Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 53


__ADS_3

"Sayang turunkan aku yah, sepertinya berat aku semakin bertambah, kasihan sama kamu jauh loh gendong aku apalagi tadi kita naik tangga," ucap Rania.


Rania merasakan rasa sungkan yang merasa kasihan karena melihat peluh keringat sudah berkilauan diterpa cahaya lampu. Reza tidak menanggapi permintaan dan rengekan dari Rania, ia hanya mengecup sekilas bibir Amairah agar diam dan tidak perlu mengkhawatirkan keadaannya.


Kedua tangannya ke leher suaminya dan sedari tadi selalu tersenyum menatap ke arah suaminya itu dengan kedua bola matanya yang memancarkan cahaya kilatan kebahagiaan.


Anak buahnya yang berjejer di sepanjang jalan yang mereka lalui refleks menundukkan kepalanya dan tidak ada yang menatap ke arah mereka. Mereka sama sekali tidak berani untuk memandang sekilas saja sudah membuat mereka takut.


Sudah seperti itu jika tuan mereka melakukan hal-hal yang berbau hubungan suami istri mereka akan bertindak seperti itu. Reza membuka pintunya menggunakan kaki panjangnya, pintunya pun terbuka lebar dan masuklah mereka, lalu menutup kembali pintu itu dengan kakinya kembali.


"Sayang turunkan aku yah, sepertinya berat aku semakin bertambah, kasihan sama kamu jauh loh gendong aku apalagi tadi kita naik tangga," ucap Rania.


Rania merasakan rasa sungkan yang merasa kasihan karena melihat peluh keringat sudah berkilauan diterpa cahaya lampu. Reza tidak menanggapi permintaan dan rengekan dari Rania, ia hanya mengecup sekilas bibir Amairah agar diam dan tidak perlu mengkhawatirkan keadaannya.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan Mas, kamu minta digendong balik ke Jakarta Mas akan jabanging kok, hanya berat segini saja sudah ngos-ngosan itu tidak mungkin sayang," terangnya Reza dengan semangat 45 yang membara dan menggebu itu.


Reza mendorong pintu itu dengan menggunakan kakinya lalu berjalan ke arah ranjang king size-nya kemudian merebahkan tubuhnya Rania di atas ranjang king size-nya.


Warna gorden dengan sprei ranjangnya serasi dengan warna cat tembok kamar tersebut yang nantinya akan kembali menjadi saksi bisu penyatuan mereka. Reza mematikan lampu kamarnya dan menguncinya.


"Malam ini aku akan memakan kamu sampai habis jadi bersiaplah sayang," ujarnya Reza tepat di dekat telinganya sehingga deru nafasnya menerpa wajahnya.

__ADS_1


Reza kemudian mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur yang lebih redup dan remang-remang.


Reza kemudian merangkak naik ke atas ranjang dan mulai menciumi rambut hingga ke kening lalu berpindah ke hidung mancung nan bangir sesekali menjilati hidungnya yang membuat Rania kegelian sehingga dia berteriak dan tertawa terbahak-bahak.


"Aahh Mas geli!!" Pekiknya Rania dengan tawanya yang mengisi seluruh sudut kamarnya.


Reza pun memindahkan ciumannya ke area leher jenjang putih mulusnya. Martin membuka seluruh kancing pakaian yang terpasang indah di seluruh bodynya Rania. Perlahan tapi pasti hingga pakaian yang membungkus tadi tubuh seksi Rania sudah dilempar oleh Reza ke sembarang arah. Membuat kamar pribadinya berantakan karena banyaknya kain yang memenuhi seluruh lantai.


Tubuh seksi, mulus dengan body yang seperti gitar Spanyol itu selalu membuatnya kelimpungan dan hilang kendali. Sehingga tanpa aba-aba menyesaap puncak mount Everest milik istrinya itu dengan penuh naf su dan rakusnya.


Reza seakan-akan sedang memuaskan dahaganya yang kehausan setelah melihat gunung kembarnya sang istri. Lenguhan panjang terus tercipta dan terlontar dari bibirnya seksi dan montok milik Rania yang semakin membuat Reza dimabuk kepayang.


Reza mengetahui kalau istrinya sudah menginginkan lebih dari sekedar jilatan dan hisapan semata saja. Reza semakin memainkan dan memelintir puncak mount Everest tersebut hingga dirinya tidak sanggup untuk menahan lagi hasratnya yang tertahan itu.


...----------------...


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan

__ADS_1


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga...

__ADS_1


__ADS_2