Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 20


__ADS_3

"Oohh gitu yah, kalau emang seperti itu, Ibu satu kamar saja dengan Alif, dari pada Alif ketakutan terus nantinya" ucap Risma yang tersenyum lembut ke arah Ibu Sulastri.


Risma pun membatalkan niatnya untuk bertanya alasan apa yang mendasari sehingga Alif trauma dan selalu ketakutan, karena kondisi Emaknya Alif pun tidak baik.


Risma meminta dan menganjurkan Ali untuk tidur di kamar khusus untuk anak tapi, tiba-tiba Ali bereaksi tidak wajar setelah mendengar perkataan dari Risma.


Ketakutan yang tiba-tiba dirasakan oleh Alif membuat Risma seketika itu terkejut melihat reaksi Alif yang menurutnya aneh. Hanya karena Risma yang meminta Alif untuk tidur di kamarnya sendiri hingga tubuh Alif bergetar hebat, peluh keringat bercucuran membasahi pipi dan seluruh tubuhnya.


Alif nampak ketakutan dan bersembunyi dibalik tubuh Emaknya. Risma yang melihat hal itu tersentak kaget. Dia tidak menyangka jika penolakan Ali sungguh di luar kendalinya.


"Ya Allah apa yang terjadi padamu dek?" ucap Risma lalu membungkukkan tubuhnya di hadapan Alif agar terlihat lebih sejajar dengan tinggi Alif.


"Maaf Mbak Alif emang seperti ini jika dirinya diminta untuk tidur atau berada di dalam ruangan seorang diri," jelas Emaknya Alif.


"Kalau emang seperti itu, baiklah Alif tidak perlu tidur sendirian, Alif tidurnya sama Emak saja, bagaimana Alif?" tanya Maya yang sangat khawatir dengan kondisi Alif yang memungkinkannya trauma terhadap ruangan kosong dan dia berada sendirian di dalam ruangan itu.


"Ya Allah maafkan aku yang tidak bisa berkata jujur di hadapan Mbak Maya, aku takut jika aku jujur apa yang terjadi pada Alif selama ini akan berakibat buruk, Alif akan meninggalkanku, cukuplah aku saja yang tahu hal itu." Bu Sulastri membatin.


Kekhwatiran itu sangat nampak terukir jelas di wajah ibunya Ali. Tapi, segala upaya Ibu Sulastri berusaha untuk menutupi kegundahan dan kegelisahan hatinya.


"Alif tidak perlu takut lagi, karena Alif akan tidur bareng Emak, iya kan Emak?" tanya Risma yang menatap ke arah ibu Sulastri.


"I-ya Nak, benar apa yang dikatakan Mbak Maya, kalau Alif tidak akan tidur sendirian, tapi Alif akan tidur bareng sama Emak jadi Alif tenang dan tidak perlu takut lagi," ucap Ibu Sulastri yang memenangkan Alif dengan memegang ke dua tangannya Alif.


Alif pun langsung memeluk tubuh Emaknya itu dan berangsur-angsur terdiam dan tidak seperti sebelumnya yang keadaannya sangat mengkhawatirkan.


"Kenapa perasaanku mengatakan ada sesuatu yang disembunyikan oleh ibu Sumartini dengan kondisi Alif, tapi apa? Aku akan bertanya kepada ibunya Ali jika keadaannya Ali sudah cukup tenang," Risma membatin tapi tatapannya tertuju pada emaknya Ali.

__ADS_1


"Semoga saja Mbak Maya tidak curiga dan tidak banyak tanya lagi tentang kondisi Ali," Bathinnya Bu Sulastri.


"Kalau begitu Alif Mbak antar ke dalam kamarnya supaya Alif bisa istirahat," ucap Risma mencoba membujuk Ali.


Mereka pun masuk ke dalam kamar yang telah disediakan oleh Maya khusus untuk mereka. Ibu Sumartini bisa beristirahat dengan tenang karena hari ini ia dilarang


Sedangkan di dalam kediaman Nenek Masitha, tawa gembira sejak Baby Alexa dinyatakan akan ikut bersama dengan Daddy-nyq Jepang. Alexa Annira Elshanum putri kecil dari Rania dan Reza.


Mereka berangkat ke Bandara dan akan terbang ke Tokyo dengan memakai pesawat pribadinya. Reza tidak ingin kebersamaannya dengan tuan putrinya harus terganggu dengan penumpang lainnya.


Baby Eca sudah duduk dengan manis di kursinya, sedangkan Reza kembali membuka beberapa berkas yang harus diperiksanya dengan teliti. Berkas itu yang nantinya akan dia berikan pada Perusahaan yang berencana ingin menanamkan modalnya di Perusahaannya.


Baru beberapa menit pesawat tersebut meninggalkan Bandara internasional Soekarno Hatta, Alexa sudah tertidur pulas di Kursinya yang dibuat khusus untuk dirinya seorang.


Dengan memakai baju serba pink kesukaannya dengan jaket yang cukup tebal membungkus tubuhnya.


Reza memegang ballpoint yang lalu menatap ke arah luar jendela pesawat. Sedangkan Rudi sudah mengikuti jejak Eca yang tertidur lelap di kamarnya sendiri.


"Semoga mimpi Alexa jadi kenyataan dan Kami bisa bertemu dengan istriku segera," gumam Reza.


Harapan itu selalu ada di dalam hatinya, Reza sangat yakin jika suatu saat nanti Dia akan bertemu kembali dengan Rania.


Reza mengistirahatkan tubuhnya dan ikut terlelap bersama dengan putri kecilnya. Martin memperbaiki letak posisi selimut putrinya sebelum menutup matanya menuju alam mimpinya.


Hingga beberapa jam kemudian, Pesawat mereka sudah mendarat dengan sempurna di Bandara internasional Incheon Airport Tokyo, Jepang di negri matahari terbit.


"Alhamdulillah… akhirnya sampai juga semoga kerjasama kita kali ini berhasil sukses dan berjalan lancar sesuai yang diharapkan," ucap Reza dengan mengecilkan sedikit nada suaranya karena tidak ingin mengganggu tidur putrinya.

__ADS_1


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...

__ADS_1


__ADS_2