Menggenggam Asa

Menggenggam Asa
Bab. 15


__ADS_3

Bapak tersebut tidak langsung menjawab pertanyaan dari Risma, malahan menelisik seluruh tubuhnya Risma dari atas ujung rambutnya hingga ke ujung kaki, serta bergantian memperhatikan mobil yang dipakai oleh Risma


"Sepertinya wanita ini bisa dimanfaatkan uangnya," pak itu membatin sambil tersenyum penuh kelicikan.


Bapak tersebut sudah berpikiran yang macam-macam, tetapi Risma sudah mengetahui apa yang bapak itu pikirkan dan inginkan.


"Ini ada sedikit uang untuk bapak jadi Saya mohon tunjukkan kepada saya mana kosan Pelita," ucap Risma yang dengan tegas tak Ingin dibantah lagi.


Risma menyodorkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah kepada bapak tersebut. Risma sudah mendapatkan informasi kalau di daerah itu, jika ada yang membutuhkan bantuan dan orang tersebut adalah Horang kaya dan tajir melintir.


Mereka bakalan akan memorotin dan tidak tanggung mereka akan memeras hingga sang korban mengeluarkan uang yang tidak sedikit jumlahnya. Bahkan kadang ada yang berperilaku brutal dengan menjarah barang-barang berharga milik pendatang di daerah itu.


"Aku harus berhasil mengeluarkan Ibu Sulastri dan Ali dari sini, mereka tidak boleh dan tidak baik terlalu lama menetap di sini, bisa-bisa berpengaruh buruk terhadap perkembangan dan kehidupan Alif dan ibunya," Risma membatin.


"Kosan itu ada di ujung jalan ini yang pagar rumahnya bercat biru, dan makasih uangnya lumayan banyak Nona," ucap Bapak tersebut yang bertato ayam berkokok.


"Jangan berani-berani menyentuhku kalau Kamu masih ingin bernafas dan makan ayam goreng," ucapnya yang langsung memelintir tangan Pria berewok dan sedikit gondrong itu.


"Auaaaahhh sakit Non, tolong lepaskan, saya tidak akan macam-macam lagi dan ganggu Nona," ucapnya yang sudah dipenuhi oleh keringat di seluruh tubuh dan wajahnya saking sakitnya menahannya.


"Ingat baik-baik kalau kamu ingin mengganggu orang sebaiknya lihat baik-baik orangnya terlebih dahulu, jangan asal main nakutin dan gertak orang saja," jelasnya Risma yang langsung melepaskan tangannya dari tangan pria itu.


"Iya baik Nona, saya tidak akan ganggu Nona lagi," jawabnya yang memeriksa keadaan lengannya itu setelah berhasil dilepaskan oleh Risma.

__ADS_1


"Jangan cuma untuk saya saja tapi, hal ini berlaku untuk orang lain dan khususnya untuk rekan kamu yang lainnya, lebih baik kalian cari uang yang halal untuk menafkahi anak dan istrimu," terang Risma.


Ia sangat miris melihat banyaknya orang-orang yang lebih mau memilih jalan yang salah dan tidak benar daripada bekerja keras.


"Iya Nona, Makasih banyak," ucap si Brewok yang sangat kegirangan karena tidak dipukuli atau dilaporkan ke polisi.


"Tubuh kalian ini sangat besar, sehat bugar apa susahnya untuk cari uang dengan jalan yang benar," tutur Risma yang masih melanjutkan ceramahnya.


Si Brewok sudah memutar tubuhnya untuk kembali ke rumahnya tapi, langkahnya terhenti dengan suara dari Maya.


Brewok kembali menghentikan laju langkahnya dan berbalik menghadap Maya yang mengambil tasnya kembali.


"Ini ada sedikit uang untuk anak dan istrimu, semoga cukup untuk sebulan," ucap Risma dengan mengulurkan tangannya yang berisi beberapa lembar uang kertas berwarna merah ke dalam tangannya preman itu.


"Makasih Banyak Nona semoga hidup Nona lebih berkah dan segera menikah, amin," ucap Pria Brewok tersebut dengan tulus.


"Amin, makasih banyak," timpal Risma.


Risma hanya tersenyum melihat sikap si Brewok yang sangat kegirangan mendapatkan uang rejeki nomplok kalau orang bilang uang kaget.


Ia melanjutkan perjalanannya Mencari rumah kosan ibu Sulastri yang sempat tertunda dan terganggu oleh insiden kecil.


Dia berharap kali ini berhasil membujuk ibu Sulastri untuk tinggal di Apartemennya, karena dulu Ibu Sulastri menolak untuk tinggal bersamanya.

__ADS_1



Dilema Diantara Dua Pilihan


Hasrat Daddy Anak Sambungku


Aku Diantara Kalian


Cinta dan Dendam


Cinta yang tulus


Bertahan Dalam Penantian


Pelakor Pilihan


Hanya Sekedar Pengasuh


Ceo Pesakitan


Ketika Kesetianku Dipertanyakan


__ADS_1


Makasih banyak bagi kakak Readers yang telah memberikan dukungannya, i love you all...


__ADS_2