
Rezan pun sudah meninggalkan tempat itu,karena ada kliennya yang meminta melakukan meeting hari itu juga dan jika ia menolaknya bukan hanya Perusahaannya yang rugi besar, tapi banyak perusahaan kecil yang bekerja sama dengannya ikut merugi.
Sehingga hal itu otomatis jika mereka merugi banyak karyawan mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. Oleh karena Reza, dengan sangat menyesal terpaksa meninggalkan keluarga mereka demi nasib hidup orang banyak.
"Keponakannya Aunty Rafael lihat Oma sayang, lihat baik-baik wajah Oma," ucap Oma Herna adiknya Pak Hadi.
Alif semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Ali kecil memandang ke seluruh ruangan. Alif lalu melepas dengan paksa pelukan dari neneknya.
"Maaf, saya bukan Rafael Nenek nama Saya adalah Muhammad Ali putra tunggalnya Ibu Suharti yang bekerja di Apartemennya Mbak Risma," jelasnya yang semakin kebingungan saja.
Pak Hadi dan lainnya yang sudah mengenal Rafael merasa heran dan tidak menyangka jika ada anak kecil yang mirip dengan cucu dan anggota keluarga mereka yang sudah lama menghilang dan berdiri di hadapan mereka dengan status dan kehidupan yang berbeda.
"Tapi, Oma yakin kamu Rafael Putra dari keponakannya Oma," tutur ibu Hernita yang ingin memeluk tubuhnya Alif, tapi langsung dicegah oleh Ibu Suharti yang tiba-tiba datang menarik dengan sedikit kasar Alif ke dalam pelukannya.
"Maaf, sepertinya ada kekeliruan dan kesalahpahaman yang terjadi di sini, Alif ini putra satu-satunya yang aku miliki dan hanya dia yang aku miliki dalam hidupku Nyonya," ucap Ibunya yang membantah jika Alif adalah anggota keluarga mereka.
Ibu Suharti semakin memeluk tubuh Alif yang sudah bergetar ketakutan jika Alif akan direbut oleh mereka untuk selamanya.
"Ya Allah ternyata Alif adalah anggota keluarga mereka, apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau kehilangannya dia adalah putraku." Batinnya Bu Suharti.
Pak Romi mendekati Herna yang tetap pada pendiriannya sambil memegang pundaknya, "Herna sayang, apa yang dikatakan oleh emaknya adalah benar, tidak mungkin dia adalah Alif putra sulungnya Reza yang menghilang saat penculikan terjadi," ucap Pak Romi Suaminya Ibu Herna.
Ibu Hernita memeluk tubuh suaminya dengan erat dan kecewa karena apa yang beliau rasakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
__ADS_1
Bu Suharti menatap mereka satu persatu, "Apa aku harus pergi dari apartemennya Mbak Risma? Aku sudah lelah yah Allah untuk selalu bersembunyi dan lari dari kejaran orang-orang yang aku tidak tahu siapa mereka yang menginginkan nyawa Alif, atau Aku bilang saja sama mereka bahwa Alif bukanlah putraku saja?"
Nenek Masitha sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari emaknya Alif. Nenek Masitha pun mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan oleh Herna. Risma yang melihat situasi yang sudah tidak kondusif segera menengahi mereka
"Maafkan Tanteku yah Bu Suhsrti, mereka mengira jika putra ibu adalah keluarga Kami yang menghilang saat diculik oleh seseorang yang dendam dengan Kami sedari dahulu," ujar Risma yang membantu untuk meluruskan kesalahpahaman mereka.
"Tidak apa-apa kok Mbak wajar saja terjadi seperti itu, dan terus terang banyak yang berkata seperti kalian yang menganggap putraku adalah anaknya," jelas Ibu Suharti yang menimpali perkataan dari Risma majikannya.
Nyinya Martha segera bertindak untuk memastikan dugaannya itu salah atau benar apa adanya. Dia segera memberikan kode kepada Berry Adams untuk segera mengikuti langkahnya. Berry yang diberikan kode langsung cepat tanggap untuk meninggalkan tempat itu tanpa banyak bicara lagi.
"Maafkan kami Bu, hal itu terjadi dan kami lakukan karena terlalu gembira melihat Alif yang wajahnya mirip dengan cucu Kami Rafael Aiden Handoko ternyata bukanlah cucu Kami dan kami sangat menyesal dan tidak bermaksud apa pun itu, jadi kami mohon jangan dimasukkan dihatinya ibu," terang Nenek Martha.
"Saya bisa memakluminya, hal itu wajar Kok Nyonya," balasnya Bu Suharti.
"Sepertinya ada yang aneh dan disembunyikan oleh Ibu Suharti, sejak kejadian Alif menjatuhkan piring raut wajahnya dan sikapnya sungguh tidak seperti biasanya, sejak itu Ibu Suharti selalu nampak grogi dan ketakutan, bahkan tak jarang Aku lihat banyak peluh keringat yang membasahi wajahnya."
Berry yang diserahi tugas segera bertindak untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa sebenarnya Alif dan Ibu Sumartini.
......................
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang ceritanya lebih seru dari Menggenggam Asa loh..
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikan cerita ini atau Typonya yang meresahkan...