
Reza kembali dibuat kecewa karena nomor hpnya Aisyah sang asisten juga tidak aktif.
"Rudi!! kita ke Perusahaan Xx saja," titahnya Reza yang wajahnya sudah nampak memerah menahan kejengkelannya.
Di dalam hatinya terbersit rasa takut dan cemburu serta curiga yang bercampur menjadi satu bagian. Dia takut dan curiga apabila, Rania sedang bersama dengan seseorang yang istimewa sehingga membuat nomor hpnya tidak aktif. Rasa cemburunya langsung membutakan mata batin dan akal pikirannya sehingga sudah tidak mampu menahan cemburunya yang bergejolak di dalam dadanya.
Seorang suami yang sedang khawatir dengan keadaan dan kondisi dari istrinya membuatnya tidak bisa berfikir normal dan baik. Yang ada dipikirannya selalu saja hal-hal yang berbau negatif thinking.
"Ya Allah… semoga saja Mbak Rania baik-baik saja, karena ini tidak pernah terjadi padanya, nomor hpnya yang selalu aktif walaupun sibuk bagaimana pun juga," Rudi membatin.
Rudi kemudian mempercepat laju mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi setelajh mendapatkan perintah dan ijin dari Pemilik mobil itu sendiri. Mereka cukup beruntungnya jalan di Jepang, tidak seperti di tanah air tercinta yang selalu saja macet padat merayap bagaikan ular raksasa saja setiap harinya.
Mobilnya sudah memasuki area Perusahaan Xx dan terparkir langsung di depan lobi Perusahaan tersebut. Reza tidak langsung turun, tapi hanya berdiam diri di dalam mobilnya sambil menunggu sang istri keluar dari sana. Ia ingin mengamati langsung dan diam-diam apa yang sedang dilakukan oleh Rania.
Pucuk dicinta wulan pun tiba, orang yang ditunggu-tunggu pun berjalan ke arah luar dengan menggandeng tangan imut putrinya sedangkan Aisyah dan dua asistennya mengekor di belakang mereka. Rania langsung bisa bernafas lega dan tersenyum melihat kedatangan istrinya.
Reza secepatnya memperbaiki pakaiannya dan penampilannya terlebih dahulu sebelum turun dari mobilnya padahal pakaiannya sungguh masih rapi dan bersih plus licin mewangi.
"Aku akan bertanya padanya setelah sampai, ada apa dengan hp mereka," Reza membatin.
Tidak lupa untuk bercermin sepintas di kaca spion mobilnya. Reza pun berjalan ke arah mereka. Rania yang melihat kedatangan Suaminya, ia tidak menyangka jika suaminya datang menjemputnya langsung di tempat pertemuannya.
__ADS_1
"Semoga saja Mas Reza tidak berfikiran yang aneh, karena dia itu tipenya suka cemburuan sama orang sama keluarga saja gitu," umpatnya Rania yang mempercepat langkahnya.
Rania menampilkan senyuman manisnya yang paling terbaik yang di miliki. Senyuman itu mampu meluluh lantakkan perasaan cemburu dan curiga yang dia rasakan barusan. Reza bisa bernafas teratur tanpa ada emosi yang bergejolak pun perlahan sudah mulai mereda dan tergantikan dengan pikiran fantasi liarnya hanya melihat Rania berjalan dengan berlenggak-lenggok di depan matanya. Dia menyambut kedatangan Istrinya dengan senyuman smirknya dan berjalan ke arah rombongan beberapa orang yang berpakaian stelan kerja.
"Sayang!!" Sapanya Reza yang sengaja berkata seperti itu agar tidak ada seorang pun yang berniat untuk berani mendekati miliknya.
Reza memperlihatkan tanda kepemilikannya dan posesifnya di depan orang. Rania seperti biasa akan meraih tangan suaminya untuk dia cium punggung tangannya. Reza tak segan-segan untuk membalas perlakuan manis dan Rania dengan mengecup sepintas kening Rania.
"Kok datang ke sini sih Mas?" tanyanya Rania yang keheranan dengan kedatangan suaminya.
"Aku hubungi nomor Kamu, tapi gak aktif-aktif padahal sudah banyak kali Mas hubungi," jawabnya.
"Maaf Mas, hp aku tadi gak sengaja terjatuh ketika aku hendak turun dari mobil dan parahnya langsung terlindas ban mobil yang kebetulan lewat di depan Lobi Perusahaan Xx, kemungkinannya rusak total," jawab Rania sambil menggandeng tangan suaminya dengan penuh manja.
"Mas sangat khawatir loh dengan keadaan kalian," tutur Reza yang berakting untuk yang menutupi kecemburuannya yang tidak beralasan itu.
"Tadi dia itu marah-marah Mbak saking cemburunya dia ngomel-ngomel gak jelas," Sanggah Rudi.
Perkataannya Rudi tertahan dibibirnya mana berani dia berkata seperti itu bisa saja bonusnya semuanya dipotong habis hingga gajinya pun bisa terancam disunnat oleh Bos arogannya yang bertingkah kekanak-kanakan.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
__ADS_1
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..