serta bunyi kodok tidak mau kalah saling bersahutan untuk menghiasi suasana malam gelap gulita itu. Cahaya rembulan menyinari seluruh jagad raya tanpa ada rasa lelah sedikit pun.


Keesokan harinya, fajar telah menyingsing menggantikan keelokan paras dari sinar rembulan, Sang Raja Siang pun sudah menampakkan dirinya yang siap untuk menghangatkan seluruh alam semesta dengan cahayanya.


Reza masih memeluk tubuh istrinya dengan penuh kemesraan dan perlahan mengendus harum dari tubuhnya Rania yang akhir-akhir ini membuatnya candu untuk menikmatinya.


Punggung yang terekspos dan terpampang jelas di hadapannya semakin membuatnya leluasa untuk mencium punggung mulus, putih bersih dan wangi itu.


Sehingga mengusik tidur cantiknya Rania yang diperlakukan seperti itu sangat mengerti dengan keadaan suaminya. Rania tidak ingin mengganggu aktivitas rutinitas suaminya di pagi hari buta itu.


Reza semakin gencar untuk melakukan hal tersebut karena tidak ada pergerakan atau pun perlawanan dan penolakan dari Rania. Hingga lingerie seksi yang berwarna merah menyala dan mencolok itu perlahan dibuka oleh Reza.


Tangan kekarnya langsung membalik perlahan tubuh istrinya sehingga sudah berbaring menghadap ke arah suaminya. Rania hanya tersenyum manis dan rela melayani suaminya sepenuh jiwa.


Mungkin karena sudah terbiasa perlahan Reza sudah tidak ragu untuk melancarkan aksinya dan mengekspansi seluruh wilayah tubuh istrinya. Pelan tapi,pasti gerakan demi gerakan, sentuhan demi sentuhan Reza lakukan.


"Subuh ini kita harus berolahraga sayang sebelum kembali ke Indonesia," dengan suara yang seraknya yang sudah berkabut gairah terdengar begitu sensual dan menggoda di telinganya Rania hingga deru nafas hangatnya mampu menghangatkan hingga ke leher jenjangnya.


Tubuh seksi, mulus dengan body yang seperti gitar Spanyol itu selalu membuatnya kelimpungan dan hilang kendali. Sehingga tanpa aba-aba menyesaap puncak mount Everest milik istrinya itu dengan penuh naf su dan rakusnya.


Reza seakan-akan sedang memuaskan dahaganya yang kehausan setelah melihat gunung kembarnya sang istri. Lenguhan panjang terus tercipta dan terlontar dari bibirnya seksi dan montok milik Rania yang semakin membuat Reza dimabuk kepayang.


Ada getaran aneh yang muncul dari dalam dirinya yang meminta lebih untuk segera dipuaskan. Penerangan yang remang-remang semakin membuat syahdu suasana di antara mereka.


Reza mengetahui kalau istrinya sudah menginginkan lebih dari sekedar jilatan dan hisapan semata saja. Reza semakin memainkan dan memelintir puncak mount Everest tersebut hingga dirinya tidak sanggup untuk menahan lagi hasratnya yang tertahan itu.

__ADS_1


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...


__ADS_2