Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 46


__ADS_3

"Daddy stop!! sakit loh pasti pipinya Echa yang imut sudah kemerahan iya kan Dad?" tuturnya Eca dengan polosnya.


Rania hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua orang terkasihnya. Ia berjalan tergesa-gesa dan buru-buru ke dalam kamar mandi lalu segera mengambil air wudhu karena jika, meladeni dua orang itu yang berbeda generasi pasti akan terlambat shalat subuh.


"Daddy sudah hampir habis waktu shalat subuh, buruan gih masuk ambil wudhu," ucap Rania yang sedikit berteriak ke arah suaminya berada..


Reza pun bangkit dari duduknya dan bergegas ke dalam kamar mandi bersama anaknya. Resa mengajari Alexa cara ambil air wudhu yang benar sedangkan Raniah menyiapkan sejadahnya serta perlengkapan sholat suami dan putrinya.


Beberapa saat kemudian, Reza bertindak selaku sebagai imam yang memimpin shalat berjamaah mereka. Reza menjadi imam shalat dari istri dan putrinya setelah hampir lima tahun tidak pernah lagi mereka lakukan. Mereka kemudian shalat berjamaah dengan khusuknya.


"Ya Allah… banyak Engkau masih memberikan aku waktu sehingga bisa berkumpul dengan suami dan putriku, dan ijinkan aku berkumpul dengan anakku Farel, Aku sangat merindukan putraku apa dia masih hidup atau…" Reza tidak mampu melanjutkan ucapannya dalam doanya.


Reza tidak kuasa dan tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya. Air matanya membasahi pipinya saking merindukannya sosok putra kecilnya itu, mereka terpisah saat ke dunia hiburan Taman Bermain anak di Du fan. Karena keteledoran mereka lah sehingga anaknya menghilan dan salah satu pemicu waktu itu mereka bertengkar kemudian memilih untuk pergi.


"Alhamdulillah ya Allah Engkau… telah mengabulkan segala doaku selama ini, sehingga hari ini aku bisa memimpin shalat di antara kami, semoga putraku Axel segera ditemukan dan saya bisa seterusnya memimpin shalat wajib dan Sunnah Kami," Rania membatin dengan khusuk berdoa semoga doanya bisa diijabah oleh Allah SWT.


Baby Echa melirik satu persatu kedua orang tuanya dan melihat wajah mereka dibasahi oleh air matanya. Alexa pun ikut menangis walaupun tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Echa menangis hingga hidung bangirnya sudah nampak kemerahan. Mereka baru menyadari jika putri mereka ikut menangis dan sesenggukan saat mereka juga bersedih.


Reza langsung memeluk tubuh putri kecilnya dan Rania pun ikutan memeluk tubuh suami dan anaknya sehingga mereka berpelukan melingkar. Apa yang mereka lakukan itu tidak luput dari penglihatan Ananda Akyurek. Ia pun ikut menangis tersedu-sedu melihat mereka yang bersedih karena akhirnya bisa berkumpul kembali dan melaksanakan shalat berjamaah.


"Semoga mereka selalu bahagia dan dalam lindungan Allah SWT," harap

__ADS_1


Ananda kembali menutup pintu yang memang tidak terkunci rapat itu. Ananda tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan mereka.


Dua jam kemudian, mereka sudah bersiap untuk berangkat ke USA, mereka memakai jet pribadi milik Amairah. Sedangkan Rudi juga sudah bersiap untuk pulang ke Indonesia. Rudi tidak sabar ingin bertemu dengan Risma istrinya itu.


Rudi menyampaikan kepada seluruh anggota keluarganya untuk tidak menyampaikan kepada istrinya berita kepulangan sahabat sekaligus kakak iparnya. Rombongan mereka serta anak buah kepercayaannya sudah duduk di kursi masing-masing.


Pesawat yang akan mereka tumpangi akan tinggal landas meninggalkan Bandara Udara Seoul Incheon Korea Selatan menuju Jepang lalu kemudian ke Tanah air. Dia mendapat tugas tambahan untuk menjemput orang tua angkatnya Rania.


Rudi berencana untuk memberikan kejutan untuk Maya. Rudi pun membeli banyak barang yang nantinya akan diberikan bingkisan oleh-oleh untuk Ibu Sulistiawaty dan Ali yang sering diceritakan oleh Maya jika mereka telponan. Rudi bertolak dari Tokyo Jepang menuju Indonesia sore harinya. Dia berangkat sore hari sehingga masih punya waktu beberapa jam untuk berburu oleh-oleh.


Entah kenapa Rudi sangat antusias membelikan barang-barang untuk Ali anak dari asisten rumah tangganya yang dijadikan teman kecilnya. Rudi membeli banyak mainan khusus untuk Ali seperti robot Transformer edisi keluaran terbaru. Sedangkan Risma menolak untuk dibelikan apa pun.


"Aku yakin Ali pasti akan sangat bahagia jika melihat semua mainan ini," cicitnya Rudi sambil memeriksa dan mengecek kotak mainan dari berbagai merek dan model.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...

__ADS_1


.


__ADS_2