
Anak adalah obat pelipur lara. Anak merupakan anugerah dan amanah yang dititipkan oleh Tuhan kepada orang tua. Kehadiran anak membawa kebahagiaan tersendiri bagi setiap pasangan.
Tak hanya sebagai pelengkap keluarga, anak juga merupakan amanah yang harus dijaga. Membesarkan anak pun tidak sembarangan, perkara mendidik anak pun harus dipahami oleh setiap orang tua. Ddiklah anak sesuai zamannya.
Belajar untuk selalu menjadikan Allah sebagai tempat mengadu. Belajar saling menghargai dan bersyukur dengan segala karunia. Belajar untuk tidak melihat ke rumah tangga orang lain dengan menggunakan kacamata kita sendiri, karena dengan itu kita, akan bisa tetap mensyukuri hidup dalam aneka keterbatasan.
Anak buahnya hanya berdiri mematung dan menundukkan kepalanya tanpa ada yang berani untuk menatap apa yang mereka lakukan. Kebahagiaan yang mereka rasakan saat pertemuan mereka kembali setelah beberapa tahun lamanya. Tanpa sengaja Tuan Besar Luis yang melihat kejadian itu tersenyum lega dan bahagia. Ikut berbahagia melihat kebahagiaan cucu-cucunya.
"Tetaplah bahagia apa yang terjadi dan jangan biarkan apa pun yang bisa menghalangi kebahagiaan kalian, Kakek akan membantu Kalian untuk mendapatkan restu dari si Tua Bangka itu," gumam Tuan Besar.
Akan bisa tetap saling menghormati meski terkadang harus berganti peran, akan bisa tetap selalu memuji meski kadang pasangan tidak selalu ideal, akan bisa bijak dalam menilai rumah tangga orang lain yang mungkin standarnya tidak sama dengan rumah tangga sendiri.
Sudah dua minggu Reza dan keluarganya berada di Amerika Serikat, tepatnya di Istana milik Tuan Besar Luis kakek buyutnya Alexa. Kedatangan mereka disambut hangat oleh seluruh penghuni rumah bak istana itu.
Reza berniat ingin kembali ke Tanah Air Indonesia mengingat pekerjaannya yang sudah beberapa hari dia tinggalkan. Tetapi cukup segan untuk mengatakan langsung dihadapan Tuan Luis. Seperti halnya saat ini, Reza dan Tuan Luis sedang duduk bersantai di dalam ruangan keluarganya.
Malam harinya, mereka sedang menikmati suguhan minuman dan kue buatan tangan anaknya Rania. Sambil menonton acara sepakbola. Sepakbola lah yang menjadi pilihan tontonan yang sering Tuan Luis nonton bareng bersama cicitnya Rendra Ritchie Arfathan sedangkan Alexa bermain boneka dengan Ananda di lantai keramik yang beralaskan karpet bulu yang cukup tebal itu.
"Sebaiknya aku utarakan keinginanku untuk balik ke Indonesia, tapi gimana caranya untuk mengatakannya di depan Papi? baru mau mulai selalu saja bibirku ini sulit untuk mengucapkan sepatah kata pun," gumam Reza yang mengeluh sambil menggerakkan kakinya saking groginya.
Reza kadang sesekali melirik sekilas ke wajah Tuan Luis papi mertuanya itu, tapi setiap kali ingin membuka mulutnya, kata-kata yang ingin dia keluarkan seakan tertahan di tenggorokannya dan seketika membuat lidahnya keluh seketika itu juga.
Reza untuk pertama kalinya ini merasakan kesusahan dalam mengutarakan niatnya di hadapan orang lain. Biasanya kalau masalah seperti itu hanya perkara mudah dan sepele saja.
Kegelisahan yang dirasakan oleh Reza Abraham Lee terlihat jelas di kedua matanya serta gesture tubuhnya. Tuan Luis hanya tersenyum melihat dari kegundahan dan kebimbangan yang dialami oleh menantu satu-satunya itu..
"Aku harus bisa kalau ngomongnya ditunda terus kasihan juga dengan Rudi yang sudah lama menunda bulan madunya hingga malam pertamanya sesuai janjinya Risma adikku yang tidak akan berhubungan intim jika Rania belum kembali bersamaku," batinnya Reza.
__ADS_1
Reza pun memberanikan dirinya untuk kembali mengutarakan keinginannya. Ia sudah ingin membuka mulutnya, tapi lagi-lagi kembali digagalkan oleh kedatangan dua cilik Alexa bersama Rendra. Wajahnya langsung ditekuk,lesu, loyo lunglai karena niatnya harus menuai kembali kegagalan.
"Kakek!!" teriak Alexa yang berlarian rambutnya berkibaran karena rambutnya hanya dihiasi oleh pita dan baju yang dipakainya pun berterbangan saking kencangnya berlarian.
"Daddy!!" teriak Rendra yang tidak mau kalah dengan kakak keduanya itu.
Mereka berdua berlarian saling berlomba untuk jadi yang paling cepat sampai di hadapan Daddy dan Kakeknya berada yang sedang duduk menikmati kudapan malam itu.
"Sayang jangan berlarian!!" cegah Mommy mereka yang berjalan mengekor mengikuti kemana langkah kaki anak-anaknya.
Reza segera mendekati puteranya yang berlarian tapi dikalahkan oleh Rendra yang larinya cukup kencang dibandingkan dengan Alexa. Raniaberjalan membawa nampan yang berisi kerupuk tempe dan kerupuk udang.
Reza sudah putus asa, pasrah dan akan meminta tolong pada istrinya saja yang nantinya akan berbicara dihadapan Kakeknya untuk pamit pulang ke Indonesia.
"Asyik...hore… hore.. yang menang adalah Alexa," Alexa menggoyangkan pinggulnya dan berputar meliukkan tubuhnya saking senangnya bisa mengalahkan kakak kembarnya.
Rendra menganggap jika Alexa tadi curang karena sudah mendorong tubuhnya hingga hampir terjatuh.
"Kakak Eca menang kan Rendra masih kecil kalah pasti cama kakak," tutur Rendra yang tidak mau mengalah.
Rania melihat kedua buah hatinya dengan menggelengkan kepalanya. Menurut nya pertengkaran mereka lucu. Ia segera menengahi agar tidak berlarut-larut.
"Lombanya nanti lagi dilanjutkan sayang, kita makan kerupuk dulu kesukaannya Rendra yuk!" Rania melerai perdebatan anak kembarnya itu.
Reza dan Alexa segera berjalan ke arah dimana Mommynya, Daddy dan Kakeknya berada. Mata Rebdra berbinar bahagia melihat krupuk tempe kesukaannya tersaji di depannya dalam toples tinggi nan besar itu. Rendra mendahului Echa yang ingin juga meraih toples itu.
"Mommy krupuknya enak banget," Denis yang menikmati cita rasa krupuk tempe yang baru pertama kali dia rasakan.
__ADS_1
Alexa lebih bahagia lagi pun bahagia seumur hidupnya karena ini pengalaman pertamanya makan kerupuk buatan mommynya sendiri.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...