Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 45


__ADS_3

"Makasih banyak sayang, Kamu tidak marah sama Mas," gumam Reza sembari mengecup sekilas keningnya Rania sebelum ikut bergabung dalam selimut yang mereka pakai.


Semua kelengkapan maupun barang bawaannya semuanya sudah ditangani dan di handle dengan baik oleh Asisten pribadi Rania sudah mengatur semua persiapan dan perlengkapan yang akan mereka bawa kembali ke Amerika Serikat. Rania pun mengajak Reza suaminya dan putri tunggalnya Baby Echa.


"Maafkan aku Mas, bukannya aku dengan sengaja melakukan hal itu tapi, Aku ingin melihat apakah Mas sudah berubah atau masih seperti dulu," Rania membatin saat keningnya dikecup oleh Reza.


Rania berencana ingin memperkenalkan keluarga kecilnya kepada kakeknya dan juga mempertemukan Reza dengan putra keduanya sekaligus adiknya Baby Alexa yang tidak mereka ketahui, karena waktu itu Rania meninggal mereka dalam keadaan hamil dua bulan yang satupun dari keluarga suaminya tidak ada yang tahu.


Sedangkan di tanah air, Rudy mendapat perintah dan disuruh kembali ke Tanah Air oleh Reza lebih dulu, untuk mengurus perusahaannya yang sementara waktu dia tinggalkan selama perjalanan dari Tokyo Jepang menuju ke Amerika serikat. Rudi diminta untuk segera mengabarkan berita baik dan bahagia tentang kembalinya Amairah berkumpul bersama Martin ke seluruh keluarganya.


Reza pun meminta kepada Rudi adik iparnya suami dari adiknya Risma untuk menyiapkan persiapan penyambutan khusus kepada istrinya. Jika mereka sudah bersiap kembali ke Tanah Air indonesia tercinta. Hal itu dilakukan agar Rania merasa sama sekali dirinya selalu diharapkan dan ditunggu kedatangan dan kepulangannya.


"Sayang, bangun sudah jam 04.00 subuh nih, bangun dong sayang kita kan mau kembali ke Amerika," ucap Reza sambil menggoyang kan pelan tubuh Rania yang masih tertidur nyenyak di dalam selimutnya.


Putri kecilnya Alexa sama sekali tidak terusik dengan apa yang dilakukan oleh Daddy nya terhadap Mommy nya. Malahan baby Eca semakin merapatkan selimutnya ke dalam tubuhnya. Reza yang tanpa sengaja melihatnya, tertawa melihat tingkah lucu dari putri kecilnya.


Rania hingga sekarang belum bangun juga walaupun sudah dibangunkan dengan cara menggoyangkan lengannya dengan lembut yang dilakukan oleh Martin. Ia geleng-geleng kepala melihat istrinya yang tertidur lelap sehingga, Reza berinisiatif mengambil segera air lalu memercikkan sedikit air tersebut ke wajahnya Rania.


"Aku sepertinya harus menerapkan cara lama,agar dia segera bangun dan sadar dari tidurnya," cicit Reza lagi.


Reza segera merangkak turun dari atas ranjangnya. Dia lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil sedikit air. Air itu cukup dingin dan Reza yakin jika Rania pasti akan terbangun jika dipercikkan air itu. Reza tersenyum melihat tubuh istrinya yang menggelinjang seketika seperti ulat bulu saja yang terkena air hangat.


"Semoga saja berhasil, kebiasaan tidurnya masih seperti dulu susah untuk dibangunkan," lirih Reza.


Perlahan matanya Raniah terbuka dan wajah orang yang pertama dia lihat adalah suaminya Reza Adi Wijaya Liem. Rania spontan tersentak kaget ketika percikan air itu mengenai wajah cantik dan mulusnya. Reza tersenyum manis ke arah istrinya saat Rania sudah membuka matanya.


"Selamat pagi sayang," sapa Reza langsung mencium keningnya Rania yang masih dalam keadaan mode terkejut..

__ADS_1


Seketika wajahnya Rania berubah memerah semerah buah stroberi saja. Reza yang melihat ada semburat merah di pipi istrinya semakin bersemangat untuk menggoda istrinya. Hal tersebut menjadi salah satu kegiatan rutinitas pagi hari yang wajib Reza lakukan dan sudah menjadi agendanya.


Reza sebelum kembali beraktifitas seperti biasanya yang berkutat dengan banyaknya berkas dan laporan pekerjaan yang harus di tanda tangani. Rania merasa terhibur dan senang dengan apa yang dilakukan oleh Reza yang menurutnya begitu manis.


Raniah pun tanpa segan mendaratkan bibirnya di pipi kanan Suaminya. Reza refleks membalas perlakuan manis dari Rania yaitu ciuman sepintas dari Istrinya sehingga mereka tidak hentinya berbalas ciuman hingga mengganggu dan mampu mengusik tidur cantiknya Alexa Annira Elshanum.


Reza yang ingin mencium bibir Istrinya dan sudah memonyongkan bibirnya langsung dicegah dan dihentikan oleh Eca yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya gara-gara kelakuan dua orang dewasa yang ada di hadapannya.


"Daddy Stop!!!" teriak Alexa dengan wajah kesalnya.


Echa mendorong sekuat tenaga tubuh Daddy-nya. Reza hanya tersenyum melihat tingkah laku putrinya dan sedikit pun tidak marah dengan apa yang sedang dikerjakan oleh Alexa putri semata wayangnya.


"Sayang kok tubuh Daddy didorong sih, apa Echa tidak suka jika Daddy dan Mommy sayang-sayangan?" tanyanya Reza yang ingin mengetahui reaksi dan tanggapan dari putri tunggalnya lalu menaikkan tubuhnya Eca ke pangkuannya.


"Ini masih pagi-pagi Daddy, apa Daddy gak mau shalat subuh dulu?" tanya Echa yang menatap kebingungan dengan Daddy-nya sambil menunjuk letak jam dinding.


"Daddy stop!! sakit loh pasti pipinya Echa yang imut sudah kemerahan iya kan Dad?" tuturnya Eca dengan polosnya.


Rania hanya tersenyum melihat tingkah laku kedua orang terkasihnya. Ia berjalan tergesa-gesa dan buru-buru ke dalam kamar mandi lalu segera mengambil air wudhu karena jika, meladeni dua orang itu yang berbeda generasi pasti akan terlambat shalat subuh.


"Daddy sudah hampir habis waktu shalat subuh, buruan gih masuk ambil wudhu," ucap Rania yang sedikit berteriak ke arah suaminya berada..


Reza pun bangkit dari duduknya dan bergegas ke dalam kamar mandi bersama anaknya. Resa mengajari Alexa cara ambil air wudhu yang benar sedangkan Raniah menyiapkan sejadahnya serta perlengkapan sholat suami dan putrinya.


Beberapa saat kemudian, Reza bertindak selaku sebagai imam yang memimpin shalat berjamaah mereka. Reza menjadi imam shalat dari istri dan putrinya setelah hampir lima tahun tidak pernah lagi mereka lakukan. Mereka kemudian shalat berjamaah dengan khusuknya.


...****************...

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...

__ADS_1


__ADS_2