
Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri yang sholehah.
Rania menutup matanya di saat Martin berhasil melepas seluruh pakaian yang membungkus dan melilit ditubuh moleknya nan indah itu. Reza tidak berkedip di saat memandang ke dua aset terpenting yang dimiliki oleh Rania di bagian atas tubuhnya.
Walaupun masih ada kain penutup yang menutupinya, tapi tidak mampu membuat Martin menyurutkan hasratnya. Hasratnya semakin menggebu hingga ke ubun-ubun. Matanya mengisyaratkan kilatan keinginan yang sudah tak tertahankan lagi. Reza membuka pengait penghalang benda itu. Hingga terpampang jelaslah aset Amairah di mata suaminya.
Awalnya Rania gerak refleks menutupi ke dua gunung mount Everest dengan kedua tangannya, tapi Reza menggelengkan kepalanya sehingga Rania perlahan menurunkan ke dua tangannya tersebut. Martin memainkan dan memelintir puncak mount Everest itu dengan jarinya yang membuat Amairah menggelinjang kegelian.
"Mas ge-li aah," keluhnya Rania yang kegelian dan tersenyum menutupi rasa geli yang dia rasakan.
Reza tersenyum melihat tingkah Istrinya yang menurutnya lucu. Bukan pengalaman pertama saat ini mereka lakukan, tapi untuk pertama kalinya mereka alami dan lakukan dalam balutan dan ikatan cinta yang tulus tanpa ada embel-embel apa pun dibaliknya.
Reza semakin membuat Rania menggelinjang kegelian yang tak tertahankan lagi. Rania memajukan kepalanya hingga bersentuhan dengan kulit polos milik Rania dan mengecup perlahan puncak mount Everest milik Istrinya.
"Mas aaahh geli," ucapnya sambil menutup sedikit mulutnya sehingga suara itu terdengar sangat seksi di telinga Reza seperti suara yang mendayu merintih keasyikan.
"Gak usah ditutup mulutnya sayang, di kamar ini kita hanya berdua saja tidak ada orang selain kita," pungkas Reza.
Rania hanya bisa pasrah menganggukkan kepalanya tanda setuju, tapi kembali lagi Rania lebih suka menggigit kecil bibirnya atau menutup mulutnya jika sedang bercumbu dengan suaminya itu.
Emang tidak ada orang lain yang bisa mendengarkan mereka, tapi bagi Rania itu sangat membuat dia risih dan malu. Setelah merasa puas di daerah ekspansinya di puncak mount Everest.
Reza perlahan menurunkan tubuhnya hingga sampai ke arah bagian tengah tubuh istrinya. Matanya Reza semakin berkabut gairah setelah berhasil melepaskan benda pengaman segitiga Bermuda tersebut.
"Kamu diam saja dan resapi apa yang Mas lakukan jika ingin mencakar atau menjambak rambut Mas tidak perlu segan atau takut, karena kemungkinannya agak sakit," jelasnya dengan sedikit perintah yang cukup tegas.
Wajahnya memerah merona, hanya mampu tersenyum malu-malu karena ia tidak menampik apa yang diinginkan oleh tubuhnya sendiri. Bahkan hasratnya sudah mengalahkan logikanya sendiri dengan apa yang dilakukan oleh Reza pada dirinya. Sekitar lima tahun harus berpuasa dan sekalipun tidak pernah melakukannya dengan wanita mana pun.
__ADS_1
"Ternyata melakukan hal ini dengan dasar kesadaran atas cinta yang tulus mampu membuatku hilang kendali." Reza membatin.
Reza mengelus dan membelai lembut bahkan sangat halus padang ilalang milik Rania. Tubuhnya Rania semakin memanas dan tidak tahan dengan perlakuan dari suaminya itu. Wajahnya memerah menahan gejolak dari dalam dirinya.
"Mas Reza!!" ucap Rania dengan kedua bola matanya yang berkabut asa dan keenakan.
Rezamenolehkan kepalanya ke arah istrinya dengan tatapan mendamba. Reza sangat tahu persis dengan apa yang sudah diinginkan oleh Istrinya itu. Tetapi, ia belum puas bermain di bagian kawah milik Rania yang begitu nampak indah di pandang mata. Hingga Reza pun tidak kuasa untuk menahannya lagi dan Reza pun menyatukan dirinya ke dalam tubuh milik istrinya.
Mereka sama-sama dibuai dalam kesyahduan kenikmatan tiada tara. Rania menarik kepala dan memegang ujung rambutnya Reza dan semakin menguatkan pegangannya pada tubuh istrinya, saat Reza semakin memperdalam hentakannya.
Mereka berpacu seirama dengan hentakan perlahan nan lembut Reza, hingga akhirnya mereka sama-sama mencapai puncak nirwana yang tidak terkira indahnya. Reza menjatuhkan tubuhnya di samping Rania dan menciumi kening istrinya.
Peluh keringat bercucuran di tubuh mereka yang masih polos itu. Reza sangat kelelahan setelah menuntaskan puasanya selama tiga tahun ini. Bahkan Reza berbuka hingga tak terhitung berapa kali menyantap hidangan berbuka tersebut.
"Makasih banyak sayang, kamu selalu menjaga dan merawatnya hanya untuk Reza Bramantyo Lee seorang," puji Reza sambil mengecup kening Martin dan membasuh peluh keringat yang bercucuran di kening istrinya dengan tangannya.
Entah untuk kali ini gimana hehehe. Rania ingin bangkit dari pembaringannya, tapi langsung digagalkan oleh Reza dengan suaranya yang menginterupsi Rania sehingga Reza kembali berbaring dan segera menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Mereka bergantian tempat dan posisi yang paling ternyaman yang mereka bisa rasakan.
"Kamu diam saja, ijinkan Mas yang membersihkan milikmu," pinta Reza setelah berhasil memakai underwear boxernya.
"Tapi Mas! Aku malu loh digituin sama Kamu Mas," jawabnya yang memelankan suaranya.
"Mas sudah bilang tidak ada kata tapi, Mas ingin melakukannya karena kamu sudah membuat Mas terbang melayang dan Mas sangat bahagia dengan semua ini," terang Reza dengan tangannya yang masih setia membersihkan seluruh tubuhnya Rania.
Reza dengan telaten dan sangat hati-hati saat membersihkan tubuh istrinya dengan air hangat yang sudah dia tampung di dalam wadah khusus. Reza tersenyum melihat wajah istrinya yang memerah karena ulahnya. Rania pun sudah memakai pakaian lengkapnya hal tersebut Reza lakukan karena takut jika dirinya kembali menerjang untuk kesekian kalinya tubuhnya Rania yang sudah kelelahan.
Setelah itu mereka kembali berbaring di atas ranjang hingga mereka kembali terlelap dalam tidurnya. Kemungkinannya mereka terlalu lelah hingga mereka kembali tertidur dan menuju mimpi indahnya.
__ADS_1
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..