
Mobil yang mereka tumpangi sudah meninggalkan istana megah itu menuju bandara. Perasaan mereka bercampur aduk saat meninggalkan London Inggris.
Rania tidak henti-hentinya menatap ke arah belakang melalui jendela mobilnya. Dia berharap Papinyanya datang untuk berlari mengejarnya dan segera memeluknya dan menahannya untuk kembali ke Indonesia.
Tetapi semua harapan itu hanya tinggal harapan yang tidak terlaksana, hingga mobilnya melaju dengan kecepatan sedang ke arah pintu gerbang kokoh dan tinggi itu.
"Sampai jumpa lagi papi, Rania harap papi bisa hidup lebih baik lagi sepeninggal Rania, aku sangat sayang sama Papi," Rania membatin dengan wajahnya yang sendu.
Raniah tidak kuasa lagi menahan air matanya saat rumah bak istana itu sudah tidak terlihat lagi dari pelupuk matanya Martin yang melihat istrinya sedang menangis langsung meraih kepala istrinya untuk dia sandarkan di pundaknya.
"Menangislah, tidak perlu Kamu tahan lagi Mas sangat mengerti dengan apa yang Kamu rasakan, Mas juga merasakan hal yang sama seperti yang kamu rasakan." Reza menggenggam erat jemari tangan Rania dan tidak bosan untuk mengecup punggung tangan milik istrinya itu dengan penuh kasih sayang
Dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan tidak ada yang abadi kesedihan yang dirasakan setiap insan itu manusiawi dan berbeda-beda tingkatan kesedihan yang dirasakan.
"Mas janji secepatnya kita akan kembali ke sini lagi, itu janji Mas," ucap Reza yang selalu setia menggenggam tangan Istrinya.
Kedua anakny yang tidak tahu apa-apa hanya terdiam dan menatap apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Beberapa jam kemudian, Pesawat sudah meninggalkan airport menuju Indonesia. Alexa dan Rendra sudah terlelap di dalam kamarnya.
Mereka berdua serta Amanda yang sedari tadi duduk bersebelahan dengan Tuan Muda dan Nona Mudanya. Mereka duduk sambil menikmati suguhan dari Chef khusus yang mereka panggil untuk menemani mereka dalam perjalanan pulang dari UK London ke Jakarta, Indonesia.
Berbagai masakan ala Inggris yang menjadi pilihan mereka saat bersantap malamnya. Echa dan Rendra tidak sempat makan malam bersama mereka karena terlebih dahulu tertidur. Padahal baru jam 20.00 malam hari jumat.
__ADS_1
"Sayang tambah makannya, sepertinya porsimu sangat sedikit, kamu kurang tenaga kalau segitu saja yang kamu makan sayang," tuturnya Reza lalu menyendokkan makanan ke atas piringnya Rania.
Rania hanya tersenyum melihat piringnya yang sudah penuh dan gendut yang sudah berisi berbagai macam makanan. Mereka makan sambil sesekali bercanda membuat suasana makan mereka menjadi ramai.
Andai saja Rafael berada di antara mereka pasti mereka akan ditegur dan dilarang agar mereka diam disaat mereka menyantap makanan.
Sedangkan jauh di sana di belahan dunia lainnya tepatnya di Jakarta. Risma dan D
Rudi pagi ini janjian untuk sarapan pagi di Apartemen Risma bersama dengan Ali.
Rudi ingin menyampaikan sesuatu kepada Risma tentang kedatangan kakak beserta kakak ipar dan anak-anaknya beserta keluarga kecilnya serta acara penyambutan untuk Rendra Richie Arfathan Meyer..
Rudi juga berniat untuk mengantarkan beberapa oleh-oleh yang dibawakan khusus untuk Muhammad Ali anak tunggal dari pelayan yang baru tinggal di apartemennya Risma.
Reza segera membukanya lalu membacanya. ia tersenyum saat mengetahui jika Kakak ipar sekaligus Kakak sepupunya beserta yang lain sudah berada di atas pesawat menuju Indonesia.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…
Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikan cerita ini atau Typonya yang meresahkan...