Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 56


__ADS_3

Reza sangat mengerti dengan apa yang dialami oleh Ananda tapi, tidak mungkin juga mereka harus tinggal dan hidup selamanya di Istana ini. Mereka juga punya kehidupan sendiri yang harus dijalani oleh mereka.


"Syukur Alhamdulillah.. aku akan segera pulang," gumam Reza.


Apa lagi kepulangan Reza sudah ditunggu di Perusahaannya sedangkan Rania dengan kepulangannya ke Indonesia, membuat Risma dan sepupunya Rudi bisa bersatu kembali dan segera melangsungkan bulan madunya mereka yang sempat tertunda beberapa tahun silam.


Wanita muslimah adalah berlian nya islam tak ada seorangpun yg akan mengungkapkan berlian mereka kepada orang asing.


Saat kau merasa tak memiliki siapapun ingatkan dirimu bahwa Allah telah mengering mereka pergi sehingga kau bisa berduaan bersamanya.


Jadilah muslimah yang memiliki dua kecantikan cantik luar yang dilindungi hijab syar'i cantik dalamnya penghargaan


Lenguhan kecil hingga ******* demi ******* sudah tercipta dari bibirnya Rania yang tidak kuasa lagi untuk membendung rasa yang semakin memuncak hingga ke puncak yang paling tertinggi.


Reza kembali tersenyum penuh arti melihat istrinya yang tidak tahan dengan apa yang dilakukannya. Satu persatu puncaknya dia mainkan hingga tujuan selanjutnya beralih ke arah bagian pusat daerah sensitifnya dari Rania.


Cantik dengan pesonanya sendiri yang membuat Reza dibuat kelimpungan dan mabuk kepayang melihat Rania yang begitu menggodanya. Reza yang awalnya ingin bermain-main beberapa saat di area itu, tapi ternyata masuk ke dalam pesona keindahan istrinya sendiri.


Suara seksi itu berhasil lolos dari mulutnya Rania padahal Ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahannya karena cukup malu untuk mengeluarkan di hadapan suaminya sendiri.


Rania memompa dan memacu dirinya seirama dengan hentakan nan lembutnya. Dia menarik tengkuk suaminya dengan kuat dan sesekali menggigit kecil bibirnya untuk mencegah agar suaranya tidak meluncur begitu saja.


Hingga pergulatan mereka berlangsung hingga beberapa jam dengan metode,cara dan gaya yang beraneka ragam bentuknya. Hingga mereka sama-sama mengerang saat mencapai puncak ******* kenikmatan surga dunia yang tiada taranya yang sangat indah dalam ikatan suci tali pernikahan.


"Punyamu semakin membuat aku jatuh cinta lagi dan lagi sayang, Aku semakin suka," ujarnya saat sudah tumbang di samping Reza sambil memeluk erat dengan penuh kemesraan tubuh istrinya.


Rania hanya tersenyum sekilas lalu menciumi bibir seksi milik Reza sepintas. Peluh keringat yang membasahi seluruh wajah dan tubuhnya pertanda bahwa mereka benar-benar menggenjot tubuh mereka untuk saling memberikan kepuasan dan kenikmatan surga dunia.

__ADS_1


Indahnya mahligai rumah tangga yang dibina atas dasar cinta yang tulus tanpa pamrih yang mengharapkan imbalan apa pun itu.


"I love you Reza Lee, gumamnya Rania.


"I Love u to Rania Horne Tan Perkasa," tutur Reza.


Karena sudah jam 5 subuh mereka bergegas ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh mereka karena sudah bersiap ingin menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba Allah.


Reza membantu Raniah mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya begitu pun sebaliknya. Rania juga menggosok dengan pelan seluruh tubuhnya Reza dengan sabun herbal aromaterapi yang cukup bagus yang diperuntukkan khusus bagi pasutri yang telah menjalankan ibadahnya.


Rania menyiapkan perlengkapan shalat mereka di dalam ruangan khusus untuk shalat. Ia mengumandangkan adzan subuh dengan penuh takzim dan penghayatan yang sangat bagus. Suaranya yang serak basah tidak mengurangi sedikit pun kemerduan lantunan suci itu.


Hingga tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi pipinya dikala suaminya mengumandangkan adzan, hatinya tersentuh hingga ke relung hati terdalamnya. Reza yang melihat tetesan buliran air mata Rania segera menghapusnya dengan jari tangannya.


"Ayok kita sholat berjamaah subuh," ucap Reza yang mengajak istrinya.


Senantiasa untuk mengucap syukur Alhamdulillah atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan kepadanya dan untuk seluruh keluarganya.


"Syukur Alhamdulillah! Makasih banyak ya Allah Engkau telah mengabulkan segala doa dan harapanku selama ini, Semoga aku segera dipertemukan kembali dengan putra sulungku Rafael," batinnya Rania.


"Ya Allah… makasih banyak Engkau masih memberikan aku kesempatan dan waktu untuk bertemu dan berkumpul dengan istri dan putraku Rendra yang selama ini sudah kami anggap meninggal dunia," batinnya Reza.


Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang kamu sayangi.


................


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…


Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikan cerita ini atau Typonya yang meresahkan...

__ADS_1


__ADS_2