Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 26


__ADS_3

Tidak ada orang yang benar-benar kuat, terkadang mereka bersedih dengan cara tersenyum.


Kadang kita lupa, ujian paling berat dalam hidup datangnya dari hal-hal yang kita cintai.


Setelah berada di dalam mobil yang baru beberapa menit mobilnya berjalan, Reza sadarkan diri lagi dan dia bangkit dari tidurnya walaupun keadaannya sangat memprihatinkan itu memegang tangan istrinya.


Amairah melepaskan tautan tangannya Martin dari ke dua tangannya dan segera melepaskannya. Amairah kembali berlari kecil dari hadapan suami dan anaknya.


Langkahnya perlahan mengjauh dari Toko itu, tapi teriakan dari putrinya membuatnya kembali menghentikan laju langkah kakinya dan menolehkan kepalanya ke arah putrinya berada.


Langkah kaki Rania terhenti ketika mendengar teriakan dari bibir putri kecilnya. Rania menghentikan laju langkahnya dan segera berbalik melihat apa yang terjadi dengan Echa yang berteriak kencang.


Wajahnya pucat seketika melihat kondisi dari Martin yang sudah tergeletak tak berdaya di atas lantai keramik. Rania segera berlari kembali ke dalam Toko itu.


"Daddy bangun, huhuhu," tangis Eca semakin pecah ketika tidak reaksi apa pun lagi dari daddy-nya.


Rania segera berlari ke arah suaminya berada ketika menyadari ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Danu pun sudah berusaha untuk menyadarkan big Bos nya itu, tapi hasilnya tetap sama Martin tetap terbujur kaku tanpa ada reaksi apa pun lagi.


"Danu!! apa yang terjadi dengan Mas Martin?" tanya Rania dengan wajahnya yang sudah khawatir yang langsung memangku kepala suaminya ke atas pangkuannya.


Rania memeriksa keadaan di seluruh tubuhnya Reza, apa dia serius sakit atau hanya drama saja asal Rania kembali ke dalam pelukannya.


"Ya Allah tubuh Mas Reza panas banget, Danu bantuin saya untuk kita segera bawa Mas Danu ke Rumah Sakit," teriak Rania yang tidak bisa menyembunyikan kepanikannya.


"Daddy bangun, jangan tinggalkan Eca huhuhu," ujarnya Echa yang ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Daddy nya itu.

__ADS_1


Danu, segera membopong tubuh atasannya itu dibantu oleh beberapa anak buahnya dari inggris. Mereka sedikit kesulitan dikarenakan tubuh Reza yang cukup tinggi, tegak, dan besar membuat mereka sedikit tergopoh-gopoh untuk membawa Reza ke dalam mobilnya.


Rania segera menggendong tubuh putrinya dan melepas high heels nya agar memudahkan langkahnya disaat menggendong tubuh putrinya.


Banyak pasang mata yang memandangi mereka dengan wajah yang kebingungan dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Tubuh Reza sudah berada di dalam mobil dan pahanya Amairah menjadi bantal untuk sandaran kepalanya Martin, sedangkan putrinya duduk di kursi depan dipangku oleh Aisyah.


"Danu apalagi yang kamu tunggu, Aku mohon segera bawa kami ke RS," teriak Rania yang meminta Danua untuk mengantar Reza secepatnya ke rumah Sakit.


"Untuk pertama kalinya aku melihat Nona Muda seperti ini, kegelisahan ketakutan dan kegundahan serta rasa cemas bercampur aduk yang tercetak jelas di wajahmu Nona," batinnya Ananda.


"Echa tenang yah sayang, Daddy baik-baik saja kok," ucap Rania yang membujuk putrinya itu dari arah belakang jok mobilnya.


Rania berusaha menenangkan putrinya padahal ia sendiri tidak bisa tenang dan berpikiran jernih melihat kondisi dari Reza yang sekarang sudah menggigil kedinginan.


Hingga tidak terasa mobil mereka sudah berada di depan Loby Rumah Sakit Harapan Kasih. Danu dan anak buahnya Rania segera memindahkan Reza ke dalam UGD. Raut wajah cemas belum pudar dari wajahnya Rania, bahkan ketakutan selalu datang menghampirinya.


"Ya Allah.. jaga dan lindungilah suamiku, jangan biarkan terjadi sesuatu kepada suamiku," batinnya Rania.


Rania mengikuti langkah kaki Perawat dan Dokter untuk berjalan cepat masuk ke ruang UGD, tapi langkahnya terpaksa terhenti oleh hadangan dari tangan salah satu perawat.


"Maaf Nyonya! Anda tidak boleh masuk ke dalam, Anda menunggu di luar saja," cegah perawat itu agar Rania tidak masuk ke dalam ruangan untuk sementara waktu.


Rania dan yang lainnya otomatis menuruti perkataan dari Perawat itu dan langsung mundur ke arah belakang. Wajah dari mereka nampak cemas.

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2