Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 42.


__ADS_3

Kebahagiaan yang mereka rasakan tidak terkira dan terhitung jumlahnya kebahagiaan yang menghampiri kehidupan keluarga kecilnya. Malam semakin larut mereka baru bisa keluar dari kamarnya setelah melewatkan quality time mereka.


Rania meletakkan jarinya di atas bibir seksi Reza, "Jangan berkata seperti itu sayang, lebih baik kita mengisi dan memperbaiki waktu yang sudah terbuang beberapa tahun ini dengan hal-hal yang lebih baik lagi, mari kita tatap masa depan kita yang lebih baik lagi, masih ada anak-anak kita yang menunggu kita dan mengharapakan perhatian dari kita berdua," timpal Rania panjang lebar.


Masalah apa pun itu dan sebesar apa jika dikomunikasikan dengan baik dan dengan kepala dingin insya Allah akan berakhir dengan tawa senyum kebahagiaan dan tidak akan ada lagi kesalah pahaman yang tercipta jika saling jujur dan terbuka.


Keduanya belum sempat ada yang makan malam. Mereka memutuskan untuk beristirahat dan keluar ruangan, tetapi di saat membuka pintunya ternyata suasana rumah sudah sepi, yang lainnya sudah berada di dalam kamar masing-masing. Hanya beberapa bodyguard nya saja yang berjaga di semua sudut rumah itu.


Reza dan Rania bergandengan tangan menuju dapur, mereka ingin makan malam untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan dan tenaga mereka cukup terforsir selama beberapa jam pergulatan mereka. Tanpa ada yang ingin mengalah satu sama lainnya.


Maklumlah mereka berpisah lima tahun lamanya sehingga rasa rindu itu mereka leburkan dalam ikatan halal di atas ranjang. Mereka nampak seperti pengantin baru saja yang baru mengecap manisnya pernikahan mereka. Mereka bercanda dan tertawa bersama hingga ke meja makan.


Maid yang bertugas di dapur segera tanggap untuk menyiapkan makanan untuk sang pemilik rumah. Para maid bahkan saling pandang dan tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Nona Muda mereka. Rania menyendokkan nasi keatas piringnya serta menaruh beberapa lauk pauk ke atas piringnya tersebut.


Reza tersenyum kegirangan melihat bentuk perhatian yang ditunjukkan oleh Rania hanya untuknya seorang. Semakin membuat perasaan semakin bertambah bahagia karena, mendapatkan istri yang sholeha begitu perhatian dan baik hati dan juga cantik serta kaya pastinya. Apa lagi yang dicari oleh Reza, istrinya bagaikan sebuah benda yang memiliki paket komplit.


"Stop sayang, udah penuh piringku nanti gak bisa aku habiskan lagi makannya," cegah Reza yang mencegah agar Amairah berhenti mengisi sejumlah makanan.


"Mas harus makan yang banyak, Mas kan baru keluar dari rumah sakit pasti butuh asupan nutrisi makanan yang banyak juga," jelasnya dengan seulas senyumannya yang begitu manis tanpa gula.


Reza langsung tersenyum penuh arti setelah mendengar perkataan dari mulut istrinya. Ia semakin bahagia karena semakin diperhatikan oleh Rania dengan tulus.


"Betul banget sayang apa yang Kamu katakan, apa lagi kita baru saja melakukan aktivitas yang sangat menguras tenaga jadi pasti Mas harus makan yang banyak agar bisa melanjutkan kegiatan kita," pungkas Reza dengan seringaian liciknya yang mendapatkan polototan mata dan cubitan kecil di lengannya itu.

__ADS_1


Bukannya mengeluh malahan Reza malahan tertawa terbahak-bahak melihat wajah istrinya yang menahan malu karena ada beberapa Maid yang mendengar perkataan absurnya Reza yang membuat mereka tersipu malu dan menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan jika mereka sedang menguping tanpa sengaja.


"Makan dulu gak usah tertawa gitu, kan malu Mas lihat mereka banyak loh yang dengerin perkataan dari Mas," cerca Rania kesal dan jengah dengan perkataan suaminya yang blak-blakan tanpa melihat situasi mereka berada di mana.


Rania memang sedikit tidak menyukai dan risih jika, berbicara tentang hal yang berbau ranjang di depan orang lain. Ia kembali mencubit paha suaminya yang tidak berhenti tertawa terbahak-bahak.


Tetapi seketika mendapatkan cubitan yang lebih kuat dari sebelumnya membuatnya langsung spontan berhenti tertawa dan memaklumi ketidaksukaan dari istrinya itu.


"Maaf sayang," ucap tulus Reza sambil menangkupkan ke dua tangannya di depan dadanya.


Reza berusaha terus menerus untuk menahan tawanya yang hanya menunggu waktu akan meledak lagi dan membahana di dalam dapur. Rania hanya terdiam dan tetap memperlihatkan wajah jengahnya di hadapan Reza dengan sedikit mulai mendumel dan mengumpat suaminya atas kelakuan ajaibnya itu..


"Waduh gawat kalau sampai dia merajuk, kesempatan untuk naik lagi bisa gagal mumpung Alexa tertidur bersama Aisyah dan jarang kami dapat kesempatan seperti sekarang ini," Reza membatin.


Reza langsung berwajah masam melihat kedatangan putrinya. Dia mengira jika Baby Eca putrinya sudah terlelap dalam tidurnya sehingga nanti keesokan paginya baru terjaga dari tidurnya. Dugaan dan prediksinya meleset dan salah besar. Alexa sudah bangun dari tidurnya yang sejak sore tadi sudah terlelap.


Baby Echa melihat kedua orang tuanya sedang menikmati makanannya sehingga baby Echa menghentikan langkahnya lalu duduk di lantai dan menatap satu persatu ke arah Daddy dan Mommy nya tersebut. Bahkan sudah jadi saksi pertengkaran dan perdebatan kecil mereka sedari tadi tanpa mereka sadari.


......................


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...

__ADS_1


Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2