Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 22


__ADS_3

Reza harus hidup dalam kesendiriannya selama Istrinya diam-diam meninggalkannya karena Rania tidak menyukai dan tidak menerima Reza yang tidak pernah mau jujur dan berterus terang kepada Rania tentang jati dirinya yang sebenarnya.


Reza pun harus terpuruk dalam kehidupannya. Hingga dia memutuskan untuk mencari terus menerus dan melakukan segala cara dan upaya untuk menemukan istrinya yang seperti ditelan bumi saja.


"Insya Allah.. aku yakin kepada Allah SWT jika suatu saat hatimu akan menyadari alasan kenapa aku melakukannya, tapi satu hal yang perlu kamu ketahui kalau aku tidak akan pernah berpaling dari dirimu Istriku Rania," lirihnya Reza sambil memeluk tubuh putri tunggalnya itu.


Kehebohan yang diciptakan oleh Baby Eca dibagi buta itu membuat Reza pusing tujuh keliling. Pasalnya ia tidak mengijinkan putri kecilnya untuk ke Mall sedangkan anaknya itu Alexa Annira Elshanum menginginkan hal tersebut.


Pagi itu menjadi perdebatan kecil antara Daddy Reza dengan Baby Eca. Eca dengan pendiriannya yang tidak goyah sedikit pun walaupun, Reza sudah mengeluarkan berbagai jurus jitu dan ampuhnya, tapi sama sekali tidak berhasil. Eca sama sekali tidak mau mundur dan mengalah.


"Daddy kalau tidak ijinin aku ke Mall hari ini, Delisha akan mogok makan, mogok bicara dan mogok apa pun itu," ucap Eca yang melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menolehkan wajahnya ke arah lain.


"Tapi sayang di luar itu sedang turun salju, coba lihat di jendela, lagian Daddy juga banyak kerjaan sayang, kan Echa tahu sendiri tujuan kita ke sini itu untuk bekerja bukan hanya sekedar jalan-jalan saja, jalan-jalan itu urusan dibelakang," terang Reza.


"Pokonya harus ijinin tidak ada tapi-tapian lagi," ucap Alexa lagi yang tidak mau mendengar berbagai macam alasan lagi yang dilontarkan oleh Daddy-nya itu.


Dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya Reza pun mengalah demi kebahagiaan putrinya. Baby Eca akan ke Mall bersama bodyguardnya dan juga ada Danu yang akan selalu setia menjaganya. Echa pun mendekati Daddy-nya dan tidak segan untuk meluncurkan ciumannya di pipi kanan Daddy-nya.


"Makasih Daddyku yang paling cakep, Saya bahagia sekali," ucap Echa yang loncat-loncat kegirangan di atas ranjangnya.


Anak kecil yang berusia 9 tahun itu sangat bahagia karena rencananya berhasil. Ia tidak bisa menjelaskan semuanya dengan kata saking bahagianya.


"Rania andai saja kamu ada di sini bersama kami pasti baby Dell pasti akan nurut sama kamu," lirihnya Reza.


Senyuman itu terbit dari wajahnya Reza walaupun sedikit samar dan tipis. IQ atau pun EQ setiap anak itu berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalnya dari faktor genetik, lingkungan, gizi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya setiap hari serta adanya semangat dan kemauan dari anak tersebut.

__ADS_1


Aku mengambil contoh yang IQ nya diatas rata-rata sehingga perkembangan dan pertumbuhan kognitif dari ketiga anaknya Martin berbeda dengan anak kecil pada umumnya.


Pasti di dunia real hal yang seperti ini bisa terjadi, tidak menutup kemungkinan, dan kembali lagi ini dunia novel yang tidak sama persis dengan dunia nyata yang pasti ada sedikit penyedap rasa dan bumbunya yang mewarnai setiap cerita dari novel tersebut.


Reza memakai mobilnya yang berbeda dengan Putrinya. Baby Alexa bersama Bryan sedangkan Reza satu mobil dengan Rudi yang akan menuju ke Perusahaan yang telah mengajaknya bekerja sama.


"Princess kita ke Mall mana?" tanya Danu saat memasangkan serbealt pada tubuh kecilnya Eca.


"Kalau menurut Uncle kita ke Mall mana saja yang terbaik di Tokyo?" tanya balik Alexa anak kecil yang belum genap berusia 9 tahun tapi sifat dan kelakuannya seperti anak umur delapan tahun saja.


Dengan memakai dress warna merah selutut, rambut panjangnya terurai dengan dihiasi bando berwarna senada dengan bajunya membuat penampilan Eca sangat cantik di usianya yang baru mau menginjak 9 tahun kurang sedikit.


"Ada mobil di depan Mall yang tidak jauh dari sini kita ke Mall itu saja Yah?" tanya Danu.


"Ok uncle," jawabnya singkat.


Eca menggandeng tangan Danu mereka berjalan memasuki area Mall sambil bergandengan tangan. Mereka bagaikan Ayah dan anaknya tidak ada yang bisa tahu dan menebak jika mereka hanya sebatas Pengawal dan Nona Muda.


"Uncle Mallnya sangat besar yah, yang di Jakarta juga besar yah Uncle," tanya Eca yang lebih seperti pujian saja yang memandangi keseluruhan bangunan itu dan takjub dengan model desain interior dari Mall tersebut.


"Kalau gitu Tuan Putri mau ke mana, Uncle akan antar Princess ke mana pun itu," tutur Danu yang tidak melepaskan pegangan tangannya dari tangan Eca.


"Uncle kita ke Toko itu yah yang banyak dijual bonekanya," jawab Eca yang menunjuk ke arah Toko tersebut.


"Siap Tuan Putri cantik," ucap Danu yang tersenyum simpul ke arah Alexa putri semata wayangnya Reza dengan Rania.

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2