Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 33


__ADS_3

Berita tersebar secepat kilat akan kedatangan kembalinya Rania ke tanah air. Semua anggota keluarga bersuka cita menyambut kedatangan Rania yang sudah lama mereka tunggu dan nantikan.


Rania telah memutuskan dan memilih untuk berdamai dengan masa lalunya. Kabar akan kembalinya Rania sudah tersebar hingga ke telinga keluarganya yang ada di Tanah Air Indonesia.


Serta berita pertemuannya pun sudah sampai ke kediaman Kakeknya Tuan Besar Luis. Mereka sangatlah bahagia mendengar kabar baik tersebut.


Rudi sudah nampak dengan jelas berdiri di depan pintu saat pintu itu sudah terbuka dengan lebar. Dia memutar bola matanya dengan jengah melihat Reza yang berdiri di ambang pintu, seakan-akan tanpa salah dan dosa saja yang sudah membuat anak buahnya harus berdiri di depan pintu selama 12 jam lamanya tanpa ada niat untuk mengetuk pintu sedikit pun.


Reza sama sekali tidak mengijinkan mereka untuk istirahat, bahkan Reza mungkin sengaja memperdengarkan suara seksi keduanya saat saling menyalurkan rasa dan hasrat yang terpendam dan terkubur hingga kurang lebih lima tahun lamanya.


Rania sudah berada di dalam kamar mandi sebelum pintu itu terbuka, ranjang tempat mereka tidur pun sudah rapi dan bersih seakan-akan tidak ada orang yang tidur di atasnya. Padahal tempat itu sudah di bom bardir oleh ulah dan aksi heroik keduanya semalam hingga beberapa kali ronde tanpa jeda dan hentinya.


"Kalian apa sedikitpun tidak peduli dengan nasib mereka yang sudah berdiri menjaga kalian untuk istirahat walaupun hanya sekejap?" Sindir Rudi yang melihat jenuh sifat Bucin Reza.


"Kamu mungkin saat ini akan berbicara seperti itu, tapi kapan kalian merasakannya bisa saja seharian kalian tidak akan keluar kamar," balas Reza dengan senyuman liciknya.


"Aku beda dengan kamu jadi jangan samakan aku dengan pria di luar sana," balasnya Rudi dengan candaan.


Beberapa saat kemudian Reza dan Rania sudah berpakaian lengkap, karena mereka akan kembali bertemu dengan klien mereka yang ada di Tokyo Jepang sebelum masing-masing kembali ke Jakarta.


Sebelumnya, Rania menelpon ke nomor hpnya Ananda untuk memastikan dan menanyakan perihal keadaan putri kecilnya Alexaa Annira Elshanum, tapi baru ingin menelpon nomor, Baby Eca sudah berlarian ke arah dalam ruangan perawatan Reza itu dengan suara cempreng khasnya.


"Mommy!! Daddy!!," teriaknya Eca.


Eca angsung berlari ke dalam pelukan mamanya dan memeluk erat-erat tubuh Mommynya seakan-akan Rania akan pergi jauh lagi darinya dan tidak akan pernah pulang lagi.


"Putri cantiknya Mommy! Princessnya Mommy," ucap Rania sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan putri tunggalnya itu dengan senyuman lebarnya khas Rania dengan deretan giginya yang putih bersih.

__ADS_1


Alexa sangat bahagia karena, ketakutannya yang sempat tadi terlintas dalam benaknya tidak jadi kenyataan. Awalnya Eca merengek kepada Ananda untuk diajak ke rumah sakit, tapi setelah dengan perjuangan dan kerja keras yang begitu gigihnya dari Adinda yang meyakinkan bahwa ke dua orang tuanya dalam keadaan baik-baik saja.


"Mommy huhuhu," isak tangis Eca yang langsung pecah dalam pelukan Rania.


Rania keheranan dengan apa yang terjadi kepada putrinya itu. Ia kemudian memandang ke arah Ananda yang berdiri tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdua. Rania seakan-akan bertanya dan menuntut penjelasan maksudnya Alexa putrinya, kenapa tiba-tiba langsung histeris dan menangis tersedu-sedu.


"Maafkan saya!, Nona muda mengira Nona akan meninggalkannya lagi dan sudah kembali ke London UK, makanya Alexa bersedih dan menangis bahkan tadi sempat mogok gak mau mandi," terang Ananda yang berdiri tegak sedari tadi.


Rania langsung mengusap air mata putri tunggalnya tersebut dengan jari lentik dan halusnya.


"Sayang, Mommy gak akan pergi jauh lagi, mulai detik ini Mommy akan selalu bersama Eca, jadi Putri cantiknya Mami gak perlu merisaukan atau pun takut jika Mommy akan pergi jauh," tutur Rania yang berusaha membujuk dan menenangkan putrinya.


"Mommy serius gak akan tinggalin Eca lagi, Mommy gak akan pergi jauh lagi, Mommy gak akan sembunyi lagi dari Alexa kan?" tanya Alexa dengan mimik polos dan lugunya itu.


Alexa sudah berusia sekitar 8 tahun masih sangat bersikap manja kepada keluarga dan kedua orang tuanya. Rania menangkup kedua pipi anaknya. Sedangkan air matanya masih menetes membasahi pipi tembemnya itu.


Reza yang melihat kedekatan dan perbincangan kedua wanita terpenting dalam hidupnya tersebut hanya, dia tersenyum menanggapi perbincangan kedua orang terkasih dan tersayang dalam hidupnya.


"Semoga saja benar adanya kalau Amairah tidak akan pergi jauh lagi dari sisi hidup kami," Reza membatin dan terdiam di tempatnya hanya kedua bola matanya yang memancarkan rona kebahagiaan.


Reza sangat berharap hal tersebut terkabul sehingga mereka bisa berkumpul bersama layaknya keluarga kecil lainnya yang ada di luar sana. Dia sangat berharap agar kebahagiaan yang baru saja dia rasakan tidak hanya sekedar sepintas lalu Tapi hingga akhir hayatnya.


Reza tersenyum melihat interaksi putri dan istrinya. Alexa yang biasanya sangat keras kepala dan egois tidak mudah dibujuk jika sedang merajuk menginginkan sesuatu, tapi di hadapan Maminya semua itu perlahan sirna. Eca menjadi anak yang penurut dan pengertian dan mudah diajak kompromi tidak rewel dan cengeng lagi.


Jika kita ikhlas dalam berupaya untuk kebahagiaan kehidupan keluarga, Tuhan pasti akan memudahkan dan menunjukkan jalan.


Banyak yang sibuk mengejar harta hingga melupakan keluarga. Padahal tanpa kita sadari, Keluarga ialah harta yang tak ternilai, indahnya kebersamaan.

__ADS_1


"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah Engkau mempersatukan kami lagi seperti dahulu, dan semoga kita bisa meraih kebahagiaan bersama yang hakiki," gumam Reza.


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..


__ADS_2