
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
Pertemuan kembali dua pasang sejoli di bawah naungan kata halal itu sama-sama sangat bahagia tanpa ada rasa egois lagi. Semua perasaan ego, rasa amarah, dendam, benci, kesal, jengkel,rasa rindu bercampur menjadi satu bagian dalam hati dan pikiran keduanya.
Reza dengan Rania yang tidak sengaja membawa kebahagiaan untuk Reza Walaupun awalnya mereka bertemu kembali dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Hingga Reza meminta sesuatu yang membuat hubungan mereka kembali pulih dan membaik seperti beberapa tahun sebelumnya.
Mentari pagi telah menyapa penduduk bumi. Sinar matahari pagi menyingsing dan menyinari seluruh isi dunia. Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi, tapi penghuni kamar Super VVIP masih terlelap dalam tidurnya.
Mereka masih terbuai dalam angan-angan mimpi yang indah setelah meraih dan merengkuh indahnya hubungan yang terjalin karena atas dasar halal dan cinta kasih.
Penghuni kamarnya masih dalam keadaan saling berpelukan satu sama lainnya.Walaupun sang asisten dan pengawal pribadi dari masing-masing sedari tadi sudah berdiri dengan setia sejak semalam.
Mereka bahkan menjadi saksi penyatuan mereka kembali setelah hampir empat tahun berpisah. Dering hpnya membuat mereka terbangun dari alam mimpi dan dalam dekapan yang hangat sehangat cahaya mentari pagi. Reza membuka matanya lalu tersenyum ke arah Istrinya yang juga sudah mengerjapkan ke dua matanya.
"Assalamu alaikum Baby," sapa Reza dikala matanya saling berserobot dengan ke dua mata indahnya dengan bulu mata yang panjang dan lentik milik istrinya.
Reza main nyosor saja yang langsung mencium kening istrinya tanpa basa-basi setelah mengucapkan salam kepada istrinya itu.
"Waalaikum salam Suamiku," jawabnya Rania dengan wajah yang sudah merona kemerahan pasalnya Reza mengecup keningnya dengan begitu lama.
"Morning kiss dulu Baby sebelum Kamu bangun," kilah Reza yang tersenyum penuh arti ke arah istrinya.
"Hp Mas sedari tadi berdering, coba tengok yang nelpon siapa Mas, entar telponnya penting lagi," ucap Rania yang sudah duduk di atas ranjang Rumah Sakit dengan tampang dongkol dan jenuh menghadapi tingkah suaminya.
Rania segera ikut bangkit dan duduk di atas ranjang di samping Reza, tangannya Reza langsung melingkar ke atas perutnya Rania dengan posesifny.
__ADS_1
Kegiatan mereka sedikit terganggu dengan deringan hpnya sendiri. Dia mengumpat karena kegiatannya bersama sang istri mendapatkan gangguan kecil. Ia pun meraih hpnya yang tergeletak di atas meja nakas. Reza hanya tersenyum melihat siapa orang yang menelponnya itu.
"Rudi!' cicitnya Reza saat melihat siapa yang menelponnya.
Reza kembali menaruh hpnya di atas meja nakas ranjang bangkarnya yang ada di samping kirinya.
"Angkat saja lah Mas, kok ditaruh kembali sih hpnya?" Sungut Rania yang jengah melihat tingkah suaminya yang meletakkan hpnya kembali dan melingkarkan kedua tangannya ke samping pinggang diatas perut sang istri.
"Mas! angkat dong kasihan Rudi loh Mas, emangnya Mas mau juga digituin sama orang?" tanyanya Rania yang lebih terkesan kesel lalu melirik sepintas ke arah Reza
Reza dengan terpaksa mengangkat teleponnya. Dia sangat tidak ingin mengangkat telepon itu andai saja dia bisa mengerjakan hal itu.
"Ini orang gangguin saja," umpat Reza yang membuat Rania tersenyum simpul mendengar omelan sang suami.
Reza mengangkat telepon dengan sangat terpaksa, karena merasa kegiatannya di pagi ini harus terganggu oleh telepon Rudi sahabat sekaligus suami dari adiknya Risma terbaiknya merangkap menjadi asisten pribadinya sekaligus adik sepupu dari istrinya.
"Waalaikumsalam, Bos bisa bukain pintunya gak, Kami sudah berjamuran di depan nih tungguin Bos," Pinta Rudi yang sudah bosan dan kesal dengan menghadapi sikap Reza kali ini yang menurutnya sudah kelewatan.
Rania hanya tertawa cengengesan mendengar omelan adik sepupu sekaligus adik iparnya tersebut.
"Tunggu aku mau masuk ke dalam kamar mandi dahulu, sekitar 20 menit baru aku bukain pintunya," jawab Martin yang sengaja berkata seperti itu untuk bercanda dengan Dion.
"Mas!," ucapan Amairah yang singkat padat dan jelas itu mampu membuat Martin segera berdiri lalu berjalan ke arah pintu.
Kondisi Reza yang sempat kemarin down dan sakit kemungkinan besar obatnya ada pada tubuh istrinya tersayang. Kondisinya berangsur sembuh hingga ke tahap total, tubuhnya sangat segar bugar seperti sekarang ini seolah-olah tidak pernah diberikan cairan infus saja. Ternyata cinta mampu membuat yang sehat jadi sakit dan yang sakit menjadi sembuh total.
Berita tersebar secepat kilat akan kedatangan kembalinya Rania ke tanah air. Semua anggota keluarga bersuka cita menyambut kedatangan Rania yang sudah lama mereka tunggu dan nantikan.
__ADS_1
Rania telah memutuskan dan memilih untuk berdamai dengan masa lalunya. Kabar akan kembalinya Rania sudah tersebar hingga ke telinga keluarganya yang ada di Tanah Air Indonesia. Serta berita pertemuannya pun sudah sampai ke kediaman Kakeknya Tuan Besar Luis. Mereka sangatlah bahagia mendengar kabar baik tersebut.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
__ADS_1
Mohon maaf jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..