
Hari ini Reza dan Yudi akan melakukan perjalanan bisnisnya ke Tokyo, Jepang. Awalnya tidak ingin membawa Putri kecilnya, tapi putrinya selalu rewel dan histeris menangis jika keinginannya itu tidak dipenuhi.
Di dalam sebuah kamar yang bernuansa pink, seorang gadis kecil yang baru berumur 6 tahun lebih enam bulan, sedang duduk di pojokan kamarnya. Gadis kecil itu sedang merajuk karena keinginannya ditolak oleh Papanya yang ikut berangkat dalam perjalanan bisnis Papanya..
Segala bujukan dan rayuan maut pun sudah dilancarkan oleh Papa dan Nenek buyuknya tapi, tidak ada satu pun yang berhasil untuk meluluhkan ego Alexa Annira Elshanum.
"Sayang cup cup Baby Alexa gak bisa ikut sama Papa, lain kali saja yah sayang Baby Alexa ikut jalan-jalan sama papa, kalau urusan kerjaannya Papa sudah selesai," bujuk Reza yang sudah kehabisan akal untuk membujuk putrinya.
"Ndak mau Papa!! Alexa halus ikut, kalau tidak Reza tidak mau makan, Alexa harus ikut ke Tokyo jika tidak Alexa akan puasa hingga papa balik dari Jepang," ucap Baby Alexa yang berbicara masih sedikit cadel.
Berbeda dengan kakaknya Farel yang di umur empat tahun sudah fasih dan lancar berbicara. Setiap anak berbeda-beda yah Readers dari kemampuan IQ maupun EQ nya. Begitu pun sifat dan karakternya.
Reza menatap ke arah Nenek Masitha untuk meminta bantuannya. Nenek Masitha pun menggelengkan kepalanya tanda tidak mampu untuk memenuhi permintaan dari cucu laki-lakinya.
__ADS_1
Nenek Masitha kemudian ikut duduk di samping Martin yang sudah kehabisan akal dan cara untuk menangani putrinya itu.
"Alexa mau ketemu Mommy di Kolea Celatan Papa, Mommy ada di cana," ucap Alexa yang entah kenapa bisa berbicara seperti itu.
"Sayang, Papa bukan mau ke Korea Selatan tapi, Jepang," pungkas Reza dengan tersenyum karena anaknya salah sangka.
Reza dan Neneknya saling berpandangan. Nenek Masitha pun mendekati cicitnya itu.
Baby Eca pun tanpa banyak pikir langsung menjawab pertanyaan dari Neneknya.
"Eca cemalam mimpi Nenek bertemu pelempuan cantik, pelempuan itu bilang cama Alexa adalah mommy nya Eca, dan Mommy nungguin Eca di Kolea celatan gitu bilangnya," jelas baby Eca dengan wajah seriusnya disertai keluguannya.
"Reza ajaklah putrimu bersamamu, jangan sampai itu adalah petunjuk yang diberikan Allah kepadamu untuk mengetahui keadaan dan keberadaan Rania istrimu," tutur Ibu Masitha.
__ADS_1
"Yang dikatakan nenek dan Alexa bisa saja jadi kenyataan, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak," gumam Reza.
Setelah beberapa saat mempertimbangkan panjang kali lebar, akhirnya Reza memutuskan untuk membawa serta putri kecilnya itu.
Nenek Masitha berdiri lalu berjalan ke arah Pintu untuk memanggil Mbak Marni, agar segera mengemas barang-barang dan kebutuhan baby Alexa selama di Korea Selatan.
"Mbak Marni, tolong ke sini," teriak Nenek Masitha di ujung pintu.
"Iya Nek, tunggu," ucap Mbak Marni yang berjalan tergesa-gesa ke arah kamar Sang Tuan putri rumah besar itu.
"Tolong persiapkan semua kebutuhan Baby Alexa dia akan ikut bersama Daddy-nya ke Jepang, ingat perbanyak pakaian hangatnya, kebetulan di Korea sekarang bersalju dan pastinya cuacanya sangatlah dingin," terang Nenek Masitha.
Sebab itu lah, Reza Muhammad tidak ingin mengajak putrinya itu, karena kondisi cuaca yang cukup ekstrim di Seoul.
__ADS_1