Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 13.


__ADS_3

Sedangkan di dalam apartemen Rudi, Risma marah-marah dan ngomel-ngomel karena Rudi tidak memenuhi permintaannya. Dia hari ini dipusingkan oleh permintaan Risma. Mereka kemudian beradu argument.


"Sayang dengarkan penjelasan Mas dulu dong," pinta Rudi yang sudah memegang ke dua pipi tunangannya itu.


"Aku tidak mau tahu, yang jelasnya kalau Mas hari ini belum mendapatkan asisten rumah tangga yang sesuai yang aku inginkan, aku sendiri yang akan mencarinya yang sesuai dengan keinginanku titik gak pake koma," ucapnya Risma dengan kesal yang kembali memalingkan wajahnya.


"Tapi, sayang kamu kan tahu kalau kakak sepupumu itu meminta Mas untuk menemaninya hari ini ke Korsel, jadi kalau bisa tungguin Mas pulang dari Korea saja baru Kita sama-sama mencari art sesuai yang kamu inginkan," bujuk Rudi yang sudah kehabisan akal untuk merayu pujaan hatinya itu.


"Tidak ada lagi tawar menawar Mas, Apa Mas gak kasihan lihat Risma harus hidup sendirian di dalam Apartemen mewah ini, makan sendiri, tidur pun sendiri segala-galanya serba sendiri kalau mas pergi ke luar negeri," ucap sendu Risma yang hanya berpura-pura saja.


Wajahnya menunduk tapi, senyumannya terbit dari ujung bibirnya Risma. Dia pun memaksa air matanya jatuh membasahi pipinya biar aktingnya lebih terkesan alami dan natural.


Risma sebenarnya tanpa art pun masih bisa beraktifitas dan melakukan segalanya, tapi dua hari yang lalu saat perjalanan pulang dari Kota dari Semarang, Risma bertemu dengan seorang Ibu mungkin berusia sekitar 42 tahunan dengan putranya berumur 10 tahun.


Keadaan mereka sangat memprihatinkan. Risma bertemu dengan ibu itu saat singgah ke salah satu minimarket yang ada di pinggir jalan. Ibu itu dan putranya yang ingin berangkat ke Ibu Kota Jakarta tapi, dompet dan tasnya dicuri oleh seseorang sehingga tidak bisa kembali melanjutkan perjalanannya.


Risma mendekati Ibu itu dan berbincang-bincang beberapa saat, air matanya tanpa terasa menetes membasahi pipinya. Dia memutuskan untuk membantu ibu itu hingga sampai ke Jakarta.


Risma tidak mungkin langsung membawa ibu dan anaknya untuk langsung tinggal bersamanya, tanpa harus membicarakan terlebih dahulu dengan calon suaminya Rudi.


"Oke bawa ibu-ibu itu dan anaknya untuk tinggal bersama kamu sebagai art, dan ingat mereka hanya sebagai art saja tidak lebih dan jangan terlalu gampang dan mudah percaya dengan wajah polos seseorang," ucap Rudi yang pasrah dengan kemauan dari istrinya.

__ADS_1


Berdebat dengan Risma tidak akan ada habisnya. Karena itu lah Rudi menyetujui permintaan Maya. Rudi pun sangat tahu karakter Risma yang tidak gampang percaya sama orang yang baru dikenalnya.


"Makasih banyak Sayang," ucap Risma yang langsung memberikan kecupan singkat di pipinya Rudi.


Rudi yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam dan mematung dan tidak menyangka jika istrinya akan bertindak seperti itu. Karena mereka sudah berjanji selama Rania belum ditemukan maka tidak akan terjadi kontak fisik seperti suami istri lainnya.


"Lagi yah, di sini, gak adil kalau cuman yang ini yang dicium," ucap Rudi yang memajukan pipi kirinya yang tidak dicium oleh Risma.


"Iihh ogah aah, itu maunya Mas, belum saatnya Mas," ucap Risma yang menggoyangkan jarinya di hadapan Rudi sambil tertawa renyah.


"Kalau gitu Mas pamit dulu yah, hati-hati di rumah, kalau ada waktu Mas akan ke sini lagi," ucap Rudi yang mengecup keningnya Risma.


"Gak perlu cari waktu kali Mas, apartemennya Mas juga cuma selangkah dari sini kok," ucap Rudi cengengesan.


"Alhamdulillah Mas Rudi mengabulkan permohonanku, aku sangat kasihan melihat Ibu itu, berarti sekarang mandi dulu baru otewe jemput si Ibu itu," gumamnya.


Satu jam kemudian Reza, Yudi dan Baby Alexa sudah bersiap berangkat ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.


Mampir juga dinovelku yang lain Kakak Readers dengan judul:


__ADS_1


Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2