Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 21


__ADS_3

Hingga beberapa jam kemudian, Pesawat mereka sudah mendarat dengan sempurna di Bandara internasional Incheon Airport Tokyo, Jepang di negri matahari terbit.


"Alhamdulillah… akhirnya sampai juga semoga kerjasama kita kali ini berhasil sukses dan berjalan lancar sesuai yang diharapkan," ucap Reza dengan mengecilkan sedikit nada suaranya karena tidak ingin mengganggu tidur putrinya.


"Amin semoga saja, Apa baby Eca sudah bangun?" tanya Rudi yang mencari keberadaan Alexa di samping bosnya sekaligus suami dari Kakak sepupunya sekaligus iparnya itu.


"Eca masih tertidur, Aku akan gendong saja dari pada harus nunggu hingga dia terbangun dari tidurnya, pastinya kita harus menunggunya lebih lama lagi," tuturnya yang menatap lekat ke arah putrinya yang semakin besar wajahnya semakin mirip dengan Rania istrinya itu.


Reza ingin digantikan oleh bodyguardnya untuk menggendong Baby Del, tapi Martin menolak keinginan baik anak buahnya itu. Sore hari mereka sampai di Seoul sehingga Reza memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya, apalagi cuaca yang cukup dingin.


Reza disambut dengan guyuran hujan salju, sehingga membuat Reza malas untuk berkeliling Kota Tokyo. Reza menidurkan tubuh putri kecilnya di atas ranjangnya. Ia sebuah membeli satu unit apartemen yang cukup mewah di tengah-tengah Kota Tokyo.


Reza tidak ingin setiap kali berkunjung ke Jepang harus repot-repot untuk menyewa Hotel sedangkan dalam sebulan dirinya pastinya menginjakkan kakinya di sana.


"Assalamu alaikum Nona Muda, Pesawat kita sudah mendarat di Bandara Incheon Jepang," ucap Ananda Akyurek.


Rania hanya menatap Aisyah dan berdiri dari posisi duduknya. Kali ini kedatangannya ke Jepang karena mendapatkan informasi bahwa putranya Farel berada di Jepang Tokyo City.


"Semoga pencarianku kali ini berhasil, tidak boleh gagal lagi," lirihnya Rania.


Rania berjalan menuruni tangga pesawat dengan perasaan yang optimis. Korea Selatan menjadi negara yang kesekian kalinya dikunjungi oleh Rania, hanya untuk mencari keberadaan putra sulungnya yang sudah lima tahun lamanya menghilang.


Segala cara dan upaya pun telah dilakukan oleh Rania dan Kakeknya, tapi kenyataannya sama sekali tidak membuahkan hasil apapun, bahkan kabar yang mereka dapatkan simpang siur.


Keesokan harinya, rumah yang awalnya nampak sepi dan terkesan tentram dan damai harus terusik oleh suara cempreng Eca di pagi hari itu memenuhi seisi rumah.


"Daddy!! Eca pengen ke Mall sekarang juga, bukan besok!" teriak Eca yang menolak permintaan Martin.

__ADS_1


Suara Baby Eca memenuhi seisi kamarnya ia ingin ke Mall, tapi ayahnya tidak mengijinkannya dan memberikan alasan kalau besok saja berangkatnya.


"Rania andai kamu berada di samping Mas pasti hal ini tidak akan terjadi, Echa pasti akan menurut dan akan mendengar semua perkataan kamu, hanya kamu lah yang bisa melembutkan hatinya putri kita." Cicitnya Reza.


Boneka yang awalnya tertata rapi di atas ranjang dan lemari sudah teronggok di atas lantai kamarnya yang bernuansa pink itu. Reza hanya menggelengkan kepalanya melihat ulah dan perbuatannya Alexa.


"Sayang dengerin Daddy, bukannya Daddy tidak mau bawa Alexa ke Mall, tapi kita berangkatnya besok saja yah, lihat ke jendela sayang sedang turun hujan salju, jadi berangkatnya besok saja yah," ucap Reza yang memberikan pengertian kepada putrinya.


Reza duduk di samping putrinya yang sedang merajuk karena keinginannya tidak dipenuhi. Tapi, Eca tetap ngotot dan tidak ingin mendengar alasan apapun yang dilontarkan oleh Daddy-nya itu.


Baby Eca langsung berdiri dari duduknya. Dan menjauh dari jangkauan Reza.


"No.. No.. tidak mau, Echa tidak mau besok tapi, sekarang, kalau Daddy tidak bisa anterin aku, Echa akan pergi sendiri ke Mall," jelasnya Echa yang langsung meraih mantel bulunya lalu segera memasang sepatu bootsnya khusus untuk musim dingin.


Reza terdiam dan terpaku di tempatnya, dia hanya mengelus wajahnya dengan gusar. Seperti itulah kebiasaan putrinya, jika keinginannya tidak dipenuhi maka dia akan marah-marah merajuk bahkan akan pergi dari rumahnya di bantu oleh duo's Baby sitternya.


Baby sitter yang tentunya atas pengawasan dan izin dari Nenek buyutnya. Tapi, yang terjadi pasti sekarang berbeda karena mereka sekarang berada di dalam luar negeri bukan di Jakarta.


"Tidak mau, apa pun alasannya saya harus ke Mall hari ini juga, gak ada tapi-tapian lagi, sebelum Daddy ijinin Echa ke Mall akan mogok makan dan mogok bicara segala-galanya mogok apapun itu," teriak echa yang beringsut menjauh dari Daddy-nya.


Reza yang sudah kehabisan akal dan cara akhirnya memutuskan untuk mengijinkan Alexa berangkat ke Mall bersama beberapa bodyguardnya.


"Oke Daddy ijinin Eca ke Mall, tapi tidak boleh nakal dan harus selalu diawasi sama mereka," ucapnya sambil menunjuk ke arah pengawalnya yang sedari tadi berdiri menyaksikan perbincangan dan tawar menawar antara Ayah dan anaknya.


Baru lah anak bungsunya bisa tenang dan tersenyum ketika Reza menggolkan keinginannya itu. Betapa girangnya Alexa setelah berhasil mendapatkan ijin dari daddy-nya. Ia pun lompat tinggi di atas ranjangnya.


"Hore!! Eca bisa jalan-jalan dan shopping di Mall, aku mau beli boneka yang banyak," pekiknya yang berjingkrak-jingkrak di atas ranjangnya.

__ADS_1


Eca spontan pun langsung mencium pipi kanan dan kiri daddy-nya. Reza yang diperlakukan seperti itu bahagia.


"Makasih banyak Daddy-nya Alexa yang cakep," tutur Eca yang memuji yang berhasil membujuk dan merayu daddy-nya.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan

__ADS_1



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2