
Candaan dan gurauan dari Reza ternyata dianggap serius oleh Rania. Kejadian itu membuat Rania merajuk dan marah dengan sikapnya Reza. Sedangkan Reza dibuat kelimpungan gara-gara kemarahan dari istrinya itu padahal adiknya yang dibawah sana sedang menuntut untuk dipenuhi keinginannya.
"Sayang maafkan Mas yah, Mas tidak bermaksud seperti itu, Mas hanya bercanda kok, Mas mohon jangan dimasukin di hati yah sayang," rengeknya Reza di depan pintu seperti anak kecil saja sekolah dasar saja dengan tampang melasnya.
Orang yang ada di dalam kamar sama sekali tidak peduli dan menggubris permintaan dari Reza. Rania hanya terdia di dalam kamarnya tanpa ada niat untuk menimpali atau pun membuka pintu kamarnya. Ia hanya menjadi pendengar setia dari keluhan dan perkataan suaminya yang sudah menghibah, memohon dan mengemis, meminta untuk diizinkan masuk.
Baby Echa pun sudah tertidur nyenyak setelah dibacakan beberapa dongeng yang sangat disukai oleh anaknya. Reza masih setia di depan pintu dan tidak bergerak sama sekali dari sana. Dia sudah duduk di lantai dengan menyelonjorkan kakinya. Reza tidak menampik jika dia cukup lelah berdiri hampir dua jam lamanya.
Reza tidak menyangka jika, hal seperti itu tidak diketahui oleh Reza kalau istrinya sangat membenci hal seperti itu. Rania sebenarnya memakluminya karena, selama pernikahan mereka satu sama lain menjalin hubungan pernikahan dengan long distance relationship atau ldran saja dan hanya sesekali mereka bersama itu pun hanya beberapa jam saja mereka menghabiskan waktunya.
Rania ingin melihat reaksi dari suaminya dan ingin menguji kesabaran dan tingkat amarahnya Reza sampai sejauh mana. Apakah kesabarannya Reza masih seperti dahulu awal mereka menikah atau sudah berubah. Rania sendiri akan melakukan hal itu, jika sangat diperlukan seperti itu oleh Rania.
Rania naik ke atas ranjang ke samping putri kecilnya dan ikut tertidur karena setelah shalat subuh mereka akan bertolak ke Amerika Serikat ke negeri Paman Sam. Karena kelelahan dan sudah capek mengetuk terus pintu itu hingga kepalan tangannya pun sudah memerah.
"Aku harus segera mencari keberadaan kunci cadangan, pasti Maid salah satu dari mereka ada yang tahu," gumamnya sambil berdiri dari duduknya.
Reza baru kembali teringat dengan kunci cadangan. Ia segera mencari kunci cadangan dan bertanya kepada Aisyah yang kebetulan belum tidur karena masih sibuk mempersiapkan dan mengemas barang-barangnya. Tapi, hasilnya nihil dan gagal karena Aisyah sama sekali tidak membuka pintu kamarnya.
"Aisyah, apa kamu sudah tidur!!" Teriaknya Reza sembari mengetukkan pintu kayu tersebut.
Usaha Reza sia-sia saja, dia lalu berjalan ke arah lain tepatnya di ruangan dapur. Usaha dan upayanya Reza membuahkan hasil walaupun dengan sedikit kebohongan kecil agar beberapa maid yakin dengan alasan dan perkataannya dan mereka sama sekali tidak mengetahui alasan yang sebenarnya terjadi di antara mereka.
__ADS_1
"Makasih!," ucap Reza lalu berjalan kembali ke lantai satu tempat dapur berada.
Reza memutar knop pintu kamarnya ternyata sudah tidak terkunci lagi dan menertawai dirinya sendiri.
"Ya Allah.. ternyata pintunya sudah tidak terkunci, kalau tahu dari awal, gak perlu repot-repot untuk mencari kunci cadangannya," ujarnya yang geleng-geleng kepala saja.
Reza segera mempercepat langkahnya kemudian ia pun berjalan ke arah dalam dan melihat istrinya sudah terlelap. Reza tidak ingin mengganggu istirahat istrinya dengan wajah damai dalam tidurnya. Reza kemudian berinisiatif untuk mengecup kedua kening perempuan terpenting dalam hidupnya.
"Maaf Mas tidak sengaja, makasih banyak atas semuanya sayang," lirihnya lalu ikut ke dalam selimut Rania sedangkan Baby Alexa yang ada di tengah-tengah antara mereka.
Pasutri yang baru menikmati indahnya bulan madu setelah pernikahan mereka yang hampir Lima tahun itu. Reza dan keluarga kecilnya tertidur lelap dalam satu selimut yang sama. Baby Eca berada di tengah-tengah dan diapit oleh kedua orang tuanya.
Mereka terlelap hingga menjelang subuh. Rania menyetel alarmnya jam 05.00 subuh karena, setelah shalat subuh mereka serta Reza dan yang lainnya akan berangkat ke amerika serikat. Mereka akan melakukan perjalanan yang cukup panjang sehingga mereka memutuskan untuk berangkat lebih awal.
Rania ingin memperkenalkan keluarga kecilnya kepada kedua orang tua dan juga kakeknya. Rania juga ingin mempertemukan suaminya dengan putra keduanya serta Baby Echa dengan saudara kembarnya. Sedangkan Rudi disuruh kembali ke Tanah Air oleh Reza untuk mengurus perusahaannya yang sementara waktu dia tinggalkan selama perjalanan ke Amerika serikat.
Rudi pun diminta untuk segera mengabarkan berita baik dan bahagia tentang kembalinya Rania berkumpul bersama dengan Reza. Ia memberitahu ke seluruh keluarganya. Mereka pun meminta kepada Rudi untuk menyiapkan persiapan penyambutan khusus kepada Rania jika, mereka sudah bersiap kembali ke Tanah Air indonesia tercinta.
...----------------...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...