
Perkataan Reza yang sederhana mampu membuat wajah istrinya bersemu merah bagaikan buah ceri merah yang sudah siap dipanen dari pohonnya. Mereka seperti pasangan anak abg saja yang baru mengenal cinta.
Mereka sering memperlihatkan kemesraan dan Kasih sayangnya di hadapan orang lain. Tingkah laku dan sikapnya untuk menanggapi perhatian satu sama lain dengan sikap yang seperti anak remaja yang sedang dimabuk asmara.
"Aku minta tolong besok Mas jangan langsung pulang ke tanah air dulu, Kita ke London terlebih dahulu Mas, Aku ingin mempertemukan seseorang dengan Mas, boleh gak?" Tanyanya Rania yang lebih terkesan permintaan dan permohonan sajah dengan suara yang lembut dengan penuh cinta yang terpancar dari kedua pasang matanya.
Apa yang dilakukan oleh Rania mampu membangkitkan Sesuatu dan bawah sana. Suaranya Rania yang mendayu, manja dan terkesan seksi itu berhasil membangunkan adik kecilnya Reza
"Boleh, tapi kapan Kamu akan kembali ke Indonesia dan tinggal dengan Mas? Mas tidak ingin kesepian lagi, dingin sayang kalau harus tidur sendirian tanpa pelukanmu lagi," ucap Reza dengan manjanya tersenyum lebay, yang langsung mendapat cubitan kecil dari Rania.
"Aaaauh!! Sakit sayang," keluhnya Reza yang mengelus lengannya yang terkena cubitan mesra raut wajahnya sedikit memerah menahan perih cubitan mesranya Rania.
Rudi yang kebetulan berada di dalam ruangan tersebut tertawa terbahak-bahak melihat wajah Martin menahan sakit akibat cubitan dari jari lentik nan halus Rania, sedangkan Reza menatap tajam ke arah Rudi yang masih tertawa terpingkal-pingkal.
"Kenapa kamu ketawa, gak ada yang lucu," kesal Reza yang salah tingkah gara-gara adanya Rudi bersama mereka.
"Gak apa-apa kok, aku hanya tertawa saja kok," jawabnya Rudi yang menutupi mulutnya agar suara tawanya bisa berhenti.
"Bonus kamu bulan ini aku potong 50% ok! Gak ada protes dan aku tidak terima keluhan dari kamu," tegasnya yang wajahnya sudah bersemu merah menahan malu.
Rania ikut pun tersenyum melihat kondisi suaminya dan adik sepupunya itu sekaligus suami dari adik iparnya. Eca dan Ananda hanya terdiam saja menyaksikan tingkah laku kekanak-kanakan orang dewasa.
Berselang beberapa saat kemudian, Eca mendekati Maminya lalu bertanya tentang sesuatu hal di hadapan Rania.
"Mommy kita akan ke Amerika besok?" tanya Alexa yang sudah duduk di pangkuan sambil memainkan rambut panjang mommynya.
__ADS_1
"Bukan ke Amerika sayang! Tapi ke Inggris sayang, besok kita akan berangkat ke London ke rumahnya Kakek buyutnya Eca, apa Eca bahagia kalau kita ke sana?," jawab Amairah.
"Serius Moms, berarti kakek Alexa bertambah banyak, pasti boneka dan mainannya Eca juga akan bertambah yah Mi?" Tuturnya Eca dengan tingkah polosnya.
Alexa berfikiran jika ia memiliki lagi seorang Kakek itu sama saja akan menambah koleksi bonekanya, karena semua kakeknya akan memberikan hadiah boneka untuknya.
"Iya sayang! Eca punya banyak Kakek, jadi pasti Eca akan dapat hadiah yang banyak juga, benar kan Daddy?" ujarnya Rania sembari memandang ke arah suaminya yang masih berdebat dengan asisten pribadinya itu.
"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Mommy kamu, jadi Echa mulai sekarang jadi anak yang penurut jangan suka merajuk lagi," pinta Reza yang mengelus rambut panjang putrinya yang sedikit bergelombang dan berwarna kuning kecoklatan.
"Iya Daddy, Eca akan janji untuk jadi anak yang baik yang nurut sama Daddy dan Mommy," jawab Eca yang semakin bahagia.
"Kalau gitu kita pamit dulu yah Mas, nanti sore Mas pulangnya ke rumahku saja, kita makan malam dan menginap disana, jadi besoknya kita langsung berangkat ke UK," terang Rania yang kemudian berpamitan kepada suaminya.
"Oke sayang, hati-hati," pungkas Reza lalu berdiri dan tanpa aba-aba mencium kening istrinya di depan umum.
Cinta yang tulus mampu mempersatukan dan mendamaikan dua pihak yang pernah terpisah dikarenakan keegoisan masing-masing.
Rania pun tidak segan meraih tangan kanan suaminya untuk dia cium punggung tangan suaminya. Ia yang melihat apa yang dilakukan oleh Mommynya pun ikut mencontoh apa yang dilakukan olehnya.
Alexa juga langsung menarik tangan Daddy-nya untuk dia cium. Kebiasaan kecil yang baik usahakan untuk memperlihatkan kepada orang lain terutama orang yang berada satu atap dengan kita. Perubahan sekecil apapun jika itu berdampak baik maka jangan segan dan tunggu waktu baik untuk melakukannya.
Mereka pun berjalan ke arah Parkiran dan masuk ke dalam mobilnya masing-masing dan akan berangkat bekerja. Reza sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan nanti malam bersama istrinya tersayang. Reza membayangkan dan mengingat dengan baik suara dan mimik wajahnya Rania disaat men de sah.
Reza bersemangat untuk segera mempercepat pekerjaannya agar segera pulang bertemu dengan istrinya yang hari ini membuatnya candu dan selalu ingin didekatnya Rania.
__ADS_1
Suami-suami takut istri itu sebenarnya bukannya suami takut kepada istrinya dalam hal kekerasan fisik. Tetapi lebih mengarah ke alasan karena suami itu mencintai dan menghargai istrinya bahkan saking sayang dan menghormati istrinya sehingga tidak mampu untuk menentang Istrinya.
Silahkan mampir juga ke novel Aku yg lainnya:
Dilema Diantara Dua Pilihan
Cinta dan Dendam
Pelakor Pilihan
Hanya Sekedar Pengasuh
Cinta ceo Pesakitan
Ketika Kesetianku Dipertanyakan
Menggenggam Asa
Cinta Kedua CEO
Kau Hanya Milikku
__ADS_1
Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...
Mohon maaf dan dimaklumi, jika ada penulisan yang salah atau terdapat typo..