
Masih Flashback On...
"Syukur Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul bersama di sini," timpalnya Bu Marissa.
Nenek Martha menuntun tamunya hingga ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan untuk tamu undangan.
"Silahkan dicicipi makanan yang ada, maaf makanannya hanya masakan sederhana saja," dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari wajahnya.
"Mbak Martha terlalu merendah, ini sudah sangat wooow luar biasa loh banyaknya," tangannya telaten mencicipi semua jenis masakan tersaji di atas meja.
Sedangkan di dalam ruangan lain, teriakan anak-anak menghiasi kamar pribadinya Rania. Ke tiga anaknya tidak ingin memakai pakaian, jika bukan Mommy mereka yang memasangkan sendiri. Rania sibuk mengurus tamu-tamunya yang kebetulan rekan kerjanya yang dari Bandung dan Surabaya hadir di acara mereka juga.
"Mommy! Alexa tidak ingin memakai pakaian ini," Echa berulang kali menggelengkan kepalanya dan menyingkirkan pakaian yang ada di hadapannya.
"Kenapa!! kok Echa nggak mau pakai, apa bajunya kekecilan atau kebesaran sih sayang?" Rania menatap dan memutar baju itu berulang kali di depan matanya.
"Bukan masalah itu Mama, tapi Echa mau pakai baju yang mirip dengan Kakak Rafael dan Rendra Mommy," Alexa mengunci tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya.
Mbak Marni segera bertindak setelah mendengar perkataan dari Nona mudanya itu. Mbak Marni bahkan berjalan tergopoh-gopoh saking tidak inginnya terlambat membawa baju ganti untuk Delisha Nona mudanya.
Saking cepatnya berjalan hingga dia tidak menoleh sedikitpun ke belakang. Gara-gara ulahnya seseorang disenggolnya, hingga hampir saja terjatuh padahal dalam genggamannya ada nampan yang berisi beberapa minuman.
"Aaaahhhhhh!!!" Ananda berteriak kencang setelah dirinya tersenggol oleh Mbak Marni yang membuat dirinya berputar sedangkan nanpamnya masih setia di dalam tangannya.
Tubuhnya berputar hingga berhenti di depan tubuh seseorang. Isi dari semua minuman itu tumpah mengenai pakaian yang dipakai oleh pria itu. Gelasnya berjatuhan di atas lantai.
Praaaaaannnggggggg!!!!
Suara pecahan dari beberapa gelas tersebut mampu membuat beberapa orang menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Pria itu menarik tubuhnya Ananda ke dalam pelukannya jika tidak maka tubuhnya akan segera berguling-guling di tangga.
Mereka berpelukan sangat erat. Hingga tidak ada sekat di antara mereka. Ke dua mata mereka saling bertemu. Hidung mereka saling bertabrakan. Nafas keduanya saling memburu.
Hingga detak jantungnya berdetak kencang seakan-akan berburu ingin berperang. Apa yang mereka lakukan berlangsung beberapa saat lamanya.
Tidak ada diantara mereka yang ingin menyudahi atau pun mengakhiri kegiatan mereka berdua. Hingga tangan kanannya Rizaldi memperbaiki hijab Amandah yang sedikit berantakan. Ananda yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam saja, tanpa ada perlawanan atau mencegah apa yang dilakukan oleh Dokter Rizaldi.
"Cantik." Gumamnya.
__ADS_1
Kata itu mampu meluncur begitu saja dari bibir seksi yang sedikit tebal milik Rizaldi. Wajahnya langsung memerah seperti buah tomat matang siap dipanen.
Rizaldi mendekatkan wajahnya ke telinga Aisyah. Nafasnya menyentuh permukaan wajah hingga pori-pori kulit Aisyah.
"Pelukannya sudah yah, pegal juga nih tangan," sarkas Pak Rizal.
Perkataan dari Rizaldi diakhiri dengan senyuman yang sangat memukau dan menawan di matanya Aisyah Akyurek.
Ananda spontan menarik tubuhnya sehingga segera terlepas dari tubuh tinggi atletis milik dokter ganteng tersebut. Wajahnya yang merona memerah itu membuat Rizaldi menyunggingkan senyuman tipisnya.
"Maaf," ucapnya dengan malu-malu.
Ia tersipu malu karena untuk pertama kalinya dalam hidupnya. wajahnya tidak datar dan dingin malahan hari ini wajahnya sedari tadi berseri-seri. Dia pun melupakan kalau mereka sering berdebat bahkan bertengkar bagaikan kucing dan tikus.
Tom and Jerry lah kekakuan mereka. Ananda kemudian jongkok dan memunguti beberapa pecahan beling dari gelas yang terjatuh tadi.
"Mbak," teriaknya ke arah salah satu Maid.
Maid yang dipanggil segera berlari ke arah Rizaldi berada.
Setelah berbicara seperti itu, dia meninggal Aisyah yang membantu maid untuk membersihkan seluruh pecahan gelas tersebut di atas lantai keramik.
"Kenapa jantung ini berdebar sangat kencang setiap aku berdekatan dengannya." Batinnya Ananda.
Dengan terpaksa Rania memakaikan pakaian anak laki-laki di tubuhnya Alexha sesuai permintaan. Dia hanya geleng-geleng kepala melihat kelucuan dan tingkah ajaib putri tunggalnya itu.
Acara syukuran penyambutan kembali Rafael Nadal Lee sudah berlangsung. Dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dari beberapa anak yatim-piatu bersama dengan Rafael.
Setelah anak-anak menyelesaikan tugasnya, acara dilanjutkan dengan lantunan shalawat badar yang dipersembahkan oleh ibu-ibu pengajian. Hingga giliran ceramah dari Ustadz Solmed yang menjadi pembawa ceramah tersebut.
Acara hari ini sungguh berjalan dengan sangat sempurna dan tertib serta dengan penuh kekeluargaan. Mereka larut dalam kebahagiaan mereka.
Tidak ada seorang pun yang tidak ikut berbahagia dengan suka cita menyambut kembalinya Rafael. Makanan yang disajikan oleh Raniah adalah khas Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Dengan menu yang sangat menggugah selera pastinya.
Reza membagi beberapa bahan sembako serta hadiah khusus untuk anak-anak yatim piatu dan memberikan beasiswa untuk anak-anak yang mengaji tadi.
Serta umroh gratis kepada seluruh ibu-ibu pengajian yang hadir di tempat itu. Reza melakukan hal tersebut sebagai bentuk dan wujud Syukurnya kepada Allah SWT.
__ADS_1
Baginya apa yang dia peroleh selama ini adalah adanya campur tangan dari orang yang tulus mendoakan serta memberikan motivasi kepadanya untuk melewati berbagai ujian dan cobaannya.
Begitulah rezki melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu nanti kita akan lebih lelah tanpa hasil. Keluarkanlah sedekah, nanti rezky akan datang menghampiri tepat waktu.
That's how sustenance goes well, don't chase too fast, insist on hunting later we will be more tired without success. Take out alms, later rezky will come to you on time.
"Forget the about one who coused the pain, Lupakan seseorang yang membuatmu sakit."
...****************...
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang ceritanya lebih seru dari Menggenggam Asa loh..
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…
__ADS_1