Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 75


__ADS_3

"Syukur Alhamdulillah makasih banyak ya Allah Engkau telah mengabulkan permohonan dan segala doaku selama ini, semua ini berjalan sesuai dengan apa yang Kami inginkan dan semuanya berkat campur tanganMu ya Allah," gumamnya Bu Martha.


"Kalau begitu Kami pamit dulu Bu, kapan-kapan Kami akan datang lagi ke sini, Ibu juga kalau ada waktu sesekali datanglah jalan-jalan ke Apartemennya Risma yah, Kalau mau dijemput telpon saja yah Bu," ucap Risma sambil memegang tangan Bu Nurma sedangkan air matanya sedari tadi sesekali masih menetes.


Ibu Nurma tersenyum ke arah Maya sebelum mobilnya berlalu dari hadapannya. Ibu Nurma sudah lega dan sangat bahagia karena sudah aman dan terhindarkan dari rasa ketakutan, kecemasan, kekhawatiran dan keraguan serta kebimbangan yang berlebihan itu.


Waktu terus berlalu, hingga jam dinding menunjukkan pukul 10 malam. Ke tiga trio bocil Lee sudah tidur di kamar masing-masing. Reza masih berbicara beberapa hal penting bersama neneknya. Sedangkan Rania sudah bersiap tidur.


Rania kembali malam ini memakai pakaian yang cukup sangat seksi, kekurangan bahan yang sangat tembus pandang. Ia memilih lingerie warna kuning untuk malam ini. Dia memoles wajahnya terlebih dahulu dengan berbagai make up-nya.


Ia ingin tampil sempurna dan cantik di depan suaminya. Amai ingin kewajibannya dia penuhi dan jalankan dengan sebaiknya. Tubuh putih mulus dan glowing itu terpampang jelas, siapa pun yang melihatnya pasti akan memuji dan terpana hingga terpesona melihat tubuh yang begitu menggoda.


Sekitar satu jam rania menunggu kedatangan Martin yang tidak kunjung datang. Dia memutuskan untuk tertidur lebih duluan.


"Heeeeuuuummm.," Amairah sesekali menguap berulang kali, dia sudah sangat ngantuk, matanya sudah tinggal lima watt.


"Mas mungkin masih sibuk dan banyak yang mereka bahas hingga tuntas, aku tidur duluan saja dari pada menunggu Mas Reza," lirihnya Rania yang sudah ngantuk.


Raniah menarik selimutnya hingga menutupi hingga sebatas dada dan lehernya karena merasa sangat dingin. Beberapa menit kemudian, Reza sudah kembali dan masuk ke dalam kamarnya.


Dia lalu menutup pintu dengan rapat serta tidak lupa mengunci kenop pintunya. Martin melihat Rania yang sudah tertidur pulas. Ia hanya tersenyum melihat istrinya yang begitu cantik alami walaupun dalam keadaan tertidur lelap.


Reza memutuskan untuk masuk ke dalam kamar ganti pakaian dan bergegas untuk membersihkan seluruh tubuhnya sebelum ikut ke atas ranjang bersama istrinya. Dia hanya memakai underwear saja lalu Ikut naik keatas ranjang king size-nya. Ia membuka sedikit selimut yang menutupi tubuh istrinya. Reza mengulas senyuman manis dan penuh arti ke arah istrinya.


Reza membalik tubuh istrinya hingga menghadap ke atas, dengan matanya yang masih setia tertutup itu. Reza kemudian memutuskan menarik tali pengikat lingerie itu dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan.


"Tubuhmu, wanginya ini membuatku jatuh cinta berulang kali sayang, istriku Rania!" Cicitnya Reza.

__ADS_1


Reza turun ke arah yang lebih membuatnya tertantang lagi. Dia me ngee cuup sesekali puncak gunung. Ia sama sekali tidak bosan me nik mati puncaknya, seakan-akan dia kehausan. Lenguhan kecil mampu lolos dari mulutnya Amairah.


"Heeeuuummmppphhh."


"Kenapa kamu istriku semakin membuatku melayang hingga terbang ke langit tingkat tinggi sih sayang?" Lirihnya Reza.


Keadaan mereka sama-sama sudah po los, tanpa ada benang selembarpun yang melindungi tubuh keduanya. Reza mulai menancapkan benda puu saa kanya hingga ke daerah yang paling terdalam milik istrinya. Sangat pelan dan hati-hati agar istrinya tidak merasakan sakit sedikitpun.


Membuat mata indah dengan bulu mata yang lentik itu terbuka lebar dan hanya tersenyum melihat wajah suaminya yang sudah penuh dengan peluh keringat. Reza semakin memompa di atas tubuhnya sang istri. Suara-suara seksi yang sangat lembut meluncur bebas dari bibir mereka.


"Ooohhh Baby, aku suka kamu semakin membuatku tergila-gila hingga tidak ingin berhenti," racau Reza.


Reza kalap hingga tidak ingin berhenti untuk melakukan berbagai macam penetrasi dan style yang dia lakukan. Rania hanya mengimbangi permainan suaminya.


Beberapa menit kemudian, lava panas pun menyemburkan hingga membasahi bagian raa hiim terdalam milik Raniah. Reza beringsut turun dari atas tubuhnya Raniah. Sedangkan Rania tersenyum penuh kelegaan dan kebahagiaan karena mampu membuat suaminya bahagia.


Ibadah yang paling panjang dalam hidup adalah hidup sebagai pasangan suami istri.


Menikah adalah ibadah yang paling terpanjang di dalam hidup. The longest worship in life is living as a husband and wife. Marriage is the longest worship in life.


Sesibuk apapun, sejauh apapun pergi, keluarga merupakan tempat pulang'. Uang dan popularitas tak mampu membayar kebersamaan dengan keluarga. No matter how busy you are, no matter how far you go, your family is your home'. Money and popularity can't afford to be with family*


...****************...


Dalam novel ini alurnya maju mundur kadang menceritakan masa lalu salah satu mcnya atau pemeran tokohnya, semoga tidak bingung dan harap maklum..


Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya yang ceritanya lebih seru dari Menggenggam Asa loh..

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Cinta dan Dendam


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Cinta ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


Menggenggam Asa


Cinta Kedua CEO


Kau Hanya Milikku



Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


Tetap berikan dukungannya untuk menggenggam asa dengan cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, berikan gift dan Votenya juga…


Mohon maaf jika banyak terdapat kesalahan dalam pengetikan cerita ini atau Typonya yang meresahkan...

__ADS_1


__ADS_2